
kiara memutuskan panggilan video callnya karena suara mobil keenan sudah tedengar memasuki halaman rumah kiara
kiara terburu-buru menghampiri calon suaminya yang sudaj berada si teras rumah
" selamat pagi calon suami tampanku " kiara memeluk keenan manja
" kenapa nih pagi-pagi udah manja gini " tanya keenan heran
"emang gak boleh manja sama calon suami sendiri" kiara mengerucutkan bibirnya
" boleh.... minta lebih dari ini juga boleh" keenan menggoda kiara
" modus, mas tumben penampilan kamu santai banget gak ngantor?" tanya kiara
" hari ini mas mau bantu kamu buat nyiapain pernikaham kita " jawab keenan tersenyum
kiara menyuruh keenan untuk menunggunya sebentar di ruang tamu sementara kiara menyiapkan semua keperluan untuk foto prewedding mereka
semuanya sudah di siapkan oleh kiara tanpa keenan ketahui
kiara tidak ingin terlalu merepotkan keenan
setelah selesai kiara menghampiri keenan yang sudah menunggunya sejak tadi
" mas sekarang kita foto prewed dulu ya mumpung masih adem udaranya nanti kalau sudah selesai kita ke rumah kamu" ucap kiara
" iya gimana kamu aja, mas ikut kemanapun kamu pergi" jawab keenan tersenyum
" okay... lets go.. " ajak kiara
" gak pamit sama calon mertua dulu" bisik keenan
" mami papi lagi ngurusin gedung buat pernikahan kita, udah pergi tadi pagi-pagi banget" sahut kiara
keenan dan kiara pergi menuju lokasi foto prewed mereka
kiara memilih lokasi yang berada di pinggiran kota dan masih terdapat banyak pepohonan yang rindang
dddrrrtttt... ddddrrtttttt...
" jamet lu dimana? gue udah nyampe " sahut denis di balik panggilan telfon
" bentar lagi gue sampe , semuanya udah beres kan? gak ada yang kurang kan? " tanya kiara bawel
"udeh semua lu tinggal foto doang, buruan dah keburi jamuran gue"
" iye sabar-sabar bentar lagi" kiara menutup panggilan telfonnya
setelah menutup panggilan telfon dari denis kiara melanjutkan mellihat-lihat konsep pernikahan di ponselnya yang di kirim oleh viola
keenan merasa dirinya di acuhkan oleh calon istrinya tanpa tahu apa yang di lakukan kiara
" com lu tinggal milih konsepnya mau yang mana, kalau udah dapet yang cocok kabarin gue segera" viola mengirim pesan
" okay... nanti secepatnya gue kabarin. thank's fatimeh " kiara membals pesan dari sahabatnya itu
tanpa kiara sadari raut wajah keenan berubah sangat masam
__ADS_1
keenan udah rela tidak pergi ke kantor untuk menemani kiara tapi kenyataannya kiara malah sibuk sendiri
" belok kiri ya sayang " kiara menunjukan arah kepada keenan
" hhhhhmmmm" jawab keenan singkat
kiara menatap keenan lekat dia merasa ada yang tidak berea dengan calon suaminya itu
" kamu kenapa kok di tekuk gitu mukanya" tanya kiara
" gapapa" jawab keenan ketus
" stop... " titah kiara
keenan pun seketika menghentikan mobilnya tanpa berbicara sepatah katapun dia hanya memperlihatkan raut wajahnya yang tidak enak di pandang
" kamu kenapa sih? kalau gak ikhlas ngomong dari tadi, aku gak akan maksa kalau kamu gak mau di foto" kiara menggerutu
" siapa juga yang gak mau di foto " jawab keenan dingin
" terus kenapa? kalau udah bete gini pasti hasilnya fotonya gak bakalan bagus percuma kita jauh-jauh kesini" umpat kiara kesal
" kamu juga dari tadi sibuk sendiri, maen ponsel terus sama sekali gak nganggep mas ada
" astagfirullah... masalah gini doang jadi ribut nanya baik-baik bisa kan" kiara mengusap wajahnya kasar
" kok jadi kamu yang marah-marah " sentak keenan
kiara tak menjawab ucapan keenan
muka kiara nampak menahan amarah
dddrrrttttt... ddddrrrttttt
"com lu dimana si lama bener kagak nyampe-nyampe, matahari nya keburu naek " ucap denis di balik telefon
" batalin aja semuanya, mood gue udah ancur " umpat kiara
" gak bisa begitu cumi udah tanggung banget ini, semuanya udah di siapin masa lu batalin sepihak, lu gak kasian sama gue " sahut denis
kiara tak menjawab kembali ucapan denis di balik telfon
