
keenan yang masih kesal karena merasa telah di kerjai oleh asistennya sama sekali tak ingin melakukan apapun dia hanya ingin pulang melihat senyuman manis istrinya yang tentu saja bisa dengan mudah mengubah rasa kesalnya saat ini
"sayang lagi apa? aku kangen"
lama keenan menunggu balasan pesan dari istrinya namun nihil kiara sama sekali tak membalas pesan dari keenan
keenan mengumpat karena rasa kesal di hatinya semakin bertambah
bagas datang dengan membawa dua cangkir kopi hitam ke ruangan keenan
keenan hanya menatap wajah bagas malas dan kembali menatap layar ponselnya
"sorry bos jangan ngambek gitu lah, kayak anak gadis yang di paksa nikah sama juragan tua bangka" bagas mencoba menggoda keenan
"lu melucu gas? gue gak tertarik sama sekali" sahut keenan dengan wajah datarnya
"gue gak ngelucu cuman menghibur saja" bagas terkekeh sembari menyeruput secangkir kopi di tangannya
"lu mau ngeracunin gue dengan kopi ini?" sahut keenan menatap bagas
" gue masih waras bos tapi ide lu boleh juga kenapa tadi gak gue masukin sianida aja ke dalam kopi lu" bagas terbahak
"kurang ajar" sahut keenan menyeruput kopi pemberian bagas
saat ini apartement keenan sudah terlihat berbeda lebih menarik dan lebih nyaman dan tentu saja lebih banyak hiasan dinding yang nenambah kesan lebih hidup dalam apertement keenan yang semula datar-datar saja
di ruang utama di pajang foto preweeding keenan dan kiara sedangkan foto pernikahan mereka di pasang di kamar dengan ukuran yang begitu besar
kiara berharap semoga keenan menyukai perubahan apartemennya tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada suami tampan nya itu
pukul 16:00
kiara sudah menyelesaikan beberapa masakannya dan siap untuk di hidangkan di atas meja makan
tak lupa kiara juga mengundang amanda untuk makan bersama sekalian memberi kejutan kepada sahabatnya ketika bangun tidur
"wah luar biasa kak, apartemennya makin nyama sekarang, kakak hebat" amanda berdecak kagum atas hasil make over kiara dan kedua sahabatnya
"kakak juga di bantu viola sama denis kok, oh ya kamu sudah ijin sama mama papa kamu kan?" tanya kiara kepada amanda
amanda mengangguk sembari duduk di samping denis yang masih tertidur pulas
amanda memperhatikan beberapa foto bertiga antara kiara, viola dan denis
mereka terlihat begitu bahagia dalam foto tersebut memencarkan aura kasih sayang yang begitu tulus dalam persahabatan mereka
amanda menatap denis yang terlihat semakin tampan meskipun dalam keadaan sedang terlelap
__ADS_1
"so cute" guman amanda tersenyum menataap denis
"hey anak manis, kamu naksir sama si biang rusuh ini ya" celetuk viola yang tiba-tiba duduk di samping amanda
"kakak" amanda menunduk malu dengan todongan viola
"gapapa kalau naksir juga, kakak restuin kok tapi jangan terburu-buru ngeliatin kalau kamu juga suka sama si kampret ya, bisa besar kepala dia di taksir cewek imut kayak kamu" viola menjawil dagu amanda gemas
amanda menunduk malu sekaligus senang mendengar ocehan amanda
amanda tersenyum penuh arti menatap kiara dan viola yang sedang menyiapkan makanan di atas meja
amanda menatap kagum kepada dua wanita yang terlihat begitu cantik dan berhati baik
terlihat dari cara keduanya memperlakukan amanda begitu hangat layaknya perlakuan kepada seorang adik
"sepertinya aku sudah mempunyai dua kakak perempuan yang menyayangiku" batin amanda
keenan sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini di kantor dan bersiap untuk segera pulang karena ada istri tercintanya yang menunggu di rumah
bagas menghampiri keenan yang keluar dari lift dan berjalan ke arah lobby
"bos gue balik ke apartement elu yak" ucap bagas yang mengikuti langkah bosnya
"lu mau jadi nyamuk ngintilin gue mulu" sahut keenan ketus
"idih males... gue mau jemput viola dia lagi di apartement elu katanya" hardik bagas berjalan menuju parkiran mobil
ddddrrrtt..... ddddrrrtt.... dddrrtttt...
