
Erlangga mengganguk, mengerti semua ucapan Revan
Setelah Revan keluar Aldi pun berpamitan " saya juga pamit Tuan Nona " kata Aldi yang di anggugi keduanya
Setelah semua orang keluar Nerin menyuapi Suaminya kembali dengan telaten , rasa bersalah masih melekat pada dirinya
Hening keduanya sama-sama diam. Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keduanya
Sementara ketiga pria kepercayaan dari Erlangga itu masih di lobby Deni tak kembali lagi ke ruang kerja dia menunggu Revan dan Aldi
Ketika pria itu mengatur strategi untuk keamanan Tuannya yang sudah bucin
" kita tidak boleh kecolongan " Deni kerkata sangat tegas
" aku setuju dimana pun Tuan pergi kita harus berhati-hati " sahut Aldi
" aku sempat melihat mata mata di sini , kalian harus waspada " Sela Revan dan mendapatkan sorot mata tajam dari Deni dan Aldi
" apa kamu melihatnya " tanya Aldi dan Deni bersamaan
" ya , aku melihatnya di sekitar kantor . aku rasa ada pengutit di sini . aku akan kembali kerumah sakit dan kita bertemu lagi nanti setelah pasien ku sudah teratasi " Revan tak memberikan informasi lebih detailnya Karena tempat itu terbilang umum siapa pun pasti akan mendengarkan ucapannya
__ADS_1
" baik lah " kata Aldi dan di anggugi Deni
Deni kembali ke ruang kerjanya sementara Aldi akan bertemu Dengan klien
Sedangkan Erlangga yang sudah di dalam mobil bersama dengan Nerin sang istri ia merebahkan tubuhnya dan paha Nerin lah sebagai bantalnya
Nerin tersenyum melihat sikap Erlangga yang seperti anak kecil
sangat sangat manja menurut nya " Tidur lah mas " Nerin mengelus kepala Erlangga hingga sang Suaminya itu sangat cepat terlelap
* apa yang telah terjadi sebenarnya , kenapa aku tak mengerti sedikit pun " batin Nerin
Nerin membuka tas miliknya dan mengeluarkan ponselnya , dan ia mengirim pesan ke Dina dan juga Rian
"ayo mas bangun"Nerin menggunjang tubuh Erlangga dengan pelan
" emm, apa sudah sampai . cepat sekali sayang. aku ingin tidur lebih lama jika bersama mu " Kata Erlangga yang semakin erat memeluk serta mencium perut istrinya yang terhalang oleh kain baju dengan suara khas serak bangun tidur yang terdengar sangat merdu
" mas , geli ahh " Nada suara Nerin terdengar seperti mendesah , membuat Erlangga semakin tertantang
" yang apa kau sedang menggoda ku "
__ADS_1
" siapa yang mengodamu , aneh " Sungguh Nerin bingung sendiri atas pertanyaan Suaminya yang tak masuk akal , menurutnya
" kamu tadi mendesah , lalu kalo bukan menggoda ku apa " kata Erlangga lagi dan membenarkan posisinya menjadi duduk dan menatap manik mata Nerin sang istri begitu dalam
" eh , aku rasa tidak " pipi Nerin bersemu merah , sorot mata yang terlihat sangat indah itu berada tempat di depannya membuat Nerin terbuai hingga
* sungguh indah " batin Nerin
Nerin tak menyadari jika tubuhnya melayang
Tak Terasa waktu begitu cepat berganti degan sore , dan sore berganti malam
Di dalam kamar utama sepanjang suami istri itu , tepatnya di atas ranjang king size
Nerin mengeliat saat perutnya Mita di isi , cacing cacing yang di dalam perut meronta rota , sebab saat makan siang , ia hanya mengisi perutnya sangat sedikit . itu karena sang suami yang membuat moodnya buruk
Dengan perlahan kedua bola matanya pun terbuka , dia belum menyadari apa yang telah terjadi . kenapa bisa tidur sangat pulas dan tak tau jika hari sudah petang
" jam berapa ini , aku belum menunaikan sholat Ashar "
Seketika ia menyibak selimut yang melekat di tubuhnya , dan betapa terkejutnya jika ia tak memakai kain sehelai benang yang melekat di tubuhnya
__ADS_1
**Bersambung
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya**