Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Memohon


__ADS_3

kiara mengerejapkan matanya ketika merasakan ada tetesan air di tangannya


kiara terkesiap melihat pria yang selama ini dia rindukan sekarang dmada di hadapannya dalam menunduk dan menangis


"astaghfirullahaladzim" ucap kiara kaget dan membuat keenan mendongak menatapnya


"sayang kamu sudah bangun?" tanya keenan dengan tangannya yang masih menggenggam erat tangan kiara


"kamu siapa?" kiara pura-pura tak mengenali keenan


"aku keenan, suamimu sayang..." jawab keenan


"benarkah tapi suamiku dulu pernah bilang kalau dia tidak bisa hidup tanpa aku, tapi kenapa kamu masih hidup kalau kamu memang benar suamiku" ucap kiara menohok hati keenan


"maafkan mas, mas begitu berdosa dan membuatmu sangat terluka sampai sedalam ini, mas menyesal demi apapun mas rela melakukan apa saja asalkan kamu memaafkan mas" ucap keenan tulus


"kalau maaf masih berlaku untuk apa ada hukum dan polisi?" sahut kiara tanpa menatap ke arah keenan


hati keenan mencelos mendengar ucapan kiara sungguh sakit rasanya melihat sikap dingin istrinya saat ini, keenan sadar sikap kiara saat ini memang atas kesalahan dirinya tapi sungguh keenan tidak sanggup harus melihat sikap kiara yang seolah tak memeprdulikannya


"mas mau menjemput kamu, kita pulang ya" ajak keenan


"untuk apa kamu mengajak aku pulang tapi tidak bisa menerima kehadiran bayi di dalam kandunganku lebih baik aku disini" jawab kiara


"tolong maafkan mas kiara, mas menyesal sungguh-sungguh menyesal telah menolak kehadiran bayi dalam kandunganmu darah daging mas, kamu boleh hukum mas dengan cara apapun tapi tolong jangan tinggalkan mas" mohon keenan bersimpuh di depan kiara


"ciiihhhhh, selama ini kamu kemana aja keenan, setelah menolak mentah-mentah sekarang tiba-tiba ngaku-ngaku ini darah daging kamu... miris sekali" kiara berdecih mendengar pengakuan keenan


kiara meninggalkan keenan yang masih bersimpuh dengan rasa penyesalan yang begitu dalam, sesak rasanya menerima penolakan dari wanita yang sangat dia cintai, memang waktu tidak bisa di ulang kembali tapi keenan bersungguh-sungguh ingin berubah untuk istri dan anak yang ada di dalam kandungan kiara


kiara menghampiri viola, denis bianca dan bagas yang sedang berkumpuk di taman belakang sembari menikmati pemandangan di sore hari


kiara duduk di depan kolam ikan dengan tatapan kosongnya


sungguh hatinya menolak untuk mengacuhkan keenan namun saat melihat wajah keenan, kiara selalu terbayang perlakuan kasar keenan seperti orang kerasukan dan kata-kata keenan yang begitu menusuk hatinya masih terngiang-ngiang di telinganya


"ki are you oke?" tanya bianca menatap cemas ke arah kiara

__ADS_1


"entahlah" jawab kiara


"ikutin kata hati lu ki jangan sampai menyesal di kemudian hari, kita mendukung apapun keputusan lu asalkan lu bahagia" ucap denis menepuk bahu kiara


"sebaiknya lu bicara baik-baik sama keenan ki, bicara dengan kepala dingin hilangkan ego kalian ingat sama janin yang ada di dalam kandungan lu" bagas ikut menimpali


viola hanya menatap kiara tanpa berbicara sepatah katapun viola tidak ingin semakin membebani pikiran kiara, viola mendekap kiara ke dalam pelukannya viola mengelus-elus pundak kiara lembut mencoba memberi ketenangan di hati kiara


diam-diam bagas menghampiri keenan yang masih mematung di dalam kamar


"nan gue mau bicara, ikut gue" ajak bagas berjalan ke arah rooptop


keenan mengekori bagas dengan langkah gontai, benar-benar semua yang terjadi membuat tubuhnya terasa lemas seakan semua tulang-tulangnya remuk seperti hatinya saat ini


