
setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya mereka semua tiba di lokasi pernikahan kiara dan keenan
keenan dan kiara mengikuti langkah ryan yang sedang menunjukan tiap sudut yang akan di dekor sesuai keinginan keenan dan kiara
kiara dan keenan hanya menganggukan kepala mereka mendengar ucapan rian tanda mereka mengerti apa yang sudah di ucapkan oleh tim WO nya itu
untuk dekorasi nya kiara sudah menceritakannya kepada viola dan viola juga sudah menceritakannya kepada ryan
" jadi tempat ini akan mulai dekorasi nya kapan bang? tanya kiara
" mungkin besok sudah langsung di dekor karena waktunya yang begitu mepet " jawab ryan tersenyum
" ya sudah kalau begitu semuanya sudah selesai ya, hanya menunggu untuk hari H saja " ucap keenan
" iya... jangan lupa kalian datang kesini sehari sebelum acara pernikahan kalian berlangsung kami akan menyiapkan semuanya disini kalian hanya bawa badan kalian masing-masing saja " sahut ryan antusias
" kalau begitu kita pamit ya bang, masih ada urusan yang lain, makasih bang ryan sudah mau membantu kami " ucap kiara tersenyum
" tak apa, ini sudah jadi tugas kami " sahut ryan
keenan dan kiara berjalan menuju mobil yang terparkir cukup jauh
dari kejauhan keenan melihat sosok asisten pribadinya sedang mengobrol begitu akrab dengan viola
keenan tersenyum sinis melihat bagas karena dulu bagas pernah berkata dengan terang-terangan bahwa dirinya tidak akan mudah tergoda oleh wanita manapun buktinya pada viola dia cepat sekali luluh
" dasar bodoh,, bilang saja kalau sudah tidak tahan terlalu lama menjomblo " gumam keenan
keenan dan kiara memasuki mobil keenan namun kiara tak menemukan viola dan bagas berada di dalam mobil
" loh vio sama bagas kemana kok gak ada" sahut kiara
" tuh lagi mojok " jawab keenan yang menunjuk ke arah bagas dan denis yang aedang mengobrol di bawah pohon
" kata kamu bagas orangnya dingin kayak es tapi kok itu ..." sahut kiara
" kebelet pengen nikah kali yank, udah lah jangan urusin mereka kita pacaran aja yuk" keenan menarik tangan kiara dan langsung memeluknya
keenan menatap kiara lekat enggan melepaskan pandangannga dari calon istrinya
CUP
keenan me*****p bibir kiara
" sayang " kiara merengek manja
" kenapa, mau lagi" keenan memonyongkan bibirnya
kiara mendorong mulut keenan menjauh dari hadapan kiara karena melihat viola dan bagas yang akan memasuki mobil
" bos lu mesum juga ternyata " ucap. bagas
__ADS_1
" setidaknya gue masih normal gak kayak elu gak dapet-dapet pasangan" keenan meledek asistennya
" mas jalan sekarang yuk urusan kita kan belom selesai, masih harus fitting baju juga " ajak kiara
" iya sayang... tapi kita makan dulu ya mas laper " sahut keenan
keenan melajukan mobilnya ke sebuah restoran terlebih dahulu untuk menuntaskan rasa laparnya
setelah selesai makan mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka menuju jakarta
terlihat kiara dan viola sudah terlelap tidur karena kelelahan
" bro... viola gimana? tanya keenan memulai percakapan mereka
" gimana apanya? sahut bagas sembari memainkan ponselnya
" pura-pura bego lu " umpat keenan
" ya so far so god lah bos " sahut bagas santai
keenan menghela nafas merasa geram dengan sikap asistennya itu
kenapa masih saja dingin seperti es padahal keenan lihat tadi mereka mengobrol begitu asik
" apa dia nyembunyiin sesuatu dari gue " gumam keenan
tak berselang lama mereka pun sampai di jakarta
kiara dan keenan berniat untuk langsung fitting baju pernikahan sebelum mereka pulang
" gue balik aja dah, ngantuk pengen tidur " jawab viola
" gas lu gimana? mau ikut apa gue anter ke kantor buat ngambil mobil " tanya keenan pada bagas
