
keenan dan kiara pergi ke sebuah restorant untuk makan malam
mereka berdua tak lepas dari pandangan orang-orang yang berada restoran tersebut
kedua insan yang sedang di mabuk cinta ini tak sungkan memperlihatkan kemeseraan mereka di depan halayak ramai
keenan yang enggan melepaskan genggamannya dari tangan kiara seakan ingin menunjukan pada dunia bahwa kiara adalah miliknya
keenan rela menyuapi kiara asalkan tangannya tetap menggenggam tangan calon istrinya itu
" kamu gak ribet apa mas nyupain sambil pegang tangan aku terus" tanya kiara heran
" engga, biar semua cowok yang ada disini ngeliat kalau sudah ada yang punya " sahut keenan sembari memasukan makanan ke dalam mulutnya
" mereka gak mungkin ngurusin kita, mereka juga gak akan peduli kita siapa" ucap kiara ketus
" kamu gak liat di sekeliling kita? mereka udah ngeliatin kamu sejak kita duduk disini, aku gak mau sampai kamu di lirik cowok lain" sahut keenan menatap lekat kiara
" dasar posesif" hardik kiara
setelah menyelesaikan makan malamnya kiara meminta ijin kepada keenan untuk pergi ke toilet
keenan yang begitu posesif tidak mengijinkan kiara pergi ke toilet sendirian, keenan bersikeras ingin menemani kiara ke toilet namun kiara menolak
" aku bisa sendiri, aku bukan anak kecil mas" ucap kiara yang mulai geram melihat perlakuan keenan kepadanya
" mas takut ada yang gangguin kamu sayang" sahut keenan
" ini tempat rame lho gak mungkin ada yang mau macem-macem sama aku, aneh kamu tuh " kiara melenggang meninggalkan keenan sendiri
seketika wajah keenan berubah masam
entah apa yang terjadi padanya setelah keenan mengetahui kiara sudah mulai mencintainya keenan merasa tidak mau jauh dari kiara walau hanya sedetik saja
beberapa menit berlalu kiara kembali dari toilet
kiara membulatkan matanya ketika dia melihat cewek-cewek ingusan yang mendekati calon suaminya, kiara memperhatikan dari jauh tingkah calon suaminya yang di dekati remaja yang sedang berusaha merayu keenan
" om boleh minta no ponselnya" sahut salah satu remaja yang sedang mengerumuni keenan
kiara berusaha menahan tawanya ketika calon suaminya di kira sebagai om-om yang sedang mencari daun muda
keenan kelihatan seperti sangat tidak nyaman berada di antara anak-anak nakal itu
keenan mencoba pergi namun niatnya terhenti karena sudah ada seorang wanita yang mematung di belakangnya
" baru di tinggal sebentar saja sudah berani godain cabe-cabean " kiara menahan tawanya
wajah keenan memerah seperti kepiting rebus
keenan takut kiara akan marah melihat dia di kerumuni anak-anak ingusan itu
" anak-anak manis tolong pergi dari sini ya, om tampan ini suami kakak... jangan jadi pelakor cilik yaa sayang " ucap kiara kepada salah satu anak itu
" pawangnya dateng... "
" cakep bener bininya ..."
" cabut yuk takut di jambak gue "
sahutan beberapa anak-anak nakal itu dan tanpa menunggu lama mereka pergi meninggalkan keenan dan kiara dengan wajah masam mereka
kiara duduk kembali di depan keenan
keenan enggan melihat wajah kiara yang sejak tadi sudah menahan tawanya
" om tampan kok nunduk aja, ikut neng dangdutan yo " kiara menggoda keenan sembari mengedipkan sebelah netranya
__ADS_1
demi apapun kiara merasa konyol dan dia sudah tidak bisa menahan tawanya yang sejak tadi ingin dia keluarkan
kiara tertawa sampai airmatanya keluar dan perutnya terasa sangat sakit saking tertawa sangat puas
" om... kok diem aja mau neng cium" kiara memanyunkan bibirnya seakan menggoda keenan dan enggan menghentikan tawanya
" puas kamu ngetawain mas? tanya keenan dengan wajah memerah
" puas banget " jawab kiara tertawa
" awas kamu ya " keenan meninggalkan kiara keluar dari restoran
" om makanannya bayar dulu om" teriak kiara dengan suara manjanya
" bayar saja sendiri" jawab keenan ketus
kiara semakin tertawa terbahak-bahak
kiara merasa belum puas menggoda calon suaminya yang sudah terlihat begitu kesal
kiara pun membayar bil yang sudah berada di atas meja
kiara ikut keluar dari restoran tersebut dan segera menyusul keenan yang sedang kesal padanya
kiara tak melihat keberadaan mobil keenan di area parkiran restoran
kiara memutuskan untuk menunggu keenan di lobi restoran namun tetap saja keenan tak menampakam dirinya
" masa sih keenan tega ninggalin gue sendiri disini" batin kiara
kiara mencoba menelfon keenan berkali-kali namum sekalipun tak di jawab
kiara berjalan meninggalkan area restoranitu
berharap keenan masih menunggunya
" kamu sudah pulang mas? aku telfon kok gak di jawab-jawab? kiara mengirmkan pesan kepada keenan namun tak ada balasan
akhirknya kiara memutuskan untuk memesan taksi online namun sialnya tak ada satupun taksi online yang menerima orderannya
kiara berjalan sedikit berharap ada tukang ojek di perampatan jalan
tit... tittt. tiiitttt...
