
part 50
Nerin sangat kesel atas kelakuan suaminya itu , menahan dirinya untuk menemaninya Bekerja
* ngeselin amat sih jadi orang " gerutu Nerin sebel
" aku denger sayang , lagi pula kamu itu gak boleh capek capek . tadi kenapa berangkat gak sama supir . kan aku bilang sama supir aja , kenapa malah sama Rian . coba jelaskan sayang . aku tuh sangat khawatir " Erlangga bertanya berturut turut membuat Nerin kesel .
" tadinya sih iya sama pak supir , tapi berhubung Rian masih di rumah dan aku gak mau pakai berlebihan ya aku memutuskan bersama Rian aja . lagi pula aku pasti akan berhenti di tengah jalan . Aku gak mau kalo semua karyawan kamu itu tau siapa aku . Aku pusing nanti menghadapinya . kamu sendiri kan tau . Seberapa banyak wanita mengidolakan kamu . Kamu mau aku di serbu mereka . bisa mati mendadak aku " ucap Nerin panjang lebar serta berkedik ngeri membayangkan jika dirinya di serbu para wanita
" kamu ini , kenapa kamu berfikir sampai ke situ sayang " Erlangga berucap dengan memajukan wajahnya itu di hadapan Istrinya
" ya ampun Ar . kamu tuh kenapa gak faham faham sih " Kesel Nerin mencubit pipi Erlangga gemes . sesaat Nerin terhipnotis degan wajah yang begitu menawan di hadapannya
" ah kenapa kamu setampan ini sih " tanpa sadar Nerin berucap begitu saja
" bukan aku gak faham tapi untuk apa memikirkan sampai kesitu . Nikmati lah hanya kamu yang bisa memandang wajah ku sedekat ini " Goda Erlangga
Membuat Nerin semakin kesel dan mencubit keras Pipi Suaminya itu sampai mringis
__ADS_1
" ah ,,, lagi lagi kamu nyakitin aku " Erlangga mengosok Pipinya itu yang terasa sakit akibat cubitan istrinya itu
" rasain " Nerin membuang muka
Erlangga masih saja merintih sakit akibat cubitan itu , membut Nerin menoleh
" eh , ko sampai merah gini sih . sakit banget ya " Nerin mengelus pipi Erlangga dengan pelan sembari meniup nya
Erlangga bersorak Sorai dalam hati , walau sakit di pipinya itu masih terasa tetapi saat istrinya itu mengelus dan meniupnya
" masih sakit tidak ? " tanya Nerin gadis itu masih setia mengelus pipi suaminya degan lembut
" jadi ini akal akalan kamu aja ya Ar .. ucapan Nerin terhenti saat pintu di ketuk dari luar
tok tok tok
masuk
" permisi Tuan pertemuan dengan Klian sebentar lagi , apa saya tunda saja atau bagimana ?? ujar Deni menjelaskan
__ADS_1
" iya
belum sempat Erlangga mengucapkan kata kata Nerin menjawab lebih dulu
" Ar kamu pergi saja , aku juga laper mau ke kantin dulu . ah iya , ada tempat buat sholat tidak disini ? tanya Nerin
" ah baik lah . kamu masuk saja di ruangan itu " Erlangga menujuk pintu yang tak jauh dari dirinya
" pencet saja itu tombol nanti pintu akan terbuka dengan sendirinya " ujar Erlangga lagi
" ah iya satu lagi , boleh kah aku meminjam uangmu Ar . em a. a.aku sama sekali gak punya uang " Ujar Nerin terbata bata serta cengiran yang sangat imut yang di tunjukkan ke suaminya
Membuat Erlangga gemess , juga menepuk jidatnya . Benar saja istri nya itu gak pegang uang sepeser pun . Erlangga bener bener lupa akan hal itu
" bentar " Erlangga merogoh saku celananya itu menambil dompet Namun sama sekali gak ada uang kes
" kamu minta ke Aldi aja ya minta dia untuk menarik uangnya , aku pergi dulu " pamit Erlangga menghampiri Nerin yang sudah di ambang pintu pribadi miliknya mencium singkat dahi istrinya itu
Bergegas keluar dari ruangannya dan di ikuti oleh sekretaris Deni
__ADS_1
Nerin hanya tersenyum melihat suaminya itu pergi