
Pergerakan Nerin membuat Erlangga terusik dari tidur lelapnya dan ia pun berkata setelah menyadari jika sang istri terlihat tidak baik baik saja
" yang , apa ada yang sakit "
Nerin menoleh arah suara itu " mas , kamu " Nerin sungguh ia sama sekali belum sepenuhnya mengigit apa yang telah terjadi , kenapa bisa tubuhnya polos dan suaminya juga sama tubuh nya polos
" tubuh ku serasa remuk , apa yang telah terjadi mas " kata Nerin lirih " ah iya kenapa aku tak memakai pakaian ku " Tiba kedua bola matanya melotot setelah menyadari apa yang telah terjadi
" jadi apa kita telah melakukan hubungan itu " Nerin ingin menangis namun ia tahan mencoba untuk menahan agar air matanya tak tumpah
" iya sayang , trimakasih " kata Erlangga lembut dan mencoba mendekat , kemudian Erlangga memeluk Nerin mengelus dengan penuh kasih sayang
Nerin merasakan pelukan hangat itu membuatnya sedikit lebih tenang , dan sangat nyaman tentunya
" kau lapar kan , biar aku katakan ke Bima , untuk. membuat hidangan untuk kita . tapi kita mandi bersama ya . biar cepat selesai" kata Erlangga yang mendapatkan gelengan dari Sang istri , Erlangga mengenyit
" aku bisa sendiri ko " tolak Nerin halus rasanya begitu malu
Gadis itu pun beranjak namun , selangkangannya terasa ngilu
" diam di situ "
Erlangga turun dari ranjang memungut celana nya yang di lantai langsung saja ia pakai
Kemudian ia menghampiri sang istri " ayo biar aku bantu "
__ADS_1
Tetap saja Nerin menggeleng , rasanya begitu malu walaupun itu Suaminya , kedua pipinya bersemu ia menunduk untuk menutup rasa malunya itu
Erlangga mengangkat tubuh sang istri dengan sangat tenang , penolakan sang istri tak membuatnya menyerah , ia tau jika sang istri pasti malu
" em mas , aku bisa mandi sendiri . kau keluar lah " usir Nerin halus namun Erlangga tak menggubrisnya , ia malah menghidupkan air di bathtub dan menuangkan aroma yang begitu wangi
" mas " Kata Nerin yang mendapat tatapan dan senyum manis
" tidak usah malu , lagi pula aku sudah melihat semua dan ... " kata Erlangga yang tertahan
" jangan di teruskan "
Erlangga tak berucap lagi ia pun langsung menyeburkan dirinya dengan sang istri
beberapa saat kemudian keduanya pun menyelesaikan acara mandinya
Hanya dia yang bisa menolak
Nerin pada akhirnya menurut dan patuh , gadis itu terus memandang sang suami yang sibuk mencari pakaian untuk nya
pergerakan pria itu tak lepas dari padangan sang istri , dari mengambil pakean untuk dirinya dan mengambil seprai serta selimut
Nerin tersenyum lembut dan berkata " mas maaf aku merepotkan mu "
" tidak perlu berterima kasih sayang "
__ADS_1
" sini biar aku bantu "
" tidak per.."
" kenapa kamu senang sekali menolak sayang , kali ini aku tidak akan menerima penolakan . aku akan melayani nyonya muda " canda Erlangga di sertai senyum manisnya itu
Nerin tersenyum mendengar ucapan suaminya itu
Nerin turun dari ranjang , ia kan melangkahkan kakinya itu namun , karma ia sudah tak bisa menahan rasa laparnya , namun tubuhnya sudah melayang
" mas kenapa kamu senang sekali menggendongku , aku bisa jalan Ko "
" tiad menerima penolakan sayang , aku sudah bilang bukan . diam "
" tapi "
jangan membantah oke "
Di sisi lain
" kau sudah mengetahui siapa yang mengirim foto hasil USG dari kehamilan nona Andin "
" ia tuan Gavin lah yang mengirimkannya . bukti itu sudah di sini semua " kata Bodyguard itu dan menyerahkan ke Deni
Selang beberapa lama, Aldi dan Revan masuk ke lestoran itu di dalam ruang VIP
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
Bersambung