
Selamat membaca
Semua tuduhan serta makin dari semua penghuni kontrakan . Nerin gadis itu tak bisa berbuat atau pun bahkan membela dirinya saja ia tak bisa
.
.
.
Setelah dirinya di hakimi oleh para penghuni kontrakan dan menikah dadakan membuat Nerin sangat marah dan langsung pergi begitu saja tanpa membawa apa pun yang di pikirkan hanya lah mencari ketenangan degan cara menyendiri
Namun sia sia Erlangga mengikuti dirinya
kini Nerin meluapkan emosinya ke pria yang tak lain Erlangga
" ini semua salah mu " bentak Nerin ucapannya begitu ketus
" maaf , tapi aku bahagia bisa bersama dengan mu sepanjang waktu " ujar Erlangga ia bahkan menarik Nerin masuk dalam pelukannya
" eh ... apa apan ini " Nerin gadis itu membrotak serta meronta dalam pelukkan Erlangga agar dirinya bisa lepas
Namun nampaknya Erlangga tak goyah sedikit pun ia malah mengeratkan pelukannya dan berbisik " diam lah "
* seperti ini lah yang aku inginkan " batin Erlangga rasa hangat masuk kedalam dirinya membuat pria yang baru saja bersetatus suami itu nampak bahagia
__ADS_1
" boleh aku menepati hati mu . aku ingin mendampingimu sepanjang waktu . aku ingin membahagiakan mu dan kita tak akan terpisah kan oleh jarak dan waktu . kita hadapi bersama jika suatu saat nanti ada masah dan satu lagi kita harus saling percaya satu sama lain jika di antara kita yang membuat kesalahan . entah itu kesalahan kecil mau pun besar " bisik Erlangga mencurahkan semua isi hatinya ia bahkan menciumi puncak kepala Nerin berulang ulang
bisikan itu membuat Nerin mengingat calon suaminya yang selalu mengucapkan kata kata manis seperti itu tapi apa kenyataan ia mangahiri janjinya menghianatinya dan menganggap kata kata manis itu seakan bagaikan mangga yang masih muda
" maaf aku tak percaya dengan ucapan seperti itu . aku bukan lah orang yang suka mendengar kata kata gombal . aku tak akan terpengaruh bujuk rayumu . aku butuh bukti " Nerin nampak emosi dan menggigit pergelangan tangan kanan Erlangga agar dirinya bisa lepas
" aaauuuu sakit " ringis Erlangga meringis akibat gigitan Nerin bahkan ada bekas merah disana
" apa yang terjadi padamu . apa aku salah mengucapkan isi hati ku " ujar Erlangga pria itu tak habis pikir bagaimana bisa perkataan seperti itu membuat Nerin sangat marah
bahkan Erlangga membuka kemeja yang membungkus lengannya untuk memeriksa apa luka gigitan itu parah atau tidak
jika para gadis di luar sana yang mendengar se orang Erlangga Arya Lawrence akan mengatakan manis pasti akan merasa bahagia dan merasa tersanjung
" salah . ucapan itu tak semestinya keluar dari mulut mu. aku bahkan tak mengerti seperti apa sifat mu dan keluarga mu . dan kenapa aku lah yang harus menanggung ini semua " bentak Nerin
semua ucapan dari mulut Nerin membuat Erlangga semakin penasaran dengan gadis di hadapannya * pasti dia trauma akan masa lalu , aku harus mencari tau " batin Erlangga
" terserah mu . yang terpenting aku sangat bahagia dan aku tak akan menyesal telah menjadikan mu istri ku . walu dengan cara yang salah " jujur Erlangga tanpa rasa bersalah
sebenarnya Erlangga memang sengaja mencari masalah agar Nerin bisa menjadi miliknya
waktu itu Rian bercerita banyak degan lingkungan kontrakannya itu hingga ia mendapat ide yang terbesit di otaknya
tetapi apa yang di ucapkan Erlangga tak bisa di mengerti Nerin padahal sudah sangat jelas dari setiap kata katanya
__ADS_1
* ah sudah lah . aku suka dengan wanita polos seperti dia batin Erlangga tersenyum
Erlangga masih memilih duduk di semak semak rumput sedang Nerin gadis itu masih mengoceh tak jelas
* sepertinya aku memilih gadis yang tepat jika nanti bertemu dengan j****ng itu pasti sangat seru dan sangat pas untuk bisa membela dirinya karena aku tau dia gadis yang sangat kuat . dan aku harus meyakinkan dia agar dia bisa percaya bahwa aku jujur mencintainya dan tidak membohonginya . " batin Erlangga
lamunan Erlangga di buyarkan oleh Nerin yang meminta uang untuk membeli jajan di pinggir jalan
" Hay kau bawa uang tidak " Nerin menepuk lengan tangan Erlangga yang masih terasa perih
" kau ambil saja sendiri " Erlangga mengambil dompet yang berada di saku celananya dan menyerahkan ke Nerin
" emang boleh , kalo aku habiskan isinya kau jangan menangis ya " canda Nerin garing dengan melirik lengan Erlangga yang sedikit memerah akibat gigitannya
* kasian tapi ah sudah lah nati aku beliin dia obat " batin Nerin
" terserah mu . aku malah bersyukur jika kau mau melakukannya lagi pula . itu memang untuk istri ku " ujar Erlangga tersenyum lebar
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung