
keenan terpaksa meninggalkan rumah kiara dengan perasaan campur aduk
tinggal lebih lama disana pun percuma kiara tak kan menganggap dia ada selagi emosinya belum meredam
pukul 14:15
keenan menuju kantornya dengan pakaian santai dan kacamata hitam yang dia kenakan
keenan tak ingin pulang ke rumah tanpa membawa kiara
kedua orang tuanya pasti akan curiga kalau keenan pulang sendiri karena sejak semalam kiara berjanji akan berkunjung ke rumah orang tua keenan
keenan memasuki ruangan di kantornya dengan wajah frustasi
keenan berpikir bagaimana caranya bisa meluluhkan hati kiara dengan cepat
karena waktu pernikahan mereka yang semakin mepet tidak mungkin keenan membiarkan hubungannya dengan kiara merenggang terlalu lama
apalagi persiapan mereka belum terealisasikan satupun
"aaaaaaarrrrrrrgggggghhhhhhh " keenan memukul meja kerjanya dengan amarah yang membuncah
bagas yang mendengar suara teriakan keenan merasa bahwa keadaan bosnya saat ini sedang tidak baik-baik saja
bagas bergegas memasuki ruangan bosnya itu
" bos lu kenapa? bukannya hari ini lu udah minta gue handle semua kerjaan, kok malah ke kantor " tanya bagas heran
" gue ribut lagi sama kiara, dan sekarang lebih parah dari kemaren, dia sama sekali gak mau ngomong sama gue bahkan ngeliat muka gue aja dia gak mau " keenan menghela nafas kasar
" ribut kenapa lagi? kalau mau menjelang hari H memang suka banyak banget ujiannya bos, lu harus bisa menyelesaikan itu semua dengan kepala dingin jangan dengan emosi " bagas mencoba memberi pengertian kepada bosnya
" sok tahu lu, kayak yang pernah nikah aja " jawab keenan ketus
" itu juga kata emak gue bos, beliau kan lebih berpengalaman dalam urusan hidup " sahut bagas polos
sementara kiara masih dengan perasaan kesalnya dia lebih memilih mengurung diri di kamarnya tanpa harus bertemu dan berbicara dengan siapapun
bahkan ponselnya pun dia non aktifkan, kiara tidak mau siapapun ada yang menggangu dirinya
" dasar bocah, cemburuan tingkat dewa gak bisa ngeliat sikon, pengen gue cakar aja tuh muka rasanya " umpat kiara dalam hatinya
lama kiara meluapkan emosinya dengan ngomel-ngomel sendiri akhirnya kiara pun tertidur dengan keadaan pintu kamar di kunci dari dalam
keenan dan bagas masih dengan pemikirannya masing-masing
keenan sama sekali belum menemukan ide untuk memperbaiki hubungannya dengan kiara
__ADS_1
sedari tadi keenan mengirimkan beberapa pesan kepada kiara namun tak ada satupun pesan yang di respon oleh kiara bahkan di baca saja tidak
keenan memutuskan untuk menelfon kiara namun ternyata nomor ponsel kiara tidak bisa di hubungi
" shiittttt, ponsel kiara gak bisa di hubungi " keenan melempar ponsel miliknya ke sembarang arah
" emang masalahnya apa bos, kali aja gue bisa ngasih solusi gitu " tanya bagas
" kiara sibuk sendiri dan nyuekin gue, dia sibuk sama ponselnya dan bodohnya gue berpikir dia lagi bertukar pesan dengan cowok lain, padahal dia lagi ngeliat konsep buat pernikahan kita makanya dia senyum-senyum sendiri dan yang paling parah hari ini kita rencana foto prewed tapi semuanya gagal karena gue udah ngebuat mood kiara hancur " sahut keenan menyesali perbuatannya
" elu mah kayak bocah bos, jelas aja kiara marah banget sama elu. makanya cemburunya kurang-kurangin tanya dulu baik-baik jangan maen ngambek aja, nyesel kan lu sekarang " bagas yang ikut kesal dengan tingkah bosnya yang seperti anak kecil
" pergi aja lu dari sini bukannya ngasih solusi malah ikut-ikutan nyudutin gue " keenan mengacak rambutnya frustasi