terdengar suara klakson mobil di belakang kiara namun kiara memilih mengacuhkannya namun suara klakson mobil itu semakin menggangu kiara hingga akhirnya kiara berbalik dan ingin memarahi yang punya mobil itu
" berisik... lu ga liat tu jalanan masih gede gitu " umpat kiara
mobil itu pun berhenti dan seseorang di balik kemudinya turun mengsendirian "iara
" kamu... ngapain masih disini" tanya kiara malas
" nunggu kamu lah, masa nunggu cabe-cabean" sahut keenan tersenyum
ternyata mobil yang mengikuti kiara adalah mobil keenan
keenan sama sekali tidak meninggalkan kiara sendirian
keenan sengaj ingin mengerjai kiara dengan pura-pura meninggalkannya
padahal keenan menunggu kiara di sebrang restoran
" aku kira kamu ninggalin aku sendirian" kiara mengerucutkan bibirnya
" gak mungkin lah mas ninggalin kamu sendiri mas cuman sedikit kesel aja makanya pura-pura ninggalin kamu " sahut keenan ketus
" iseng banget sih " kiara mencubit keenan
__ADS_1
keenan meringis sambil tersenyum menatap wajah kiara yang cemberut
" kita pulang yu" ajak keenan menggandeng tangan kiara memasuki mobil sport miliknya
********
sesampainya di rumah, kiara langsung mencari keberadaan kedua orang tuanya
kiara berniat untuk membicarakan rencana pernikahannya dengan keenan
papi krisna dan mami linda yang sedang duduk di halaman belakang rumah mendengar suara teriakan kiara langsung meminta bi tuti untuk menyuruh kiara dan keenan menyusulnya ke teras belakang rumah
" non... di tunggu nyonya sama tuan di teras belakang " ucap bi tuti sambil menunjuk ke arah teras belakang
" iya bi... makasih" kiara tersenyum
*********
keenan dan kiara bergegas menemui kedua orang tua kiara
mereka ingin segera menyampainkan niatnya apalagi keenan
keenan langsung menciumi punggung tangan calon mertuanya itu
lalu mereka duduk di atas gazebo pinggir kolam renang rumah papi krisna
" om,, tante... saya mau membahas masalah pernikahan saya dengan kiara, baru saja kita membahas masalah ini dan ternyata kiara sudah siap jika pernikahan kita di percepat " ucap keenan
" kamu serius kiara? tidak sedang mempermainkan kami semua kan? " tanya papi krisna sembari menatap wajah kiara
" demi allah kiara serius pi, mana mungkin kiara bermain-main dengan pernikahan yang begitu sakral " kiara meyakinkan papi krisna
" baiklah kalau begitu besok malam kedua orang tua kamu undang makan malam disini keenan, kita akan menentukan tanggal yang tepat untuk pernikahan kalian " titah papi krisna kepada keenan
keenan menggangguk sembari tersenyum
" kalian sudah makan? tanya mami linda
" sudah mi barusan aku abis dinner pertama sama keenan" bisik kiara kepada mami linda
mami linda tersenyum begitu bahagia melihat putri semata wayangnya sudah menemukan pria yang tepat untuk jadi imamnya
sedikit banyak perubahan dalam diri kiara pun mulai terlihat bisa jadi karena aura positif sari keenan yang menular ke dalam diri kiara
" yasudah kalian kalau masih mau mengobrol silahkan, mami sama papi mau istirahat dulu" ucap mami linda sembari pergi meninggalkan keenan dan kiara untuk beristirahat "
tak lama bi tuti datang dengan membawa teh manis hangat dan cemilan kesukaan kiara
keenan dan kiara saling tatap,
sebetulnya masih ada rasa penasaran di hati keenan tentang perasaan kiara terhadapnya karena sampai saat ini keenan mendengar secara langsung ungkapan cinta dari mulut kiara
keenan menggenggam tangan kiara begitu erat, keenan menatap kiara seperti seorang polisi yang sedang melakukan penyidikan
" sayang,, mas mau nanya sesuatu dan mas mau kamu jawab jujur dari lubuk hati kamu bukan karena paksaan "
" nanya apa mas" kiara menjawab dengan begitu lembut
"mmmm, kamu mau menikah sama mas karena cinta atau terpaksa" tanya keenan kepada kiara dengan tatapan tajam
kiara terdiam ketika mendengar pertanyaan yang di berikan oleh keenan
apakah harus kiara mengungkap rasa cintanya sebelum mereka menikah
#### **Mohon dukungannya ya para readers biar author lebih semangat lagi nulisnya
jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan vote nya
__ADS_1
happy reading**##