Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Bencana Bulan Madu


__ADS_3

"siapa yang sudah gila aku atau kamu?" keenan mulai mengeluarkan amarahnya dan berani membentak kiara


"kamu bentak aku mas" tanya kiara dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca


"ya... kenapa kamu tidak terima?


apa dengan melihat kamu di peluk pria lain di depan umum suamimu ini bisa terima? bahkan aku tidak tau pria itu siapa dan ada hubungan apa denganmu" ucap keenan dengan nada bicara yang tinggi


"aku minta maaf, aku salah" ucap kiara tak berani melihat sorot mata keenan yang seakan-akan ingin melahapnya hidup-hidup


"selalu seperti ini, kamu sadar gak status kamu sekarang itu sebagai apa? seharusnya kamu tau batasan dengan siapa kamu sedang berhadapan? kita nikah bahkan belum genap satu bulan tapi kita selalu bertengkar" keenan mengeluarkan semua isi hatinya kepada kiara


"dia teman lamaku mas, dia yang tiba-tiba memelukku, justin tidak tau kalau aku sudah punya suami, kita sudah sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu dan tidak pernah ada kabar, kita ketemu barusan tidak sengaja" kiara mencoba menjelaskan agar keenan percaya padanya


keenan mengusap kasar wajahnya amarahnya begitu menggebu-gebu mengingat kembali percakapan antara kiara dengan justin yang begitu akrab apalagi saat justin dengan tiba-tiba memeluk kiara dan dengan wajah tengilnya justin sama sekali tak membalas uluran tangan keenan untuk memperkenalkan dirinya


itu sama saja dengan tidak menghargai keenan sebagai suami kiara


"aaaaaaaaarrrrrggggghhhhhh" teriak keenan frustasi


"sudahlah mas jangan marah-marah lagi aku tau kamu cemburu tapi jangan berlebihan seperti ini, aku kan sudah menjelaskan semuanya" kiara menggenggam erat tangan keenan agar amarahnya sedikit mereda


namun keenan menepiskan tangan kiara dengan sangat kasar dan membentur setir mobil


kiara meringis karena sedikit terasa sakit di bagian jari-jarinya


keenan tak memperdulikan dengan wajah kiara yang terlihat menahan sakit


kiara memalingkan wajahnya ke samping pintu mobil dengan airmata yang mulai menetes di pipi mulusnya


"kamu harus sadar diri kalau sudah menjadi seorang istri, kamu harus bisa menghargai perasaan suami kamu saat sedang bersama dengan suami kamu ataupun tidak bukannya malah di jadikan kesempatan. seperti wanita murahan saja" ucap keenan yang masih dengan amarahnya


namun tanpa keenan sadari ucapan keenan begitu melukai hati kiara yang menyamakan dirinya seperti wanita murahan


"mas jaga bicaramu" bentak kiara dengan suara bergetar dan menahan tangisnya


"kalau kamu tidak mau di sebut wanita murahan jaga perilakumu" hardik keenan

__ADS_1


kiara yang sudah tidak tahan dengan ucapan suaminya memilih untuk keluar dari mobil karena sejak perdebatannya keenan belum sempat melajukan kembali mobilnya


"kamu mau kemana?" tanya keenan dengan sorot matanya yang begitu tajam


"gak usah sok peduli dengan wanita murahan kayak gue" kiara menutup pintu mobil dengan begitu kencang


"ya Tuhan apa ucapanku sudah keterlaluan" gumam keenan dan mengusap kasar wajahnya


kiara berjalan menelusuri jalan dengan hati yang begitu berkecamuk rasa kecewa dan sakit hati bercampur menjadi satu


kiara tidak menyangka keenan akan berkata sekasar itu hanya karena dia sedang cemburu


kiara menangis sesenggukan sampai kedua matanya begitu sembab


kiara malas untuk pulang ke hotel kalau hanya untuk kembali bertengkar dan mendengar ucapan keenan yang begitu menusuk di hatinya


