
dddddrrrtttt.... dddrrrtttttt..... ddrrttttt
suara getaran ponsel di atas nakas membangunkan kiara dari lamunannya
kiara mengambil ponsel yang berdering dan menjawabnya
"haloo"
"mas keenan nya kemana?"
" lagi tidur, maaf ini siapa? ada urusan apa mencari suami saya? "
"tolong sampaikan dina menelfon ya dan kalau bisa keenan harus menghubungi saya kembali setelah bangun tidur, thanks"
panggilan telfon pun di matikan oleh seorang wanita di sebrang sana
kiara menatap suaminya dalam entah kenapa saat ini perasaannya menjadi tidak enak dan terasa sesak di dalam dadanya ketika ada seorang perempuan yang menelfon suaminya
"dina siapa mas? apa yang kamu sembunyikan dari aku" batin kiara meringis
kiara menyimpan kembali ponsel suaminya di atas nakas namun belum sempat kiara beranjak ponsel keenan bergetar dan ada satu pesan masuk
"mas aku tunggu di apartement ya, see you"
DEG
hati kiara begitu sakit membaca pesan yang entah dari siapa tapi dia yakin pasti itu adalah pesan dari seorang wanita
dada kiara terasa sangat sesak seperti tertancap sebuah belati yang menghujam tepat di jantungnya
hingga tak terasa buliran air mata jatuh membasahi pipi mulusnya
"sakit... sakit sekali mas apakah itu pesan dari wanita yang sama" ucap kiara terisak
kiara berlari ke luar kamar dia sudah tidak sanggup ingin menangis sekencang-kencangnya
kiara mencoba berdamai dengan perasaannya saat ini
entahlah rasa apa yang dia rasakan ini, rasa kecewa dan sakit hati yang begitu menyesakkan dada
kiara tak mampu lagi untuk berucap hanya bisa menangis sekencang mungkin untuk meluapkan rasa sakitnya
keenan terbangun dari tidurnya dia mencari sosok yang dia cari namun tak di temukannya
keenan membuka pintu kamar mandi kiara pun tak nampak disana
keenan mencoba menghubungi kiara namun ponselnya berada di kamar hotel
__ADS_1
entah ketinggalan atau memang sengaja kiara tak membawanya
2 jam sudah keenan menunggu istrinya di dalam kamar hotel dengan perasaannya yang tidak karuan
keenan memutuskan untuk mencari kiara ke luar namun sebelum keenan beranjak pergi kiara sudah datang terlebih dahulu dengan muka sembabnya karena menangis
"sayang kamu dari mana? aku nyariin dari tadi" ucap keenan menghampiri kiara dan ingin memeluknya
kiara menepis tangan yang hendak ingin memeluknya
keenan memperhatikan ada yang beda dari istrinya
"kamu kenapa? kamu abis nangis?" keenan semakin mendekati kiara
kiara tak menjawab hanya tersenyum getir melihat wajah keenan yang sangat membuatnya muak bahkan ingin rasanya kiara mencakar wajah tampan suaminya saat ini
kiara malas untuk menjawab setiap pertanyaan yang di berikan oleh suaminya
kiara memilih tidur lebih tepatnya pura-pura tidur dengan membelakangi tubuh keenan
keenan semakin tak mengerti apa yang sedang terjadi pada istrinya
dia tak merasa melakukan kesalahan apapun
kiara kembali menitikan air matanya saat mengingat akan telfon dan pesan yang di kirim ke ponsel keenan
keenan mendengar isakan tangis kiara sungguh tak bisa lagi menahan dirinya untuk memastikan apa yang terjadi
"sayang aku mohon bicaralah, kamu gak bisa ngediemin aku tanpa sebab, aku salah apa sama kamu?" tanya keenan
kiara membalikan tubuhnya menghadap keenan dengan wajah yang sudah di penuhi air mata kiara sudah tak bisa menahan perasaannya
amarah kiara semakin memuncak ketika melihat wajah keenan yang tidak sadar telah melakukan kesalahan kepadanya
"dina siapa?" tanya kiara dengan sorot mata yang begitu tajam dan memerah karena tangisnya
keenan tak menjawab hanya menatap kiara
"jawab... apa yang kamu sembunyiin di belakang aku?
