Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 45


__ADS_3

Nerin mengangguk kecil menyutujui permintaan suaminya itu


" ya , tapi kamu mandi dulu . oke " Nerin mengucapkan dengan sangat lembut


" Hem baik lah " Erlangga menyutujui apa yang istrinya itu minta , dia pun melangkah pergi menuju kamarnya . memutuskan membersihkan tubuhnya sebentar .


Sedangkan Nerin gadis itu sedang mencari bahan-bahan yang akan ia masak di bantu oleh Bima tentunya agar cepat selesai


Selang beberapa menit masakan Nerin pun selesai , bersamaan dengan Erlangga yang terlihat keluar dari lift


Erlangga langsung saja duduk di kursi yang biasa ia duduki


" ini semua yang kamu buat kan ?? Erlangga


" tidak semua " jawab Nerin cepat


" aku ke dapur dulu ya . mau beresin peralatan tadi " pamit Nerin . Namun dicegah Erlangga dengan cepat


" tidak usah , temenin aku makan . Gak enak banget kalo makan sendirian "


" baik lah Tuan " di sertai senyum manis


Erlangga pun tersenyum karena ucapan Nerin , seperti meledek dirinya


" kenapa masih menatap ku , apa kamu mau aku suapin begitu Tuan " Nerin sengaja mengatakan akan hal itu agar Erlangga salah tingkah dibuat nya , dan mengedipkan sebelah matanya genit

__ADS_1


Sedangkan Bima yang melihat tingkah laku sang Nona , yang mencoba menggoda sang tuan pun dibuat geleng kepala


" bisa bisa Nona bertingkah seperti itu " Bima berbicara sendiri


Namun tak sadar jika bukan hanya dirinya saja yang berada di sana ada maid lainnya yang melihat bagaimana Sang Nona menggoda Tuanya


" iya , tapi nampaknya tuan sangat suka dengan tingkah laku Nona "


" Eh , kenapa kamu berada di sini Na "


" aku emang dari tadi di sini Tuan " bela Ana sedang mengelap piring yang sudah ia cuci


" eh , iya lupa , ya sudah kau lanjutkan " Bima pun pergi dari dapur menuju kamar miliknya


.


.


.


" apa yang sedang kamu laku kan yang " tanya Erlangga setelah dia keluar dari kamar mandi


" eh , gak . aku..." sesaat Nerin berfikir " boleh tidak aku tidur di kamar yang lain " ucapan itu pun lolos dengan sempurna . sebelumnya ia ragu akan mengucap kata itu .


Erlangga menghampiri Nerin yang begitu gelisah , nampak jelas dari tingkah lakunya

__ADS_1


" tidak bisa , aku sudah terbiasa memeluk dirimu jika tidur . jika kamu tidak tidur disini . maka aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak . lagi pula aku hanya memeluk mu tidak lebih . aku tidak akan bertindak berlebihan terhadap mu . pliss ya yang . " Erlangga memohon


" baiklah , jika itu yang kamu inginkan " Nerin pun pasrah dia pun naik ke ranjang tersebut di susul oleh Erlangga


Erlangga pun memposisikan kepalanya itu di samping Nerin sang istri , dia mulai mencari kenyamanan disana sembari memeluk nya degan posisi Nerin yang terlentang


Posisi itu sangat lah terbalik , tetapi itu lah Erlangga sangat manja dengan Nerin . walau Nerin sendiri hanya menanggapi biasa saja .


Elusan tangan lembut Nerin di kepala Erlangga , membuat dia merasa tenang " Ar " panggil Nerin


" emm " Jawab Erlangga yang sudah mulai memejamkan kedua bola matanya itu


" boleh kan aku bekerja lagi " tanya Nerin hati hati " aku bosen tau " curhatnya


Erlangga mendongkak untuk melihat wajah sang Istri


" tidak , apa kamu sudah mengigat sesuatu ?? Erlangga menyipitkan matanya


" hanya samar samar , tapi dari semua yang di ucapkan oleh Kinan tadi sore , sedikit percaya "


" lalu , apa kah kamu marah terhadap aku ?? Erlangga was was


" tidak , untuk apa lagi pula , aku sangat bertima kasih terhadap mu . apa lagi kau telah menolong ku dan adikku . bahkan kau sabar menunggu meski aku ...


" apa yang kau katakan " Erlangga sedikit emosi

__ADS_1


" Ar ,,, aku merasa tidak pantas bersanding dengan mu ...


" lalu " Erlangga seketika bangkit dan menatap tajam Nerin


__ADS_2