Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 84


__ADS_3

" eh kok kamu yang nyetir mas , pak supir mana ?? " tanya Nerin heran sekaligus bingung , Jelas saja selama bersama dirinya Erlangga tak pernah mengendarai mobil sendiri .


Selalu ada yang mengendarai mobilnya , Jika tidak dengan supir Aldi atau pun Deni yang selalu siap siaga .


" aku sengaja yang . Lagi pula ini mobil khusus . Kamu tau bukan aku orangnya seperti apa . " Kata Erlangga tenang


Mobil yang di Kendari Erlangga melaju membelah jalanan raya yang begitu padat .


Dua mobil yang di bawa bodyguardnya menguti dari belakang .


Hening


Perempuan yang disampingnya terlihat sangat sangat gelisah , Erlangga mengulurkan tangannya mengegam tangan istrinya begitu erat serta mengelus dengan ibu jarinya. Menguatkan hati sang istri yang sedang tidak baik baik saja . Ia juga melemparkan senyum manis .


" Tenangkan dirimu sayang . Rian anak yang kuat dia pasti baik baik saja ." Kata Erlangga mencoba menenangkan hati istrinya yang tak karuan, ya walaupun dirinya juga tidak tau kondisi Rian , tetapi setidaknya ia bisa menghibur istrinya.


" Ia mas " Nerin membenarkan ucapan suaminya mengangguk ringan

__ADS_1


Erlangga memarkirkan mobilnya di besmen Rumah sakit .


Begitu pun dua mobil bodyguard nya , mengikuti jejak Tuannya


Nerin keluar lebih dulu dari mobil . menuju lobby rumah sakit dengan tergesa-gesa . Perasaannya sungguh tidak tenang .


" Sus dimana ruang rawat atas nama Rian , korban tabrak lari ? tanya Nerin sopan


" mari ikut saya . " Suster itu tidak menujukan ruang rawat Rian dia mengantarkan Nerin menuju Ruang rawat Rian , suster itu memang sengaja menunggu kakak dari korban bernama Rian .


Nerin mengikuti langkah suster tersebut , bersama Erlangga yang mengikuti dari belakang sesekali ia mengetik beberapa kata dan mengirimkan pesan ke Aldi dan Deni . serta Revan


Beberapa bodyguard yang selalu mengikutinya pun ia suruh berjaga di beberapa sudut . Setiap kali Erlangga keluar sendiri tanpa asisten Deni para bodyguard tidak memakai seragam .


" bagiamana kondisinya sus ? " tanya Nerin setelah duduk di kursi sebelah brangkar Rian


Suster itu pun menjelaskan semuanya . memang benar Kondisi Rian sangat memperhatikan ia di pasang selang pernapasan serta beberapa alat alat yang tertancap di bagian tubuh Rian .

__ADS_1


Tubuh Nerin bergetar melihat kondisi Rian adik Satu satunya yang sangat ia sayangi. Juga ia lindungi kini terbaring tak berdaya di atas barangkar rumah sakit.


Luluh sudah Air mata yang telah di bendung sedari tadi . Nerin mencoba tegar namun ia tak mampu . Sungguh rasanya lemas melihat keadaan saat ini


Erlangga masuk setelah suster tadi keluar , melihat istrinya menangis sesengguan . Ia mengelus punggungnya , agar istrinya lebih tenang .


" Rian pasti akan cepat sembuh sayang , aku sudah menyuruh Revan yang akan merawatnya . Rian akan menjalankan pengobatan di Rumah sakit di Singapura , " kata Erlangga , membuat Nerin mengalihkan pandangannya memadang lekat wajah suaminya . Ia beranjak dari kursi itu berdiri tepat di depan suaminya, yang tersenyum lebar mengarahnya .


" sungguh aku sangat beruntung memilikimu " batin Nerin , manik matanya mulai berkaca-kaca


" Mas aku tidak tau lagi harus mengucapkan apa kepada mu , selama ini aku merepotkan kamu Mas ...."


Erlangga membungkam bibir Istrinya dengan jari telunjuknya " ini tanggung jawab ku , sudah jangan pikirkan " Erlangga memeluk tubuh istrinya dengan erat .


Air mata Nerin tak kunjung berhenti ia semakin terisak , rasa sedih bercampur haru .


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2