" ke kantor aja bos " jawab bagas
" gas bisa tolong anterin viola gak? soalnya kita masih ada beberapa urusan dulu, bisa kan? vi gapapa kan pulang bareng bagas? " tanya kiara
akhirnya keenan mengantar bagas dan viola terlebih dahulu ke kantor miliknya
kemudian keenan dan kiara melajukan mobil untuk fitting baju di butik milik tante sandra kiara mencoba kebaya yang akan dia kenakan saat akad dan satu buah gaun pengantin yang sangat mewah untuk acara resepsinya begitu pun keenan mencoba dua baju yang satu untuk akad dan untuk resepsi
semuanya sudah sempurna tak ada kekurangan sedikitpun kiara sangat puas dengan hasil gaun dari butik tante sandra gaunnya persis seperti apa yang kiara inginkan
selesai fitting baju keenan dan kiara pergi meninggalkn butik
rencananya kiara dan keenan akan menemui davin untuk memberikan undangan pernikahannya seperti yang keenan bicarakan kemarin dengan viola
" sayang kamu kabarin mantan kamu ajak dia ketemu di tempat yang kemarin kamu janjian sama dia " titah keenan
" kamu yakin mas mau ngelakuin ini, kalau davin makin nekad gimana? tanya kiara
__ADS_1
" yakin, biar dia tahu kalau kamu memang milik mas, setelah ini kamu harus mengganti no ponsel kamu " ucap keenan serius
keenan memastikan agar davin sampai terlebih dahulu di restoran
keenan memantau dari kejauhan supaya davin tidak curiga
keenan dan kiara masuk ke dalam restoran ketika sudah melihat davin berada disana
" sorry telat " ucap kiara
davin membalikan tubuhnya sembari memperlihatkan senyum terbaiknya karena mendengar suara kiara di belakangnya
namun senyuman manis itu berubah ketika melihat kiara datang bersama keenan
hati davin terbakar ketika kiara dan keenan berpegangan tangan begitu erat dan sesekali keenan mengelus rambut kiara begitu mesra
" gue gak lama, cuman mau ngasih ini aja, kalau bisa hadir syukur engga juga gak masalah" ucap kiara yang memberikan undangan pernikahannya kepada davin
davin membulatkan matanya kaget
ternyata yang di ucapkan keenan bukan omongan kosong belaka
davin mengepalkan tangannya serasa ingin memukul wajah tampan keenan
" kamu yakin akan menikah dengan pria ini, aku yakin dia gak lebih baik dari aku " sahut davin yang mulai tersulut amarah
" baik buruknya mas keenan biar aku saja yang merasakannya, kamu tak berhak ikut campur urusan pribadiku " ucap kiara tegas
" kamu pasti akan menyesal telah memilih dia sebagai suami kamu kiara" davin berdengus kesal
" kita lihat saja nanti, siapa yang akan lebih menyesal, ayok sayang kita pergi dari sini " kiara meninggalkan davin sembari menggandeng tangan keenan
amarah davin begitu memuncak melihat kiara dan keenan pergi begitu saja tanpa memperdulikannya
davin bersumpah akan membuat kehidupan kiara dan keenan hancur seperti hatinya saat ini
davin melemparkan undangan pernikahan kiara dan keenan ke tempat sampah
***********
sedangkan bagas dan viola masih berada di kantor milik keenan
bagas meminta viola untuk menunggunya sebentar karena ada beberapa berkas yang harus dia selesaikan terlebih dahulu
viola duduk di sofa ruangan kerja bagas sembari memakan cemilan yang sudah di siapkn bagas untuknya
" kamu bosan tidak? " tanya bagas kepada viola
" sedikit, selesaikan saja pekerjaanmu aku tunggu " sahut viola yang asik memakan cemilan dan bermain game
bagas melanjutkan pekerjaannya karena tidak ingin membuat viola menunggu terlalu lama
__ADS_1
karena setelah dari kantor bagas berniat untuk mengajak viola makan terlebih dahulu
## mohon dukungannya para readers tersayang biar author lebih semangat lagi nulisnya