
" Ar ,,, aku merasa tidak pantas bersanding dengan mu ... ucapan nya terlontar lolos begitu saja namun terputus ketika Erlangga menyela
" lalu " Erlangga seketika bangkit dan menatap tajam Nerin
Walau pun tatapan pria dihadapannya itu sangat tajam , tapi Nerin sendiri tak merasa takut .
Erlangga mencoba bertanya dengan tenang
" Lalu siapa yang lebih pantas bersanding dengan ku sayang . coba katakan " Erlangga masih saja menatap kedua bola mata istri nya itu terpancar jelas banyak keraguan di sana
Nerin menarik nafas nya agar ia bisa mengutarakan semua keraguan yang berada di dalam hatinya .
" Orang yang setara dengan kedudukan mu , aku dan kamu bagaikan bumi dan langit Ar . Aku jelas jelas bukan orang yang tepat . kamu paham bukan apa maksud aku "
" aku rasa bukan hanya itu saja ?? Erlangga menyunggingkan senyum . Erlangga jelas tau apa yang ada di otak kecil milik istri nya itu
" iya, bukan itu . aku bahkan bukan lah wanita berpendidikan . aku hanya lulusan SMP saja . apa yang akan engkau banggakan dari ku . aku pun masih takut terjatuh karena Cinta Ar . ke hadir mu yang secara tiba tiba memang membuat aku nyaman . tetapi setelah aku mengetahui . jika dirimu orang yang cukup berpengaruh , aku pun berfikir untuk mundur . kamu tau bukan jika aku pernah tersakiti . aku tak ingin sakit ke dua kalinya " Kali ini Nerin tak bisa menahan air matanya itu
" hah " Erlangga menghembuskan nafas kasar , hanya karena kekuasaan membuat istrinya merasa tak pantas bersanding dengannya
" udah lah aku bahkan tak ingin mendengar alasan seperti itu . jika Kamu mau akan rubah dirimu . akan ku pastikan tidak ada orang yang akan mengatakan pantas tidak pantas jika bersanding dengan ku .
__ADS_1
Erlangga sendiri cukup lelah untuk meladeni ucapan yang tak masuk akal menurutnya " aku ngatuk yang " Erlangga berucap dengan sangat manja dia pun mulai memposisikan seperti sedia kala
Membenamkan wajahnya di leher jenjang istrinya . Erlangga mencari ketenangan disana . rasanya begitu nyaman jika posisi seperti itu
* aku mengerti akan pikirkan buruk itu sayang , tapi kenapa kamu memilih percaya dengan omongan orang lain " batin Erlangga
Erlangga sangat yakin istri itu pasti tidak akan berfikir macam macam jika tak ada orang yang sengaja menghasut istrinya itu
Akhirnya Nerin pun menuruti ucapan sang suami
Elusan lembut di kepala Erlangga , membuat Pria itu semakin nyaman . seketika keduanya pun sama sama terlelap begitu saja .
.
.
.
Jam weker terdengar sangat nyaring , membuat sepasang suami istri itu mengeliat bersamaan
" yang aku masih ngantuk " Erlangga merengek seakan tak ingin beranjak .
__ADS_1
Nerin mendengar ucapan rengekan manja itu sangat kesel " Ar , kamu tuh ya " Nerin kesel lantaran dirinya di himpit suaminya hinga menjelang pagi
" ayo bangun , aku mau sholat " Nerin memukul kecil pungung Erlangga
Sehingga pria itu pun menurut , walau pun sedikit kesel .
* kenapa pagi begitu cepat " grutu Erlangga sebel
Walau begitu dia mengekori sang istri menuju kamar mandi
keduanya pun memulai ritual di karmandi menggosok gigi , setelah itu mengambil air wudhu
setelah selesai keduanya pun menuju tempat yang biasa keduanya menunaikan kan ibadah
beberapa saat kemudian keduanya pun selesai menjalankan ibadah , Erlangga memilih memain kan ponsel nya dan mengirimkan berbagi kata .
Sementara Nerin gadis itu sudah berada di dapur , berniat untuk membuat beberapa hidangan . Namun sayangnya sudah di dahului para Maid . Yang di suruh oleh Bima sebagai kepala pelayan tentunya
" ada yang perlu di tambahin Nona ?? Bima yang melihat sang Nona muda yang sedang menatap beberapa makan yang tersusun rapi disana
" tidak , ini terlalu banyak " jawab Nerin
__ADS_1
" boleh kah aku memangil mu paman , rasanya aku tak pantas memanggil mu degan sebutan nama saja " ujar Nerin jujur
" terserah , Nona saja " Bima