
setelah menyelesaikan meeting dengan tamu pentingnya dari luar negri itu keenan langsing mengecek ponselnya berharap kiara akan membalas pesan darinya
namun keenan harus menahan kecewa karena sampai beberapa jam keenan mengirimkan pesan kepada kiara sama sekali tidak ada balasan dari calon istrinya
akhirnya keenan memutuskan untuk menelfon calon mami mertuanya
keenan merasa perasaannya mulai tidak enak keenan mengkhawatirkan kiara dia takut terjadi apa-apa pada kiara
tut... tut.... tut...
"hallo keenan" sahut wanita paruh baya di balik panggilannya dengan keenan
"maaf ganggu mi, kiara ada di rumah mi? soalnya keenan telfon beberapa kali tapi kiara gak ngejawab" tanya keenan penasaran kepada calon mertuanya
"kiara lagi istirahat di kamar sepertinya dia kecapean badannya demam dan pucet banget"
"keenan boleh kesana gak mi? keenan mau lihat keadaan kiara, keenan khawatir"
"kalian kan lagi di pingit, tenang saja ada mami sama viola yang menjaga kiara kamu fokus kerja aja ya, kiara pasti akan baik-baik aja" mami linda menutup panggilan telfonnya
keenan berdecak kesal karena di larang oleh mami mertuanya bertemu dengan kiara
keenan tidak bisa kalau kiara mengacuhkan walau hanya sehari bisa mati menahan rindu kalau sehari saja dia tidak mendengar siara manja calon istrinya
bagas yang melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 5 sore
dia memutuskan untuk membereskan semua berkas pekerjaannya dan bersiap untuk segera pulang
bagas melihat keenan yang masih duduk di kursi kebesarannya sembari mengacak rambutnya frustasi
tok... tok... tok
"bos gue boleh masuk" tanya bagas di balik pintu ruangan keenan
"masuklah" titah keenan
"muka lu kusut banget bos, ada masalah?" tanya bagas
"kiara sakit dan pasti dia sekarang kesal sama gue karena gue gak jawab telfon dari, tragisnya gue gak bisa ketemu sama dia" keenan mengusap wajahnya kasar
"sabar bos kan lagi di pingit, lagian kiara pasti cuman kesel-kesel manja sama elu bukan mau ngebatalin pernikahan kalian" sahut bagas terkekeh
"mulut lu ya gas minta di sumpel" keenan melempar bagas dengan balpoint yang ada di atas meja kerjanya
"mending lu cabut aja dah daripada gue suruh lu bikin surat pengunduran diri" titah keenan ketus
bagas segera meninggalkan ruangan bosnya yang sudah terasa panas karena ucapannnya sendiri yang memancing emosi bosnya
bagas berjalan ke arah parkiran mobil dan segera melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya
ya bagas memang sudah memiliki apartemen pemberian dari kedua orang tuanya karena bagas memang berasal dari keluarga terpandang, ayahnya adalah seorang pengusaha sukses ya meskipun perusahaannya tidak sebanyak yang keluarga keenan miliki
__ADS_1
namun bagas memilih bekerja dengan keenan karena dia ingin mandiri dan mempunyai pengalaman terlebih dahulu sebelum menjalankan perusahaan orang tuanya
kedua orang tuanya tidak keberatan dengan keputusan bagas karena memang keluarganya sudah mengenal keenan dengan baik sejak merek masih sekolah di bangku SMA dulu lagipula masih ada kakak bagas yang membantu ayahnya di perusahaan keluarganya itu
*
*
*
*
*
kiara yang sudah terbangun dari tidurnya merasakan sedikit pusing di kepalanya
kiara yang hendak turun dari ranjang mengurungkan niatnya karena tak kuat untuk berdiri karena melihat di sekitarnya seperti memutar
kiara kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya
ceklek
pintu kamar kiara pun terbuka
mami linda melihat kiara yang sudah bangun langsung menghampiri putri cantiknya yang sebentar lagi akan menjadi istri seorang Keenan adi wijaya
sedangkan viola masih tertidur di atas sofa kamar kiara
"gak usah mi istirahat juga nanti pusingnya ilang, kiara cuman pengen minum teh manis anget aja" sahut kiara lemas
"yasudah mami buatkan tapi kalau besok masih pusing kamu harus periksa ya
oh ya tadi keenan telfon mami katanya beberapa kali nelfon kamu gak di jawab, coba cek ponsel kamu sayang barangkali keenan nelfon kamu lagi" titah mami linda yang berjalan keluar kamar untuk membuat teh manis hangat untuk kiara
kiara mencari ponselnya karena sebenarnya dia juga lupa menyimpan ponselnya dimana
kiara melihat viola yang masih tertidur bergegas membangunkannya seakan lupa dengan rasa pusing di kepalanya
kiara ingin menanyakan ponsel miliknya kepada viola
"vi bangun... " kiara menepuk-nepuk pipi viola berulang kali namun viola masih terlelap
"viola bangun woyy ada bagas di depan" teriak kiara
"mana bagas" viola terbangun dan mengedarkan pandangan di sekelilingnya mencari keberadaan bagas
"giliran bagas aja cepet lu" kiara menoyor kening viola
"mana ponsel gue siniin"
"lah mana gue tahu cumi, lu lupa naro kali" sungut viola
__ADS_1
viola melihat jam sudah menunjukan pukul 6
viola teringat janjinya yang akan makan malam dengan bagas
"vi gue balik yak, gue janji mau dinner sama bagas malam ini" ucap viola dengan wajah tersipu
"udah lu siap-siap dari sini aja biar bagas nanti jemput lu kesini, bantuin gue cari ponsel gue dulu" titah kiara
viola terpaksa membantu kiara untuk mencari ponselnya terlebih dahulu
namun mereka tak menemukannya
"coba lu miscall nomor gue" ucap kiara
"nyambung tapi gak kedengeran suara ponsel lu disini" sahut viola
kiara baru ingat dia melemparkan ponselnya di gazebo taman belakang setelah dia menelfon keenan namun tak ada jawaban
kiara bergegas pergi menuju gazebo belakang dan benar saja ponsel kiara memang tertinggal disana
kiara melihat pesan dan panggilan masuk dari keenan banyak sekali
kiara tersenyum membaca isi pesan dari keenan yang terlihat begitu khawatir dengan keadaannya
namun kiara ingin membalas kelakuan keenan dengan mengacuhkannya seharian ini
"biar tai rasa di cuekin sama gue gimana" batin kiara
kiara kembali ke kamarnya karena merasa masih sedikit pusimg dan sedikit lemas
kiara melihat viola yang sedang bersiap-siap untuk pergi makam malam dengan bagas
terlihat pancaran bahagia dari sorot mata viola yang tak pernah kiara lihat sebelumnya
"bahagia banget lu keliatannya jadi dinner sama bagas" tanya kiara
"jadi dong bentar lagi dia jemput kesini" jawab viola
"si denis kok gak ada kabar yak, kemana dia? tanya kiara penasaran
"lagi sibuk pedekate sama cewek dia, makanya lupa sama kita" sahut viola yang masih merias wajahnya agar keliatan cantik di depan bagas
selesai bersiap-siap viola menelfon bagas dan ternyata belum sempat viola menelfon bagas
bagas sudah berada di halaman rumah kiara menunggu viola
vioal berpamitan kepada kiara dengan wajah yang berseri-seri
kiara kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya
ddddrrrttt... dddrrrtttttt... ddddrrrttttt
__ADS_1
suara panggilan masuk dari keenan namun kiara masih mengacuhkannya