"lu tau dari mana kiara disini?" tanya bagas menatap lurus kedepan


"kenapa lu nyembunyiin keberadaan kiara dari gue? lu sengaja nyiksa gue hah? lu tau sendiri kan gimana frustasinya gue mencari kiara? tega lu" bukannya menjawab keenan melayangkan pertanyaan bertubi-tubi kepada bagas


"lu gak pernah nanya sama gue ya gue diem, salah gue dimana?" sahut bagas merasa tak berdosa


"sialan" umpat keenan


"lu udah bicara sama kiara?" tanya bagas memecahkan keheningan


"kiara belum maafin gue" sahut keenan


"usaha lah masa begitu doang langsung ngeluh, perjuangan lu belum sebanding dengan rasa sakit kiara" ucap bagas penuh intimidasi


"ya gue tau, gue gak akan nyerah sampai kiara maafin gue dan nerima gue lagi"


"rencana lu apa sekarang?"


"gue bakalan tetep disini sampai kiara maafin gue"


"lu lupa kalau lu bukan pengangguran"


"ada lu yabg handle semua kerjaan gue"

__ADS_1


"damn... gue minta bonus tiga bulan gaji gue"


"gak masalah"


akhirnya bagas, viola dan denis juga ikut menginap malam ini mereka berkumpul di rooptop sembari menikmati angin malam khas pegunungan


sesekali mereka saling bercanda untuk menghilangkan kecanggungan di antara keenan dan kiara


keenan tak lepas memandangi kiara yang sedang tertawa dengan viola dan bianca


keenan ingin sekali tawa itu kiara tunjukkan untuknya


saat ini kiara masih enggan untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan keenan, kiara akan berbicara jika keenan memulai pembicaraan terlebih dahulu


keenan melihat kiara yang seperti kedinginan, keenan melepaskan jaket miliknya dan memakaikannya di pundak kiara


"udara disini sangat dingin mendingan kamu masuk sayang" bisik keenan dan membuat kiara meremang


"sebaiknya kalian bicara dari hati ke hati, selesaikan masalah kalian jangan di biarkan berlarut-larut" ucap denis mulai membuka pembicaraan


"apa kalian mau tetap kayak gini sampai anak kalian lahir? benar-benar calon orang tua yang kejam" sahut bianca


"kita akan tinggalkan kalian disini, pergunakanlah waktu kalian sebaik-baiknya, gue gak mau denger kabar gak enak setelah kalian selesai bicara" timpal viola


bagas, viola, denis dan bianca meninggalkan keenan dan kiara berdua untuk menyelesaikan masalah mereka sampai tuntas


tiba-tiba keenan berlutut di hadapan kiara menggenggam erat tangan kiara dengan tatapan memohon


"mas sadar mas sangat menyakiti hati kamu, mas sangat berdosa menolak hadirnya janin yang tumbuh di rahim kamu, mas menyesal sudah meragukan kamu dan tidak percaya sama kamu tapi percayalah kiara mas benar-benar menyesal dan ingin berubah menjadi lebih baik, berubah menjadi suami yang lebih bisa bersikap lembut dan mempercayai kamu sepenuhnya, mas mohon kasih mas kesempatan kedua kiara maafin mas" mohon keenan dengan tatapan mengiba


kiara tetap tak bergeming kiara mencoba melihat kesungguhan di mata keenan yang meminta dirinya untuk menerima dia kembali dan memaafkan kesalahan keenan


"mas tau pasti kamu sulit buat maafin mas karena perkataan mas yang begitu menyakiti hati kamu tapi mas mohon ijinkan mas tetap di samping kamu dan mas akan buktikan kalau mas benar-benar akan merubah semuanya jadi lebih baik"


"kalau kamu mengingkari janji kamu gimana? apa kamu rela buat melepas aku kalaunkamu melakukan kesalahan yang sama?


"jika sampai kejadian itu terulang kembali mas akan melepaskan kamu dengan syarat kamu harus bahagia"

__ADS_1


"gimana kalau saat ini kebahagiaan aku sudah hilang? apa kamu bisa mengembalikan kebahagiaan lagi buat aku?"


__ADS_2