
keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
kiara hapal betul dengan sifat cemburuan suaminya dan saat ini sudah jelas keenan sedang di landa kecemburuan yang teramat kepada adrian
meskipun keenan belum mengingat secara gamblang siapa sosok dokter yang terlihat begitu akrab dengan istrinya namun dari cara adrian memperlakukan kiara sudah jelas mereka bukan hanya sekedar teman saja berbeda ketika kiara bertemu dengan justin terlihat raut wajahnya biasa saja tapi kalau saat bertemu dengan adrian ada siratan yang berbeda dari raut wajah kiara seperti ada secuil kerinduan di dalam hatinya saat bertemu kembali dengan dokter tampan itu
kiara hanya diam saja tak berani mengeluarkan suara sepatah katapun saat ini dia lebih memilih mengikuti apapun yang keenan lakukan sekarang bahkan jika keenan membawanya untuk jemput ajal mereka saat ini juga kiara pasrah
berselang satu jam perjalanan keenan dan kiara sampai di basemant apartemen milik keenan
bugghhh
keenan turun dari kursi kemudinya dan membanting pintu mobil begitu kencang
keenan berjalan dengan emosi yang membuncah menuju unit apartemen miliknya tanpa mengajak kiara untuk berjalan bersama dengannya keenan meninggalkan kiara sendirian yang masih duduk manis di dalam mobil keenan
bingung yang kiara rasakan saat ini apakah harus mengikuti keenan masuk ke dalam apartemen atau pergi meninggalkan keenan sendirian yang sedang di selimuti amarahnya
namun pikiran itu langsung di tepis oleh kiara seandainya dia sekarang pergi meninggalkan keenan ke rumah orangtuanya tidak menutup kemungkinan keenan akan bertindak lebih gila dari ini dan tentu saja membuat masalah ini akan semakin rumit dan sulit untuk menemukan jalan keluarnya
akhirnya kiara memutuskan untuk menyusul keenan dengan langkah gontainya menuju unit apartement milik suaminya
kiara masuk ke dalam kamarnya namun tak menemukan keenan disana
kiara juga membuka pintu kamar mandi dan melihat di balkon kamarnya tetap saja keenan tidak ada
keenan menghela nafas panjang memang sulit menghadapi seseorang yang sedang cemburu buta
kiara memutuskan untuk melihat di ruang kerja keenan dan benar saja keenan sedang berdiri menatap ke luar di balik kaca besarnya sembari memegang satu gelas minumannya
"mas" sapa kiara sedikit takut
keenan hanya diam tak menjawab sapaan dari istrinya bahkan melirik ke arah kiara pun enggan
"dia kakak kelasku waktu SMP dulu dan tadi adalah pertemuan pertama ku dengan adrian setelah dia lulus dan melanjutkan sekolahnya di luar negeri tidak ada unsur kesejaan semua serba kebetulan dan aku sama sekali tidak tau kalau adrian bekerja di rumah sakit itu sebagai dokter
adrian gak sengaja menabrak aku dan ponsel aku tiba-tiba jatuh dan pecah dia mencoba menggantinya tapi aku menolak kita hanya ngobrol sebagai teman tidak lebih...
kamu mamu percaya atau tidak terserah yang pasti aku sudah menjelaskan semuanya" kiara menjelaskan panjang lebar entah di dengar atau tidak oleh keenan
__ADS_1
kiara pergi meninggalkan keenan di ruang kerjanya karena merasa kehadirannya tak di hiraukan keenan
kiara masuk ke dalam kamarnya dan ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum bersiap memasak untuk makan siang
kiara sedikit terkejut ketika setelah mandi melihat keenan yang sudah berdiri tepat di depan pintu kamar mandi
"hubungan kamu apa sama dia dulu? hanya sebatas kakak kelas dan adik kelas atau ada hubungan lain?" tanya keenan dengan tatapan tajamnya
"hanya sekedar dekat tidak lebih dari itu" sahut kiara santai dan berjalan menuju walk in closet
"jujur kiara mas gak suka pembohong" keenan berbicara sedikit meninggikan suaranya
"apanya yang bohong? aku udah katakan semuanya terus apa lagi?" kiarapun mulai tersulut emosi
"bukannya justin bilang dia cinta pertama kamu? pasti sulit di lupakan dong kalau cinta pertama" keenan menatap kiara dengan senyuman sinisnya
"kamu lebih percaya justin ketimbang aku?" kiara tak kalah tajam menatap keenan
"oh ya mas seperti melihat ada kerinduan yang tersimpan dari sorot mata kamu buat dokter itu" rahang keenan mulai mengeras dan jari jemarinya mulai terkepal sempurna