keenan yang masih diam dan tidak melajukan mobilnya berpikir sejenak untuk menyusul kiara atau tidak


malam semakin larut tidak dapat di pungkiri keenan begitu khawatir dengan keselamatan kiara apalagi saat ini mereka berada di kota lain bukan sedang di kota kelahiran mereka


akhirnya keenan menyusul kiara yang belum lama meninggalkannya


"sayang masuk kita pulang ke hotel" ajak keenan dari dalam mobil


kiara terus berjalan tanpa mendengarkan apa yang di suruh oleh keenan


"kiara azalea wiryatama cepetan masuk, kamu tidak takut malam-malam begini keluyuran sendirian" bentak keenan tanpa sengaja


akhirnya kiara berhenti dan menatap ke arah keenan dengan wajah sembabnya karena sudah menangis


"mau lu apa? bentar baik, bentar ngebentak gue, lu pikir gue gak punya hati hahh? lu gak usah peduliin gue cabut aja lu sendirian ke hotel apa gunanya gue kalau cuman buat di bentak dan di maki-maki sama suami yang katanya sayang sama gue tapi kenyataannya cuman sampah" kiara melepaskan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya


keenan turun dari mobil dan menghampiri kiara


keenan bermaksud untuk memeluk kiara namun secepat kilat kiara menghindar


"lu gak usah meluk cewek murahan kayak gue, nanti lu bisa alergi" bentak kiara dan pergi meninggalkan keenan menaiki taksi yang kebetulan lewat di hadapannya

__ADS_1


"gue udah salah besar, bodoh, bodoh, bodoh.... " keenan mengumpati dirinya karena menyesal telah melukai perasaan istrinya yang baru dia nikahi


keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju hotel berharap kiara pulang ke hotel dan sedang menunggunya


namun sesampainya di kamar hotel keenan tak menemukan kiara


keenan mencari kiara ke setiap ruangan di dalam kamarnya namun tetap saja kiara tidak ada disana


"sayang kau kemana" lirih keenan dengan penyesalan di dalam hatinya


keenan berlari ke luar hotel dan mencari keberadaan istrinya sembari berusaha menelfon kiara


"shitttt.... kenapa gak di angkat" umpat keenan memukul setir mobilnya


keenan teringat kalau dia memasang pelacak di ponsel kiara namun sayangnya saat ini ponsel kiara telah mati dan nomornya pun tidak aktif


keenan semakin frustasi mencari keberadaan istrinya yang entah dimana sekarang


"kenapa acara bulan madu gue jadi bencana gini sih" keenan mengacak rambutnya dia sudah bingung mencari kemana lagi untuk menemukan istrinya


"dan kenapa setiap gue cemburu gue bisa nahan emosi gue" keenan semakin frustasi rasa takut akan kehilangan kiara kini melintasi pikirannya


keenan terus menelusuri setiap jalanan dengan mengendarai mobilnya begitu lambat


keenan melirik ke kanan dan ke kiri melihat ke setiap tempat yang dia lewati tetap saja dia tak menemukan kiara


akhirnya keenan berhenti di sebuah pantai yang jaraknya tak begitu jauh dari hotel tempatnya menginap


berharap kiara juga akan datang ke pantai itu karena kiara sangat menyukai suara deburan ombak saat suasana hatinya sedang kacau


keenan keluar dari mobil dan berjalan menyusuri sisi pantai dan tak henti-hanti menghubungi kiara lewat panggilan telfonnya


keenan begitu cemas takut hal yang tidak baik menimpa istrinya


"kenapa gue melakukan kesalahan sampai berulang kali" keenan tak henti-henti mengutuki dirinya sendiri


ddddrrrttt..... dddrrrtttt.... dddrrrrttttt

__ADS_1


suara panggilan masuk keenan buru-buru menjawabnya karena dia berpikir kalau itu panggilan masuk dari istrinya


"sayang kamu dimana? aku minta maaf" keenan menjawab panggilan masuk itu tanpa melihat siapa nama kontak yang sudah menghubunginya


__ADS_2