akhirnya keenan berpikir untuk meminta bantuan denis dan viola
keenan meminta mereka berdua untuk menemuinya di sebuah cafe dekat kantor keenan
keenan bergegas meninggalkan kantornya
bagaa yang tak habis pikir melihat tingkah bosnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala
" dasar bos ajaib, untuk aja lu sahabat gue kalau bukan gue udah ngajuin surat pengunduran diri sejak lama" batin bagas
keenan yang baru sampai di cafe x segera mencari keberadaan denis dan viola
mereka duduk dan memesan minum beserta cemilan terlebih dahulu
keenan langsung saja menceritakan rencananya kepada kedua sahabat calon istrinya itu
viola yang tak tahu pertengkaran kiara hanya melongo seperti sapi ompong
keenan membicarakan kembali rencananya dengan denis untuk foto prewed ulang besok
keenan meminta denis untuk menyiapkan semuanya mulai dari kostum dan peralatan lainnya harus di siapkan dengan sempurna
hanya saja keenan meminta lokasi yang berbeda dengan yang kemarin
keenan ingin lokasi yang berada di dekat danau dan kelilingi pohon-pohon
karena kiara sangat suka dengan danau
keenan meminta denis untuk menyiapkan properti tambahan lain agar tempatnya terlihat begitu romantis
sementara untuk viola, keenan menyuruh viola untuk pura-pura membujuk kiara mengantar dirinya ke suatu tempat dan pastikan kiara harus mau jangan sampai menolak
keenan ingin menebus semua kesalahannya dan berharap agar kiara bisa memaafkannya dengan memberikan kejutan foto prewed yang kiara inginkan
__ADS_1
mereka semua pergi meninggalkan cafa itu dan bersiap-siap dengan misinya masing-masing
keenan memutuskan pulang ke apartemennya dan dia memberi kabar kepada kedua orangtuanya bahwa kiara tak jadi berkunjung karena ada urusan kampus sampai menjelang magrib
*******
pukul 20:30
kiara terbangun dan merasakan perutnya keroncongan dia bergegas pergi ke ruang makan
rumah kiara terasa sangat sepi tak terdengar suara mami papi nya sama sekali
" bi... papi mami kemana? kok sepi banget, udah tidur? tanya kiara
" nyonya sama tuan sejak tadi pagi belum pulang non katanya lanjut ke luar kota karena ada pekerjaan mendadak, besok sore pulang katanya " jawab bi tuti
" kok gak ngabarin gue sih " batin kiara
setelah selesai makan kiara pergi ke kamarnya lagi
kiara bahkan lupa kalau ponselnya sedari siang dia matikan
kiara menghidupkan kembali ponselnya
banyak sekali pesan dan panggilan masuk ke dalam ponselnya
kiara bergegas menghubungi mami nya untuk memastikan ucapan bi tuti
setelah mengobrol cukup lama kiara mematikan sambungan telfon dengan maminya
dddddrrrttttt.... dddddrrttttt...
" com lu kemana aja sih, dari siang gue telfonin gak bisa terus" ucap viola di balik sambungan telfonnya
" dari siang gue tidur ponselnya sengaja gue matiin biar gak ada yang ganggu" sahut kiara
" besok pagi kita nemuin vendor yang kemaren gue ceritain yak, mau nentuin konsep buat pernikahan elu " ajak viola
" iyee, besok gue jemput jam 8 yak " jawab kiara sembari mematikan panggilan telfonnya
suasana hati kiara saat ini sudah membaik dan sudah sedikit menghilangkan rasa kekesalannya kepada keenan
kiara membaca pesan dari keenan yang begitu banyak masuk ke dalam ponselnya
kiara tersenyum karena ulah keenan yang begitu membuat suasana hatinya naik turun seperti rollercoaster
kiara memilih mengacuhkan pesan dari keenan dia membiarkan keenan tersiska karna hampir satu hari kiara tak memperdulikan keenan
__ADS_1
" biar tahu rasa lu, frustasi kan lu udah gue kacangin" umpat kiara ke arah ponsel miliknya