"gila kamu mas" kiara segera memakai baju yang sudah dia ambil dari dalam lemarinya
meskipun benar adrian adalah cinta pertama bagi kiara apa artinya untuk sekarang toh kiara juga sudah memiliki cinta yang sebenarnya bukan hanya sekedar cinta sesaat yang bisa hilang kapan saja
kiara berjalan mencoba membuka pintu kamarnya untuk keluar namun keenan menarik tangan kiara kasar dan membuat tubuh kiara tersungkur ke lantai dan kepalanya terbentur ujung nakas
begitulah keenan ketika sedang cemburu dia tidak pernah bisa mengontrol emosinya sekalipun di hadapan wanita yang begitu dia sayangi
"mau kemana kamu, kita belum selesai bicara?" sentak keenan membuat kiara semakin geram dengan tingkah keenan
"pembicaraan apalagi aku sudah jelasin semuanya mas, kamu masih belum percaya sama aku?" kiara menyetuh pelipisnya yang berdenyut akibat terbentur tadi
"apa salah kalau mas cemburu ketika melihat istri mas sendiri ngobrol bersama lelaki lain dengan begitu akrab apalagi sampai memegang tangan kamu segala" keenan semakin mengeluarkan taringnya tidak peduli dengan kiara yang sudah tertunduk di lantai dengan pelipisnya yang terluka
"cemburu kamu tidak beralasan mas, aku sudah menjelaskan sejujur-jujurnya tapi kenapa masih gak percaya sama aku? apa harus kamu melukai aku dulu baru percaya dan menyesal? ternyata semua janji kamu itu bullshit mas setiap kali cemburu pasti bisa bertindak kasar sama istri kamu sendiri" kiara berdiri dengan darah di pelipisnya mulai keluar
keenan membulatkan matanya ketika pelipis kiara mengeluarkan darah
timbul penyesalan di dalam benak keenan karena benar-benar melukai istrinya
__ADS_1
keenan tidak bisa mengontrol emosinya sama sekali
keenan mencoba mendekati kiara untuk membersihkan darah di pelipis kiara yang terus keluar
"kenapa? kamu nyesel karena melihat aku sudah terluka? apa ini yang bisa kamu sebut sebagai cinta? it's so fucking Keenan Adi Wijaya" kiara pergi meninggalkan keenan dengan kekecewaan yang bersarang di hatinya
keenan terdiam membeku mendengar ucapan kiara yang begitu menohok hatinya
keenan bisa merasakan kekecewaan kiara terhadapnya karena tidak bisa untuk mempercayai istrinya sendiri
"maaf... maafin mas sayang" lirih keenan dengan penyesalan yang begitu mendalam
bahkan kata maaf yang sudah keenan katakan hanya di anggap sebagai bualan belaka oleh kiara sudah berapa kali keenan melakukan kesalahan yang sama, sudah berapa kali keenan meminta maaf dan sudah berapa kali juga kiara memaafkan keenan dan selalu keenan mengulangi kesalahan yang sama
cemburu adalah yang sangat wajar dalam setiap hubungan tapi kembali ke dalam diri kita sendiri apakah rasa cemburu kita beralasan atau hanya cemburu buta
bahkan setelah kiara menjelaskan semuanya keenan tetap tak mempercayainya lalu apalah artinya sebuah hubungan kalau tidak saling rasa percaya satu sama lain di dalamnya
cinta boleh tapi jangan sampai rasa cinta yang kita punya membuat kita bodoh dan menutup mata hati kita sendiri
keenan melihat kiara yang sedang membersihkan lukanya di ruang tv keenan mencoba mendekati kiara dan membantu membersihkan luka kiara namun kiara menolaknya
terasa begitu nyeri dengan penolakan kiara namun keenan bisa apa dia sadar betul dengan kesalahannya
"mas minta maaf mas menyesal sayang" lirih keenan yang tak mampu menatap wajah kiara
"basi" kiara tersenyum sinis
"mas tau kesalahan mas sekarang begitu fatal, mas tidak bisa mengendalikan rasa cemburu mas, mas benar-benar minta maaf sayang" keenan ingin menggenggam tangan kiara namun kiara menepisnya
"sudah berapa kali kamu minta maaf dan sudah berapa kali juga kamu mengulangi kesalahan yang sama apakah kejadian waktu kita bulan madu tidak menjadikan kamu pelajaran mas. apa aku harus pergi lagi agar kamu benar-benar bisa sadar dengan kesalahan kamu
kali ini aku benar-benar kecewa sama kamu mas"
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
yang sudah mampir tolong tinggalkan jejaknya ya
terua dukung karya othor biar makin semangat lagi
__ADS_1
happy reading guys