
" eh , maaf mas . Tapi itu faktakan . Dari kejadian itu , menurut ku tidak terlalu buruk . Dan aku sudah menerima kehadiran mu di dalam hidup ku . Dan Yang ku rasakan saat ini , adalah aku sangat mencintaimu . " Nerin berkata apa adanya mengulum senyum , menatap lekat wajah suaminya . Lalu tangan kecilnya mengelus punggung tangan Suaminya yang besar . kepalanya dia senderkan di bahu suaminya .
Mendengar ucapan sang istri rasanya begitu senang . Sesaat keduanya diam , menatap pengantin baru .
Tak luput dari pandang semua orang .
Getaran pada ponsel pintarnya di dalam saku celana , membuat Erlangga merogoh saku celana mengambil ponselnya .
Nerin pun mengurai sandaran pada suaminya . Dia kembali duduk anteng .
" Aldi , ada apa dia menelepon ku . " Batin Erlangga mengenyit heran .
Tetapi dia juga mengeser ikon berwarna hijau
" Hello Al , apa ada masalah? "Tanya Erlangga tanpa basa-basi
" Tidak masalah apa pun Tuan , semuanya baik baik saja . Nona Andin sudah di temukan . Namun , dia tidak baik baik saja. " Kata Aldi dia terdengar mengehela nafas panjang
" sebentar ." kata Erlangga , sebelum dia melanjutkan kepada Aldi , ia berkata kepada Nerin sang istri .
" sayang sebentar ya , Aldi menghubungi ku . seperti ada informasi serius . Aku keluar dulu ." kata Erlangga dan memperlihatkan layar ponselnya ke Nerin .
Nerin mengelum senyum dan menggunakan kepalanya .
Erlangga mengelus puncuk kepala Nerin dengan sayang sebelum dia pergi .
Dan menatap Deni , dengan hanya anggukan saja Deni sudah mengeri .
__ADS_1
Deni beranjak dari kursinya, dan berkata ke pada Hasan dan pak Hadi .
" San , pak . saya keluar sebentar. " pamit Deni dan di anggugi oleh keduanya
Deni mengayunkan kakinya , mengikuti langkah Tuan mudanya . Terlihat pria itu menuju mobil .
Tetapi dia juga tidak membawa kontak mobil , Deni pun mengirim persan singkat kepada Hasan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erlangga masuk kedalam mobil sebelum dia melanjutkan obrolan kepada Aldi .
" apa yang telah terjadi kepadanya Al? " Erlangga semakin mengangkat alisnya , dia sedikit heran apa yang telah terjadi dengan perempuan itu .
" aku tidak bisa menjelaskan semuanya Tuan . Tetapi dia sedang membutuhkan banyak uang . " ujar Aldi , apa adanya .
" ah iya tuan hanya itu . Semoga urusan tuan cepat selesai ." kata Aldi mengeri apa yang akan tuan mudanya perintahkan.
" emm , Aku tutup ."
Erlangga memutuskan sambungan telefon , setelahnya pun memasukkan kembali kesaku celananya .
Namun ponselnya berdering kembali. Membuatnya mengurungkan niatnya.
" Siapa lagi sih! " gerutu Erlangga kesel . Tetapi tetap saja dia melihat siapa yang menghubunginya .
" ada informasi apa? Erlangga bertanya tanpa basa-basi.
__ADS_1
" eh maaf tuan , apa sesuatu yang telah terjadi? Vian tak menjawab pertanyaan Erlangga melainkan bertanya .
" aku sedang sibuk sekarang . Jika tidak ada informasi penting aku tutup . "
" Huh , dasar si bos ." Gerutu Vian Kesal . Tetapi ia melanjutkan ucapannya dan berkata " Rian dia sudah siuman . Dan bertanya dimana nona , dia ingin sekali bertemu ." Revan berkata apa adanya
" benarkah , baik lah Besok aku akan kesana bersama istri ku . " Erlangga merasa senang mendengar kabar jika adik Istrinya sudah siuman .
Alhamdulillah sudah ada kemajuan , semoga lekas sembuh batin Erlangga senang.
" baik Tuan . Kami tunggu."
Erlangga tak lagi berkata dia langsung saja mematikan sambungan telefon, lalu menyimpan kembali ke saku clana .
" ada informasi apa Tuan . Tumben sekali Al langsung menghubungi anda ." Kata Deni dia menyenderkan tubuhnya di samping mobil .
Sedangkan Erlangga dia duduk di dalam mobil .
" Andin dia sudah di temukan . Aldi dia mengatakan jika saat ini dia sedang membutuhkan uang. " kata Erlangga sedikit merasa bingung.
" Tuan membantunya ?" tebak Deni , sangat mengerti dengan sifat Tuan mudanya .
" emm." jawab Erlangga sembari mengangguk.
" aku mengerti sekarang . lalu Vian dia berkata apa? " tanya Deni lagi.
" Rian sudah siuman . " kata Erlangga apa adanya dan berkata kembali " ayo masuk . Sebentar lagi selesai."
__ADS_1
Deni dan Hasan pun mengikuti Erlangga yang memasuki pekarangan Rumah Dian kembali dan duduk di tempat masing masing.