Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 10


__ADS_3

Selamat membaca


Rintikan hujan terdengar sangat deras hingga gemuruh petir mulai menyambar .


Nerin yang baru saja keluar dari kamar mandi di buat terperanjat


cetar derrrr


" astaghfirullah " Nerin mengelus dadanya


tiba tiba ada perasaan khawatir menyelimuti dirinya


saat ia ingin masuk ke kamar terdengar suara ketukan pintu


" hais siapa sih . malam malam begini masih saja mau bertamu " grutu Nerin


tapi tetap saja Nerin melangkahkan kakinya menuju pintu


ceklek


" jika ada sesuatu lebih baik besok saja " ujar Nerin


kebetulan listrik sedang padam jadi Nerin tak melihat jelas orang tersebut


Namun terdengar rintihan seseorang yang menahan dingin membuat Nerin mengurungkan niatnya untuk menutup pintu


* eh kok apa mas arya ya " batin Nerin menebak


" yang " panggil Erlangga takut takut Nerin masih marah lalu mengusirnya lagi


" loh mas . ko kesini sih . kirain mau pulang " ujar Nerin


* mas boleh juga " batin Erlangga tersenyum

__ADS_1


" ngenip sisi boleh ya " ujar Erlangga penuh harap


" emm , ayo masuk . baju kamu basah tidak ?? tanya Nerin menebak


" iya nih " Rintihan Erlangga semakin meningkat


" tunggu dini , aku mau cari senter dulu "


" ok "


tak lama kemudian Nerin membawa senter dan juga handuk


" ini handuk untukmu . dan pakeannya " lalu Nerin meraih tangan Erlangga menuntunnya menuju kamar mandi


* rasa begitu nayaman jika bersama mu Ner " batin Erlangga tersenyum bahagia * semoga kita selalu bersama " batin Erlangga lagi senyum di sudat bibirnya semakin mengembang


hujan diluar sudah mulai reda gemuruh pertir pun sudah tak terdengar lagi dan listrik pun sudah menyala membuat gadis itu lega


* apa dia sakit " batin Nerin reflek langsung saja menempel kan punggung tangan di dahi Erlangga untuk memastikan panas atau tidak


" terima ...." ucapkan Erlangga tertahan


" bentar aku mau cari obat dulu . apa kamu sudah makan malam ? tanya Nerin


" belum " jawab Erlangga serta mengelengkan kepala


" kenapa kau ceroboh . apa kau sengaja ingin sakit , agar aku simpati denganmu begitu !!! bentak Nerin sangat marah


" ti... tidak seperti itu " ucapan Erlangga tergagap gagap mendengar bentakan Nerin yang memarahinya


" lalu " bentuk Nerin sudah tak bisa menahan amarahnya " kau ingin aku merasa bersalah begitu karena aku meninggalkan mu tadi " lanjut Nerin menggebu gebu tetapi tangannya itu sangat terampil menyiapkan makan yang belum sama sekali tersentuh untuk di panaskan dan mengambil kotak p3k mencari obat penurun panas


" maaf " Erlangga pasrah

__ADS_1


" ah sudah lah . ini makan dan cepat minum obatnya agar cepat sembuh " Nerin menaruh makanan dan obat serta air minum di meja yang berada di dekat Erlangga


" terima kasih " Erlangga menurut apa yang semua di katakan Nerin


* walaupun perkataan mu sangat pedas tapi aku suka karena kamu masih ada rasa perduli . jadi aku tak masalah jika harus mendengarkan ocehan mu setiap hari " batin Erlangga sangat gembira


Sementara Rian sudah terlelap sedari tadi sebelum hujan


ke esokan harinya


pagi hari menyapa semua penjuru di seluruh bumi awan hitam di gantikan degan cahaya yang sangat cantik menampilkan kecerahan di sana


Nerin mulai mengerjap ngejapkan kedua bola matanya dan sedikit mengumpulkan nyawanya


sementara Erlangga yang sudah terjaga dari tadi terkekeh melihat gadis di sampingnya


" uhhhhh , rasanya sangat nyaman " legungan halus serta suara serak khas bangun tidur terdengar sangat merdu membuat pria yang di sampingnya mengulum senyum


* sangat menggemaskan " batin Erlangga kedua bola matanya tak lepas memandangi gadis di sampingnya


Nerin belum juga sadar bahwa ia tidur degan pria


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2