
Nerin mengangguk kecil menyutujui permintaan suaminya itu
" ya , tapi kamu mandi dulu . oke " Nerin mengucapkan dengan sangat lembut
" Hem baik lah " Erlangga menyutujui apa yang istrinya itu minta , dia pun melangkah pergi menuju kamarnya . memutuskan membersihkan tubuhnya sebentar .
Sedangkan Nerin gadis itu sedang mencari bahan-bahan yang akan ia masak di bantu oleh Bima tentunya agar cepat selesai
Selang beberapa menit masakan Nerin pun selesai , bersamaan dengan Erlangga yang terlihat keluar dari lift
Erlangga langsung saja duduk di kursi yang biasa ia duduki
" ini semua yang kamu buat kan ?? Erlangga
" tidak semua " jawab Nerin cepat
" aku ke dapur dulu ya . mau beresin peralatan tadi " pamit Nerin . Namun dicegah Erlangga dengan cepat
" tidak usah , temenin aku makan . Gak enak banget kalo makan sendirian "
" baik lah Tuan " di sertai senyum manis
Erlangga pun tersenyum karena ucapan Nerin , seperti meledek dirinya
" kenapa masih menatap ku , apa kamu mau aku suapin begitu Tuan " Nerin sengaja mengatakan akan hal itu agar Erlangga salah tingkah dibuat nya , dan mengedipkan sebelah matanya genit
__ADS_1
Sedangkan Bima yang melihat tingkah laku sang Nona , yang mencoba menggoda sang tuan pun dibuat geleng kepala
" bisa bisa Nona bertingkah seperti itu " Bima berbicara sendiri
Namun tak sadar jika bukan hanya dirinya saja yang berada di sana ada maid lainnya yang melihat bagaimana Sang Nona menggoda Tuanya
" iya , tapi nampaknya tuan sangat suka dengan tingkah laku Nona "
" Eh , kenapa kamu berada di sini Na "
" aku emang dari tadi di sini Tuan " bela Ana sedang mengelap piring yang sudah ia cuci
" eh , iya lupa , ya sudah kau lanjutkan " Bima pun pergi dari dapur menuju kamar miliknya
.
.
.
" apa yang sedang kamu laku kan yang " tanya Erlangga setelah dia keluar dari kamar mandi
" eh , gak . aku..." sesaat Nerin berfikir " boleh tidak aku tidur di kamar yang lain " ucapan itu pun lolos dengan sempurna . sebelumnya ia ragu akan mengucap kata itu .
Erlangga menghampiri Nerin yang begitu gelisah , nampak jelas dari tingkah lakunya
__ADS_1
" tidak bisa , aku sudah terbiasa memeluk dirimu jika tidur . jika kamu tidak tidur disini . maka aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak . lagi pula aku hanya memeluk mu tidak lebih . aku tidak akan bertindak berlebihan terhadap mu . pliss ya yang . " Erlangga memohon
" baiklah , jika itu yang kamu inginkan " Nerin pun pasrah dia pun naik ke ranjang tersebut di susul oleh Erlangga
Erlangga pun memposisikan kepalanya itu di samping Nerin sang istri , dia mulai mencari kenyamanan disana sembari memeluk nya degan posisi Nerin yang terlentang
Posisi itu sangat lah terbalik , tetapi itu lah Erlangga sangat manja dengan Nerin . walau Nerin sendiri hanya menanggapi biasa saja .
Elusan tangan lembut Nerin di kepala Erlangga , membuat dia merasa tenang " Ar " panggil Nerin
" emm " Jawab Erlangga yang sudah mulai memejamkan kedua bola matanya itu
" boleh kan aku bekerja lagi " tanya Nerin hati hati " aku bosen tau " curhatnya
Erlangga mendongkak untuk melihat wajah sang Istri
" tidak , apa kamu sudah mengigat sesuatu ?? Erlangga menyipitkan matanya
" hanya samar samar , tapi dari semua yang di ucapkan oleh Kinan tadi sore , sedikit percaya "
" lalu , apa kah kamu marah terhadap aku ?? Erlangga was was
" tidak , untuk apa lagi pula , aku sangat bertima kasih terhadap mu . apa lagi kau telah menolong ku dan adikku . bahkan kau sabar menunggu meski aku ...
" apa yang kau katakan " Erlangga sedikit emosi
__ADS_1
" Ar ,,, aku merasa tidak pantas bersanding dengan mu ...
" lalu " Erlangga seketika bangkit dan menatap tajam Nerin