kiara tak kuasa menahan amarahnya sampai tak terasa airmatanya pun tumpah membasahi pipi mulusnya
keenan menatap kiara lekat dia tidak menduga bahwa kiara akan sekesal ini padanya
keenan mencoba menenangkan kiara namun kiara tak bergeming dengan ucapan keenan
kiara tetap dengan mode diamnya
" kamu tunggu sebentar ya " titah keenan namun kiara tak menanggapi apapun yang di ucapkan keenan
keenan berniat untuk menemui denis di lokasi foto prewed mereka, keenan ingin menjelaskan apa yang terjadi sekarang dengan kiara
" bang keenan lu udah nyampe? kiara mana? " tanya denis clingak clinguk mencari kiara
" kiara marah besar sama saya, kalau hari ini tetap menjalani foto prewed saya yakin hasilnya gak akan bagus " ucap keenan
__ADS_1
" lah terus gimana? gue udah cape-cape bawa tim gue kesini masa iya batal gitu aja mana kiar udah nyiapain ini semua antusias banget" sahut denis mulai kesal
" bukan batal tapi di undur semua kerugian hari ini saya ganti semua, dan besok kita bikin jadwal lagi tapi jangan sampai kiara tahu tentang rencana kita, bisa kan? keenan minta kerjasama dengan denis
" tapi bener yak bang lu ganti kerugian hari ini, gue gak enak sama anak-anak yang lain, di kira gue gak profesional" ucap denis
" kamu kirim no rekening ke nomor saya dan ingat jangan sampai kiara tahu tentang ini dan rencana kita besok " sahut keenan tegas
keenan pun segera menghampiri kiara yang masih berada di dalam mobil
keenan masih melihat wajah kiara yang begitu kesal
entah apa yang harus di lakukan keenan untuk membuat kiara bicara lagi padanya
keenan begitu merasa bersalah sudah bersikap seperti anak kecil yang membuat kiara begitu marah padanya
" sayang mau lanjut atau pulang " tanya keenan lembut
kiara tak menjawab tetap dengan mode diam nya
" maafin mas, mas sudah salah sangka sama kamu, mas gak suka ketika kamu sibuk sendiri dan mengacuhkan mas " keenan kembali membujuk kiara namun tetap saja usahanya sia-sia
kiara seakan menulikan telinganya dari semua ucapan keenan
dan itu benar-benar membuat keenan frustasi
akhirnya keenan melajukan mobilnya untuk pulang tanpa bertanya kepada kiara terlebih dahulu
sepanjang perjalan terasa begitu hening kiara sama sekali tak bereaksi dengan apapun yang keenan lakukan bahkan ketika keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan begitu tinggi kiara hanya diam seribu bahasa
kiara benar-benar marah, kecewa sama keenan
foto prewed yang sudah siapkan matang-matang harus gagal karena keegoisan keenan yang selalu berburuk sangka padanya
kiara seakan mati rasa untuk berbicara kepada calon suaminya itu
" sayang mampir ke rumah mas dulu ya, mami sama papi sudah nunggu kita " sahut keenan yang berusaha meredam amarah kiara
" pulang ke rumah gue" jawab kiara singkat
" tapi kan kamu udah janji mau ke rumah hari ini " keenan sedikit memaksa
" pulang atau gue turun disini " ucap kiara yang dengan nekad membuka pintu mobil yang masi melaju cepat
keenan membulatkan matanya ketika melihat tingkah kiara yang membahayakan dirinya sendiri
keenan mengusap wajahnya kasar dia tak menyangka kiara begitu nekad dan keras kepala
" oke... mas antar pulang jangan pernah nekad berbuat seperti itu lagi, bahaya kiara ..." sentak keenan
kiara bertindak masa bodo dengan ucapan keenan yang mengkhawatirkan keselamatannya
keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan sampai akhirnya sampai di halaman rumah kiara
belum sempat keenan mengucapkan satu patah katapun kiara sudah turun dari mobil dan membanting pintu mobil keenan begitu kencang
kiara memasuki rumahnya dengan mengacuhkan keenan yang masih diam di dalam mobil menyesali perbuatannya sendiri
__ADS_1
" harus dengan cara apa lagi mas bisa mendapat maaf dari kamu, bahkan melihat wajah mas pun kamu gak mau " gumam keenan sembari memukul setir mobilnya dengan penuh amarah