Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Tiket Bulan Madu


__ADS_3

keenan dan kiara yang baru sampai di kediaman papi adi langsung di sambut dengan hangat oleh mami yasmin


mami yasmin berhamburan memeluk menantu cantiknya itu tanpa melirik keenan sedikitpun


"sayang kenapa semalem gak pulang kesini? mami mau kasih sesuatu lho buat kamu" ucap mami linda memeluk menantunya


"aku gak di peluk mi?" seloroh keenan yang ngeloyor masuk ke dalam rumah


"kamu sudah sering mami peluk, sekarang giliran menantu mami" sahut mami yasmin menggandeng tangan kiara masuk ke dalam rumah


"aku mulai tersingkir nih kayaknya, papi nyuruh dateng kesini ada apa sih mi penting banget kayaknya" tanya keenan yang mendudukan dirinya di atas sofa


"sudah jangan cemburu gitu" sahut mami yasmin mencubit hidung mancung keenan


"kalian santai-santai saja dulu ngapain sih buru-buru" mami yasmin berjalan ke arah kamarnya untuk memanggil papi adi


keenan dan kiara duduk si sofa ruang keluarga


kiara nampak kelelahan sekali karena sering kali terlihat menguap dan menyandarkan kepalanya di bahu keenan


"sayang kamu ngantuk? tidur dulu gih di kamar" tanya keenan mengelus rambut kiara


"sedikit, tak apa aku masih bisa tahan gak enak sama mami papi masa nyampe kesini langsung tidur" sahut kiara yang mengelus tangan keenan yang kekar


tak lama mami yasmin dan papi adi pun keluar dari kamarnya


mami yasmin yang langsung pergi ke dapur menyuruh bibi untuk membuat minuman untuk anak dan menantunya


papi adi langsung menghampiri keenan dan kiara di ruangan keluarga


"pengantin baru nempel terus kayak perangko" ucap papi adi meledek pasangan suami istri baru itu


"harus pi biar mas keenan gak keluyuran kemana-mana" sahut kiara terkikik


"mana ada mas keluyuran, keluyuran mas itu jelas nyari duit bukan nyari yang lain" ucap keenan mencubit hidung kiara gemas


papi adi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak menantunya yang seperti bocah


tiba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu rumah papi adi

__ADS_1


papi adi membukakan pintu untuk tamunya itu


dan ternyata yang datang adalah kedua orang tua kiara yang memang sudah di minta papi adi dan mami yasmin untuk berkunjung ke rumah mereka


tentu saja untuk menyampaikan kejutan bulan madu untuk putra putri mereka


"mami papi kesini juga" ucap kiara langsung memeluk mami papi nya


"emangnya gak boleh mami papi dateng kesini" tanya mami linda yang mencium kening putrinya yang sekarang sudah menjadi istri orang


"sudah punya suami masih saja manja sama papi mami ki... " timpal papi krisna


"biarin aku jadi bisa manja-manja sama mami papi dan manja-manja sama suami aku juga" sahut kiara tanpa rasa canggung


mami yasmin yang baru kembali dari dapur langsung heboh ketika melihat besannya sudah berada di rumahnya


mami yasmin langsung memeluk mami linda dan cium pipi kiri pipi kanan besannya itu


setelah sedikit kehebohan yang terjadi akhirnya mereka semua duduk di atas sofa ruang keluarga kediaman keluarga keenan


bibi yang baru datang membawa beberapa gelas minuman dan cemilan meletakannya di atas meja dan bergegas pergi kembali ke dapur


mereka semua pun meminum jus yang sudah di siapkan karena cuaca diluar memang sangat panas membuat tenggorokan mereka terasa sangat kering


"keenan sama kiara berniat untuk tinggal di apartement, nanti setelah kita punya anak baru akan membeli rumah yang lebih besar" ucap keenan yang memulai percakapan