"dina siapa aku gak tau" jawab keenan bingung
"bullshit" kiara mengeluarkan amarahnya yang sudah mencapai puncak
kiara mengambil ponsel keenan membuka pesan dari wanita itu dan melemparkannya ke arah keenan
keenan membaca isi pesan itu keenan mencoba mengingat siapa wanita yang bernama dina itu
__ADS_1
"jawab" ucap kiara dengan suara lantangnya
ingat ya sekali kamu bermain api jangan pernah kamu meminta aku untuk memadamkan api itu
silahkan kamu menikmati kobaran api itu sampai akhirnya kamu terbakar karena ulah kamu sendiri
kalau kamu masih mempunyai masalah yang belum kamu selesaikan jangan seret aku masuk ke dalam masalah kamu
kiara kembali diam dan membelakangi keenan
keenan hanya diam dia tak menyangka kemarahan kiara akan seperti ini
dina adalah mantan sekretaris keenan yang memang sudah lama menyimpan rasa pada mantan bosnya itu, keenan memecat dina karena memang secara terang-terangan dina menggoda keenan bahkan dia rela memberikan tubuhnya agar keenan bisa menjadi miliknya
mungkin dia berniat untuk menggangu rumah tangga keenan dengan kiara sekarang karena rasa sakit hatinya yang sudah di tolak mentah-mentah oleh keenan
"ya Tuhan kenapa dia bisa nelfon gue lagi sih, padahal udah gue blok nomornya
jadi ribet gini kan urusannya" keenan mengusap wajahnya kasar
"sayang biar aku jelasin dulu semuanya, kamu salah paham" keenan mencoba meyakinkan kiara namun kiara hanya diam tak menanggapi ucapan suaminya
"maaf aku sempat lupa dengan yang namanya dina tadi dan sekarang aku ingat dia adalah mantan sekretaris aku yang memang dari dulu dia selalu mengganggu aku dia terang-terangan bilang sama aku kalau dia punya perasaan lebih sama aku dan dia selalu menggoda aku tanpa tau tempat aku risih aku gak nyaman dan aku memutuskan memecatnya" keenan menjelaskan panjang lebar
"berapa banyak sih wanita yang ada di masa lalu kamu? kenapa dia nunggu kamu di apartemennya? kamu sering datang kesana?" tanya kiara dengan tatapan menyidik
"dulu aku sempet nganterin dia pulang karena waktu itu kita lembur sampai jam 11 malam, sebagai bos yang bertanggung jawab aku nganterin dia pulang dan kejadian itu sudah lama sebelum aku bertunangan sama kamu" keenan kembali menjelaskan
"hanya sekedar mengantar?" kiara kembali bertanya
"hanya itu sumpah aku gak bohong, please baby percayalah" keenan memohon kepada kiara dengan wajah memelasnya
"aku belum percaya sama kamu" kiara kembali memunggungi suaminya
"sayang please, jangan siksa aku
demi Allah aku gak berniat sedikitpun untuk mengkhianati kamu apalagi sampai mempunyai wanita lain, kamu segalanya aku gak bisa hidup tanpa kamu. hanya kamu yang menguasai hati aku, it's only you" keenan berusaha terus membujuk kiara
kiara hanya diam mendengarkan setiap ucapan yang keenan utarakan kepadanya
kiara memang merasakan ketulusan keenan namun kiara tak ingin begitu saja luluh dengan ucapan suaminya
kiara ingin mendiamkan keenan karena sudah membuatnya moodnya hancur hari ini
keenan ingin memeluk kiara namun kiara menghindar jelas membuat keenan semakin frustasi
"alamat gak di kasih jatah malam ini" gumam keenan
__ADS_1