"***sayang kok baru ngabarin mas"
"maaf tadi aku lagi masak gak megang ponsel mas, kamu dimana sekarang udah jalan pulang belum?"
" ini baru jalan yang, sama bagas juga"
"yasudah aku tunggu di rumah ya, hati-hati suamiku***"
keenan menutup panggilan telfonnya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya
keenan sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan istri cantiknya
entahlah semenjak menikah keenan lebih senang bermanja-manja dengan kiara
kalau bisa memilih keenan hanya ingin menghabiskan waktu sehariannya di rumah tanpa harus mengurusi pekerjaannya di kantor
denis mengerejapkan matanya karena mendengar cuitan para wanita yang sedang berghibah ria
__ADS_1
denis belum menyadari keadaan amanda disana
"pada berisik banget lu ******, ganggu gue mimpi indah aja" denis melemparkan bantal ke arah viola dan kiara namun keduanya menghindar dan tepat mengenai wajah amanda
"kakak" amanda meringis merasa perih pada matanya
"amanda kamu disini juga" teriak denis kaget
"gausa lebay oncom, gue yang ngundang amanda kesini biar lu gak jadi obat nyamuk" kiara melemparkan bantal tepat di wajah khas bangun tidur denis
"maaf kakak gak sengaja, sakit ya" denis menghampiri manda dengan wajah bersalahnya dan mengelus lembut wajah amanda
"perih tau" sungut amanda memukul lengan kekar denis
kiara dan viola menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya yang sudah bucin akut dengan amanda
meskipun mereka belum resmi berpacaran namun terlihat jelas sorot mata keduanya mempunyai rasa yang sama
entah apa yang di tunggu denis kenapa sampai saat ini belum mengutarakan perasaannya kepada amanda
keenan dan bagas berjalan ke unit apartement keenan dengan pesona yang berbeda
keenan yang selalu menggunakan kacamata hitamnya sedangkan bagas lebih terlihat cool tanpa menambah aksen di tubuhnya dengan barang apapun
keenan menekan pin yang hanya dia dan kiara saja yang bisa mengaksesnya untuk masuk ke dalam unit apartement miliknya
keenan membuka kaca mata hitam dan membulatkan matanya ketika melihat setiap ruang apartementnya yang begitu berbeda dari sebelumnya
"sayang" kiara menghamburkan tubuhnya untuk memeluk keenan dan mencium punggung tangan keenan
"kamu yang ngerubah ini semua" tanya keenan penasaran tanpa melepaskan pelukannya
"heem, di bantu viola sama denis juga" tunjuk kiara kepada kedua sahabatnya yang sedang bersantai di temani amanda
"amanda kamu disini juga" tanya keenan menatap amanda kaget
"kak kia ngundang aku kesini kak, jangan berpikir yang macam-macam" sentak amanda yang secara tidak langsung menahan keenan untuk menyalahkan denis
keenan dan bagas masuk ke dalam apartement dengan berdecak kagum melihat hasil kerja istrinya dan kedua sahabatnya
keenan menghampiri foto prewedding mereka yang dimana denis dan viola berada dalam foto itu
"sayang foto pernikahan kita kok gak di pasang sih" tanya keenan sok tau
kiara menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamarnya dan melihatkan foto pernikahan mereka yang begitu besar di pajang tepat di atas tempat tidur mereka
"waaawwww perfect" ucap keenan kagum
__ADS_1
"kamu suka mas" tanya kiara menatap wajah keenan
"sangat, terima kasih sayang" keenan mengecup bibir kiara dengan lembut