
selamat membaca
sampai di ruang ganti Nerin menuju lemari yang biasa menyimpan barang miliknya dan mengambil Hp . untung saja sisa waktu tinggal 10 menit jadi ia bisa menghubungi adiknya
" hello dek "
" ya kak "
" gimana keadaan mas Arya dek , pagi tadi Mas Arya sudah kamu beliin sarapan ??
" emm , Abang sudah mendingan tapi tadi pagi pergi di jemput temannya pakai mobil . jadi gak sempet sarapan . sampai sekarang Abang juga belum pulang . tapi Abang tadi sempat bilang kalo butuh sesuatu tinggal hubungi saja ?? jawab Rian jujur
" oh ya . dia ngomong gitu . "
" iya kakak "
setelah telfon terputus Nerin di buat semakin cemas * ah bodoh kenapa aku gak cuti lagi aja sih . pergi kemana sih dia . hais jika sakitnya bertambah parah bagi mana " batin Nerin
Nerin mematikan HP-nya lalu ia menyimpan ke dalam lemari kemudian keluar bergabung dengan Kinan yang sudah mulai bekerja
" kin tolong pengangin tanggannya " ujar Nerin gadis itu mulai menaiki tangga yang lumayan Tinggi satu tangannya berpegangan dan satunya lagi membawa alat untuk membersihkan kaca
baru saja Nerin mau mengelap sekertaris Aldi datang menghampiri keduanya alhasil Nerin turun lagi
" apa yang sedang kalilian lakukan " bentak Aldi dengan wajah datarnya bagi mana bisa tak emosi melihat seorang wanita menaiki tangga yang begitu tinggi hanya untuk mengelap kaca bukanlah pekerjaan seperti itu seharusnya pria yang mengerjakannya . Apa lagi itu istri tuanya yang seharusnya di jaga .
__ADS_1
" maksud Tuan apa , tentu saja kami sedang bekerja . inikan tugas kami " jawab Nerin yakin
" hah baiklah . saya kemari hanya menyampaikan maksud dari Tuan . Nona Nona kalian kali ini tidak akan di pecat melainkan mendapatkan hukuman . terutama kau Nona Nerin beliau mengatakan sebagai hukumannya. kau masakan berbagai masakan yang menurutmu enak dan pantas untuk tuan dan hanya kamu saja yang memasak . sedangkan kau Nona Kinan kau hanya menemani Nona Nerin saja tanpa membantunya . kalin mengerti " ujar Aldi dengan muka datar nan tegas itu
Nerin dan Kinan saling memandang tetapi keduanya saling mencerna ucapan Sekertaris Aldi aneh pikir keduanya
" emm ... tuan apa tidak sedang bercanda kan ?? tanya Nerin gadis itu di buat bingung apa yang di katakan sekertaris Aldi
" tidak " Singkat
* hais ini orang kenapa kaya es batu si " batin Nerin kesil . lantaran ucapannya hanya di jawab satu kata saja
" tap.... " terpotong
" Jika mau protes nanti saja Nona , lebih baik Nona ganti pakaian dulu . akan saya antar ke supermarket untuk membeli bahan bahan yang akan nona masak "
" Kin ayo "
walau Kinan merasa bingung namun menurut apa yang di katakan Nerin . keduanya pun pergi ke ruang ganti
.
.
.
__ADS_1
.
Di supermarket
" Ner ini sangat aneh bukan " ujar Kinan yang mengekori Nerin yang sedang memilih berbagi sayur sayuran dan ikan dllnya
" aku pun begitu tapi mau bagaimana lagi . lagi pula aku bisa masak ini . suka atau tidak itu urusan belakangan yang terpenting kita menjanlankan bukan " jawab Nerin tanpa mengalihkan pandangannya
" iya juga sih . ya aku hanya bisa berdoa semoga kita bisa menjalankan hukuman ini tanpa halangan " ujar Kinan
selesai degan belanja kini Nerin dan Kinan menuju rumah yang sangat besar melainkan Mansion
" em tuan kita mau kemana " tanya Nerin gadis itu di buat penasaran jalur yang di tuju bukan lah jalur menuju kantor melainkan lain arah dan itu benar benar membuatnya bingung
" Nanti Nona juga akan tau " jawabnya cuek
" ok baik lah . tapi tuan , apa kah tuan mu itu tidak akan marah jika mobil ini kami berdua tumpangi " tanya Nerin penuh slidik
* hais Nona kau sangat cerewet dan itu membuat ku pusing " batin Aldi
.
.
.
__ADS_1
bersambung