
Dari mimik wajah Nerin bisa tersenyum , tetapi tidak dengan hatinya . Dia merasa sangat sakit . Dirinya sudah berjanji akan membatasi perasaannya terhadap suaminya . walaupun sangat sulit .
" Aku harus bisa ," batin Nerin penuh keyakinan .
" aku sungguh minta maaf sayang , jangan menatapku seperti itu ." Erlangga tau betul Istrinya merasa tidak baik baik saja . Itu karena ulah dirinya yang tak ingin mendengar penjelasan terlebih dahulu .
" aku sudah memaafkan mu , untuk apa kau mengulanginya." kata Nerin tersenyum manis . Agar goresan yang telah di toreskan oleh suaminya itu tidak kelihatan . Dia harus bisa mengontrolnya .
" aku tau persaanmu sayang , aku tau betul . maaf aku sungguh minta maaf ." Erlangga menggenggam kedua tangan istrinya dan menatap manik matanya istrinya dengan sangat intens . Benar adanya , dia sedang berusaha untuk mengendalikan rasa sakit itu .
" kata siapa . Aku baik baik saja mas ,"
Erlangga menggeleng ," tidak perlu menutupnya sayang . aku sangat mengenal mu ,"
" sudahlah biarkan saja ." pada akhirnya Nerin pun mengatan apa adanya . Dan melepaskan genggaman tangan suaminya Ia pun mulai melangkahkan kakinya , tanpa alas kaki . Rasa perih yang berada di telapak kakinya pun tak ia hiraukan . Hingga ia masuk kembali ke dalam Hotel tersebut . Tanpa menunggu suaminya .
Sementara David pria itu ingin sekali keluar dari dalam mobilnya , dirinya ingin sekali menolong wanita itu .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Tuan jangan ," cegah Eric ketika David bersiap keluar dari dalam mobilnya .
" kenapa ? " David mengenyit saat , Eric menahan dirinya
" Tuan ini waktu yang tidak tepat , Lain kali saja . Cukup kita melihatnya saja . Jika perlu memerintah seseorang untuk menjaganya . Itu mungkin lebih baik . Bermain lah dengan cara halus , saya tau jika tuan tertarik dengan Nona itu . "
" Hem , " David mengalah , ternyata Asistennya itu peka juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan berlari mengikuti istrinya , " kenapa jalannya seperti itu , " batin Erlangga ia berhenti sebentar melihat cara berjalan Istrinya yang terlihat sangat pelan .
Tanpa aba aba Erlangga pun mengangkat tubuh istrinya . Nerin tak terkejut dan hanya menanggapi suaminya dengan tersenyum . telapak kakinya terlihat jelas jika tak memakai alas kaki . Dan terlihat jelas banyak luka gores di sana.
" telapak kaki mu sakit kenapa kau diam saja sayang . "
__ADS_1
" untuk apa aku harus mengatakannya mas. Sudahlah tidak pa pa . Tidak sakit juga . " Nerin tersenyum menatap Manik mata suaminya ia mengalungkan tangannya di leher suaminya dan memeluk erat tubuh suaminya . " aku mencintaimu mas , " bisik Nerin .
Ucapan itu terdengar seperti bom yang menghantam hati Erlangga . Rasanya begitu sesak . " kenapa ucapan itu seperti tanda perpisahan , apakah kamu benar benar ingin pergi dari Sayang ," batin Erlangga dia tidak bisa mengungkapkannya .
" kita pulang saja yang , biar Deni yang akan mengatakannya ." bisik Erlangga , dia memutar tubuhnya dan berhenti di depan lobby . Menghubungi Hasan supir pribadi istrinya .
Beberapa saat mobil itu pun berhenti , setelahnya Erlangga dan Nerin pun masuk kedalam mobilnya . Mobil berjalan dengan perlahan .
" Mansion san ," kata Erlangga dia memeluk tubuh Nerin dengan sangat erat .
Nerin membiarkan Tubuhnya di dalam pelukan suaminya . Mungkin kah dia bisa menjalankan hari harinya setelah ini .
Membayangkan saja ia sungguh tidak mampu . " mas apakah aku bisa menjalankan hidup baru tanpa ada kamu di sisi ku . Mas aku sangat menyangi mu . " batin Nerin memejamkan matanya , hingga tanpa sadar ia pun terlelap di dekapan hangat suaminya .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
...Bersambung ...
__ADS_1