Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 11


__ADS_3

selamat membaca


Detik berikutnya Nerin pun tersadar * kenapa aku bisa tidur disini " seketika bola mata Nerin melebar dan menoleh arah samping


reflek nerin memeriksa dirinya dan bangkit menghindari pria yang sedang tersenyum mesum * ah syukur lah " Nerin mengelus dada dan menghela nafas lega


" kau ..... " Nerin geram dan mengepakkan duanya tangan seperti tinjuan


tetapi alangkah terkejutnya saat melihat jam weker menjukan 06. 30 itu berarti jam masuk kerja tinggal 30 menit lagi


" hais bisa abis di cramain buk tuti " Nerin mengoceh meredam amarahnya lalu ia menuju lemari mengambil pakean yang biasa ia pakai dan menyambar handuk yang tergantung di balik pintu Nerin langsung ngacir pergi ke kamar mandi degan tergesa gesa


* sial gara gara aku ngurusin dia semalem . jadi kesiangan kan . ahhhh " desah Nerin


Erlangga yang melihat tingkah laku Nerin terkekeh dan juga tertawa


" apa dia seperti itu jika terlambat .tak sia sia semalem memindahkan dia . hem sangat nyaman rasanya jika terus tidur bersamanya apa lagi slalu memeluknya " Erlangga mengulum senyum senyum itu semakin merekah


sesaat kemudian senyum itu menghilang di gantikan rasa kawatir " jadi dia akan mendapatkan masalah . ohhhh tidak " Erlangga menggelengkan kepala


disaat Erlangga menghawatirkan Nerin gadis itu masuk kembali ke kamar dengan tubuh yang lebih Fres


Nerin yang melihat Erlangga menggelengkan kepala menebak pasti dia masih belum pulih


" apa kau merasa baikan ??? maaf aku tak sempat menyiapkan sarapan . jika kau lapar . minta tolong Rian membelikan sarapan " ujar Nerin walaupun masih ada rasa kesal menyelimuti dirinya namun untuk apa ia hrus menguras emosi di pagi hari apa lagi dirinya hampir telat pikir nya


" mas aku pergi dulu ya " pamit Nerin meraih punggung tangan Erlangga dan menciumnya


Erlangga masih tak percaya apa yang di lakukan Nerin tadi * apa dia berpamitan degan ku , sungguh manis istriku ini " batin Erlangga tersentuh dan bahagia


" baik lah , tapi ... " Erlangga mengambil satu buah dus kecil yang di bungkus seperti kado " ini untuk mu , buka ketika kamu sedang makan siang dan jangan lupa menghubungi ku ok "


" tapi ini apa . ahh... baik lah aku mengerti " Nerin menerima dan mengangguk tanda mengerti


" asalamualaikum "

__ADS_1


" waalaikumsalam wr . wb


namun sahutan Erlangga sudah tak terdengar oleh Nerin


.


.


.


.


saat sampai di lobby Nerin lngsung menjuru ke dalam ruang ganti


" aduh Ner kenapa bisa telat sih , tuh si nenek lampir sudah koar koar tak jelas . sana samperin " ujar kinan menghampiri Nerin saat Nerin meliwati dirinya


* tuh kan , aku harus pasang telinga lebar lebar nih . ahhh sialll " desah Nerin kesalll


" is . gimana dong baintuin napa " rajuk Nerin ke kinan


" ini semua gara gara mas Arya . awas aja kau mas " geram Nerin menggerutu


" apa kamu mengatakan sesuatu Ner ??? kinan binggung


" ah tidak " Nerin pergi maenghampiri kepala OB yaitu Buk tuti wanita berumur sekitar 27 tahunan


sebelum masuk Nerin mengetuk pintu terlebih dahulu


tok tok tok


masuk


sahut dari dalam ruangan kepala OB


" apa kau tau apa kesalahanmu " ujar Buk tuti tanpa melihat Nerin

__ADS_1


" iya buk "


" saya sudah pernah bilang bukan jika kemaren cuti , hari berikutnya berangkat harus lebih pagi "


" iya buk saya tau "


" lalu kamu melanggarnya "


" emm maaf buk " Nerin menundukkan kepalanya tanpa memberikan alasan toh untuk apa . lagi pula pasti akan mendapatkan hukuman bukan


" sekarang kamu harus menanggung hukuman . bersihkan ruangan Presdir . harus rapi dan jangan sampai kamu memindahkan barang barang disana "


" tapi kenapa harus di ruang Presdir buk ?? tnya Nerin bingung serta juga takut


" Robi cuti hari ini "


" tapi kan aku pernah mendengr jika wanita tak ada yang boleh masuk ke ruang Presdir buk "


" itu urusanmu "


" hah baik lah "


* sepertinya dia ingin aku keluar dari sini . Liat aja apa yang akan aku lakukan " batin Nerin tersenyum kecut nan licik


* jika hukuman yang lain kamu pasti bisa . tapi aku tidak yakin jika kali ini kau akan bisa dan bersikap lah kau akan di tendang dari sini " batin tuti tersenyum penuh ke menangan


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2