"lho kirain mami kalian akan tinggal disini" sahut mami yasmin


"keenan dan kiara pengen belajar mandiri mi, mau bener-bener menjalani rumah tangga kami berdua tanpa harus merepotkan kalian sebagai orang tua kami, lagian apartement keenan kan cukup besar sayang juga kalau di biarin kosong terus"


"kalau menurut mami ada bagusnya juga sih kalian tinggal di apartement supaya kiara bisa tau bagaimana caranya menjadi istri yang baik bukan hanya urusan di ranjang saja urusan perut suami dan penampilan suami itu tergantung bagaimana istri melayaninya baik atau tidak, kamu mengerti kan apa maksud mami ki" sahut mami linda panjang lebar


kiara hanya menganggukan kepalanya karena bingung harus menjawab apa


sepasang kedua orang tua itu terus saja memberikan nasihat kepada kiara dan keenan bagaimana menjalani rumah tangga yang baik dan bagaimana menyikapi ketika ada masalah dalam rumah tangga mereka


bagaimana bertanggung jawab dengan kewajiban masing-masing


dan bagaimana cara menjaga kepercayaan kalau keduanya saling berjauhan

__ADS_1


"anyway papi mami nyuruh kita datang kesini mau menyampaikan apa? dari tadi kita nungguin lho sampai istri aku ngantuk begitu" tanya keenan yang melirik ke arah kiara


"engga kok aku cuman kecapean aja" sahut kiara


"mmmm, begini kalian berdua kan belum ada rencana buat pergi bulan madu? dan kami para orang tua sudah membelikan tiket untuk kalian berbulan madu ke tempat yang kiara inginkan"


ucap papi adi tanpa berbasa-basi


"serius pi kita sama sekali belum kepikiran buat pergi bulan madu secepat ini" sahut keenan yang masih belum percaya


"iya niatnya nanti kalau kia sudah selesai bikin skripsi baru kita akan berangkat bulan madu" timpal kiara


"kelamaan dong sayang, kami sudah menyiapkan semuanya kalian tinggal berangkat saja dan bersenang-senang disana" sahut mami yasmin


"dan ingat pulang dari sana kalian harus memberikan cucu yang banyak untuk kami, kami sudah tidak sabar untuk menimang cucu" mami linda pun ikut berkomentar


keenan dan kiara membulatkan matanya tidak percaya ketika papi krisna memberikan tiket keberangkatan ke labuan bajo dan voucer menginap di hotel selama satu minggu


"labuan bajo pi, kia pengen banget pergi kesana sama suami kia dan sekarang kesampaian juga, makasih papi" kiara memeluk papi krisna tak kuasa menahan rasa bahagianya


"cuman papi kamu aja yang di peluk kita engga" sahut mami linda


kiara langsung berhamburan memeluk mami linda dan memeluk mertuanya sebagai tanda ucapan terima kasih


"selesaikan dulu pekerjaan kamu disini nan seminggu lagi kalian akan berangkat, jangan suruh bagas yang handle semuanya" sahut papi adi antusias


"iya bener bagas juga kan butuh waktu buat pacaran" ucap kiara terkikik


raut kebahagiaan begitu terpampang nyata di wajah kiara dan keenan


mereka tidak menyangka kedua orang tua mereka menyiapkan semuanya sedemikian rupa


mereka benar-benar merasa beruntung memiliki orang tua dan mertua yang begitu menyayanginya


kiara yang sudah merasa ngantuk sejak tadi meminta ijin untuk tidur siang terlebih dahulu dan tentu saja di temani oleh keenan


sedangkan kedua pasangan paruh baya itu memutuskan untuk kembali mengobrol di taman belakang rumah


mereka begitu anstusias membahas kehadiran beberapa cucu yang sudah mereka nantikan

__ADS_1


di usia mereka yang sudah tak lagi muda mereka ingin menghabiskan sisa umur mereka dengan menimang cucu-cucu mereka


__ADS_2