
setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya semua rombongan keluarga besar keenan dan kiara sudah sampai di kediaman masing-masing
namun berbeda dengan bagas yang langsung menunjukan keseriusannya kepada viola
bagas langsung menemui kedua orang tua viola untuk meminta restu
rasa lelahnya tak sedikitpun mengurungkan niat baiknya untuk melamar viola secara pribadi
rasa gugup begitu terlihat di wajah bagas
bagas menarik nafas panjang
jantungnya terasa berdetak begitu kencang karena memang baru pertama kali bagas jatuh cinta dan sekaligus menjadikan cinta pertamanya sebagai pelabuhan terakhir cintanya
bagas masuk ke dalam rumah viola dengan perasaan yang sulit untuk di lukiskan
"selamat malam om, tante" sapa bagas sembari mencium punggung tangan kedua orang tua kiara
"malam... silahkan duduk" papa viola mempersilahkan tamunya untuk duduk
sementara viola meninggalkan bagas sejenak untuk pergi ke kamarnya karena ingin membersihkan tubuhnya yang begitu lengket
"maaf mengganggu waktunya malam-malam om sama tante" sahut bagas sedikit gemeteran
"tak apa lagian ini masih jam delapan malam, kamu teman kuliahnya viola atau gimana? tanya papa viola
"buu...kan om saya asisten pribadi suaminya kiara di kantor, sahabatnya viola" jawab bagas gugup
"oh sudah kerja... baguslah berarti gak akan membawa viola untuk bolos kuliah...
gimana acara pernikahan kiara? om sama tante gak bisa ikut hadir disana karena baru pulang dari luar kota tadi siang" timpal papa viola
"acaranya berjalan lancar om semua keluarga, rekan bisnis bos keenan dam sahabat-sahabat kiara hadir semua disana" sahut bagas
ternyata berbicara dengan kedua orang tua viola tak seburuk yang bagas pikirkan
memang wajah papa viola terlihat begitu sangar tapi hatinya tak sesangar wajahnya
bahkan mama viola tak banyak berbicara hanya duduk manis saja di samping suaminya
"pa... bagas mau bicara penting sama papa mama" ucap viola yang baru datang dari kamarnya setelah selesai mandi
"bicara apa bukannya dari tadi sudah banyak bicara" sahut papa viola terkekeh
viola mengerucutkan bibirnya karena mendapat ledekan dari sang papa
"bi minumnya mana kok lama sekali" teriak mama viola kepada bibi di rumahnya
akhirnya bi asih datang membawakan minuman dan bebramerapa cemilan untuk bagas
"silahkan di minum nak bagas" titah mama viola
__ADS_1
bagas mengangguk sembari tersenyum kikuk
bagas menghela nafas benar-benar rasanya seperti penjahat yang sedang di introgasi polisi
"mau bicara apa? sepertinya sesuatu yang penting" tanya papa viola
"mmmm... begini om tante saya ingin melamar viola untuk menjadi istri saya, saya harap om dan tante bisa merestui hubungan kami dan menerima lamaran saya
nanti saya akan datang kembali bersama kedua orang tua saya setelah kepulangannya dari kuar negri" sahut bagas to the point
kedua orang tua viola saling menatap satu sama lain
mereka seperti mimpi baru pertama kali kedatangan tamu laki-laki dan langsung melamar putrinya
benar-benar di luar dugaan mereka
"kalau memang nak bagas serius dengan ucapan nak bagas barusan, kami tunggu kedatangan kedua orang tua nak bagas kesini baru kami akan memutuskan menerima lamaran nak bagas apa tidak" ucap mama viola tegas
"tapi mama sama papa restuin hubungan kita kan?" tanya viola menatap tajam kedua orang tuanya
"tapi pacaran yang bener jangan melampaui batas" jawab papa viola
akhirnya bagas bisa bernafas lega sekarang meskipun lamarannya belum di terima tapi setidaknya kedua orang tua viola sudah merestui hubungan mereka
senyuman bahagia terpancar dari wajah keduanya
tak berselang lama akhirnya bagas pamit pulang selain sudah semakin malam dan badan bagas terasa begitu lelah ingin segera dia merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang empuk miliknya
viola mengantarkan bagas sampai teras depan rumah
"sayang aku pulang ya, kamu juga langsung tidur pasti capek banget" bagas mengelus rambut viola lembut
"iya, kamu hati-hati ya sampai rumah langsung istirahat juga" sahut viola
bagas mencium kening viola dan bergegas masuk ke dalam mobil miliknya
bagas melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah viola
viola masuk ke dalam rumah ketika mobil bagas sudah menghilang dari pandangannya
🍁🍁🍁🍁🍁
keenan dan kiara baru sampai di apartement milik keenan
mereka langsung masuk ke dalam lift karena ingin segera beristirahat di dalam kamarnya
ting....
pintu lift pun terbuka
keenan dan kiara segera membuka kunci kamarnya dan segera merebahkan tubuh mereka di atas ranjang empuk milik keenan
__ADS_1
"sayang mau mandi dulu gak?" tanya keenan yang sudah terbaring di atas ranjangnya
"aku capek banget mau langsung istirahat aja ya" jawab kiara yang sudah mulai memejamkan matanya karena kelelahan
"yaudah kamu tidur aja, mas mau bersih-bersih dulu sambil mau cek kerjaan yang sempet tertunda" sahut keenan beranjak untuk ke kamar mandi
"kamu gak cape mau terus cek pekerjaan kamu, besok aja sayang kamu harus istirahat" timpal kiara
keenan tersenyum mendengar perhatian kecil kiara kepadanya
dia benar-benar merasakan kebahagiannya sebagai sepasang suami istri baru yang harmonis
keenan mengurungkan niatnya dan kembali membaringkan tubuhnya di samping kiara
terdengar suara dengkuran kecil dari mulut kiara yang membuat keenan semakin gemas kepada istrinya
"pasti capek banget tidurnya sampai mendengkur gitu....
good night my wife" keenan bergumam sembaru mengekus lembut rambut kiara
sementara mami yasmin dan papi adi merasa begitu khawatir karena keenan dan kiara belum sampai rumah sampai selarut ini
mereka mencoba menghubungi kediaman rumah orang tua kiara namun keenan dan kiara tak ada di rumah kedua orang tua kiara
"coba kamu telfon keenan mi tanyakan sedang dimana mereka berdua sekarang" titah papi adi
dddrrttttt.... ddrrrttt... dddrttttt...
keenan yang baru mau memejamkan matanya langsung terbangun karena mendengar suara panggilan telfon dari mami nya
"iya mi... kenapa?" sahut keenan yang menjawab telfon dari mami yasmin
"kamu dimana sayang? kenapa belum sampai rumah jam segini" tanya mami yasmin khawatir
"aku sama kiara pulang ke apartement mi maaf aku gak sempet ngabarin mami sama papi dulu" jawab keenan
"dasar kamu itu... yasudah kalian istirahat saja mami juga mau istirahat" sahut mami linda yang menutup panggilannya telfonnya
keenan pun langsung menyusul kiara yang sudah lebih dulu menjemput mimpinya
hari ini benar-benar menjadi hari paling melelahkan bagi semuanya
bagas pun yang sudah sampai di apartementnya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang
tak ada niat untuk bersih-bersih terlebih dahulu bagas memilih untuk langsung tidur karena rasa kantuknya sudah tidak bisa untuk di tahan lagi
************
## masih menunggu dukungannya para readers mohon like, komen dan vote nya ya
happy reading guys"
__ADS_1