Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 98


__ADS_3

Tetesan air hujan turun dengan tiba-tiba bersamaan dengan gemuruh petir yang menyambar dengan kilatan yang begitu mengerikan .


Cetar


" astaghfirullah , " Nerin mengelus dadanya saking terkejutnya . Ia buru buru lari menuju mobil yang sudah terpangkir cantik di depan lobby


" jalan pak ," Titah Nerin setelah masuk kedalam mobil .


" baik Nona ," Jawab Hasan , mulai menyalakan mesinnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .


Dering telfon membuyarkan lamunan Nerin yang sedang memikirkan cara untuk bisa mandiri tanpa sepengetahuan suaminya .


" assalamualaikum mas ,"


" Hem, waaikumsalam. Kau meniggalkan aku sayang ," kata Erlangga suara serak khas bagun tidur.


" hanya sebentar mas , ini sudah mau sampai kok . Tunggu aku suamiku ," kata Nerin langsung mengakhiri sambungan telfon . Tanpa menunggu seseorang di sebrang menjawab ucapannya.


" Tuhan bantu aku untuk memberikan jarak seperti dulu . Aku tidak ingin terlena akan bersama suamiku . Aku sadar sampai saat ini . Aku merasa tidak pantas bersanding dengannya. " batin Nerin , ia memejamkan kedua manik matanya . Rasa kecewa masih membekas di dalam dirinya .


" aku takut ketika suatu hari nanti aku membuat kesalahan lagi . Dan suami ku tidak percaya . Sudah pasti bingung sendiri mencari tempat tinggal dimana. " batin Nerin menghembuskan nafas panjang . Ia berperan perasaan dengan batinnya


" Nona sudah sampai ," kata Lala yang duduk tepat di samping Nerin.


Hujan turun masih begitu derasnya , hingga kilatan pertir menyambar dengan sat mengerikan.

__ADS_1


Cetar , cetar der.


" ya Allah , astaghfirullah astaghfirullah allazim. " Nerin berung kali mengelus dadanya .


Dengan cepat ia pun berlari tak menunggu seorang pelayan untuk menghampirinya .


Langkah kaki Nerin berhenti ketika dirinya menubruk tubuh tegap suaminya yang masih terlihat muka bantal .


Raut wajah seperti saat itu lah , yang tak pernah Erlangga nampaan . Setiap kali ia keluar dari kamar pasti sudah rapi , tapi sekarang dia terlihat seperti bocah kecil . Terlihat sangat mengemaskan .


Pesona tuan muda sangat mengagumkan, tak bisa di pungkiri jika beberapa orang pelayan Mengaguminya. Namun , Erlangga sendiri hanya melirik satu wanita yaitu istrinya.


" Mas aku takut , " Rengek Nerin manja memeluk erat suaminya tanpa tau keberadaan di mana sekarang .


Lagi pula di mansion ini , jadi ia tak menghiraukan . Tatapan itu atau pun ada yang mengomentari asal . Sudah di pastikan akan pemecahan atau bahkan lebih .


" tapi aku sedikit basah mas , boleh aku ganti baju dulu . Kamu juga sedikit kena . eh ko kamu belum mandi mas ." Nerin menatap suaminya , menyipitkan kedua manik matanya penampilan ini sungguh tak bisa ia pungkiri sangat imut menurut nya sebelum akhirnya ia mengatakan " Tapi penampilan mu saat ini sangat imut " ucap Nerin tersenyum . Memuji suaminya . Dan menoel pipi suaminya dengan gemes .


Erlangga mengangkat alisnya , besar kepala sekali rasanya . atas pujian istrinya . Lain kali mungkin akan berpenampilan seperti ini lagi pikirnya .


keduanya pun kembali lagi ke kamarnya dan menganti pakean . Dengan cara bergantian , jika bersamaan sudah pasti suaminya akan meminta yang lebih . Lagi pula dirinya juga sangat lapar .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keduanya pun menyiapkan bahan bahan dan tempat untuk membuat nasi goreng , Nerin mengambil wajan , pisau lalu blender untuk menghaluskan bumbu .

__ADS_1


Sedangkan Erlangga ia mengambil beberapa bumbu dan pelengkap , Seperti telur sosis dan dll .


" bagaimana kita saling masak saja Mas , aku ingin mencicipi masakan mu." kata Nerin membuat Erlangga menoleh dan menyutujui ucapan suaminya


" oke siapa takut ," Erlangga menaik turunkan alisnya Berung kali , Membuat Nerin tersenyum geli.


Keduanya pun mulai memotong dan membuat bumbu . Hinga akhirnya masakan keduanya selesai .


" sudah siap ." kata keduanya berbarengan dan tersenyum manis .


keduanya makan dengan saling suap menyuap . Ada senyum cerah dari keduanya . Hari ini nampaknya hari sangat menyenangkan bagi keduanya .


Para pelayan pun hanya menonton dari beberapa sudut .


Tak ada yang berani berucap satu patah pun .


Bima kepala pelayanan , meminta izin cuti pulang ke tanah kelahirannya . Usai Nerin pulang dari pasar tadi .


Jadi semua yang diinginkan Erlangga pun akan di lakukan Nerin sang istri.


" Mas bolehkah aku izin masuk kerja lagi besok , " kata Nerin meminta izin


Jika pun tak di izinkan ia akan , mencari ide lagi . Untuk menghasilkan uang .


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2