Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 103


__ADS_3

" eh , maaf mas . Tapi itu faktakan . Dari kejadian itu , menurut ku tidak terlalu buruk . Dan aku sudah menerima kehadiran mu di dalam hidup ku . Dan Yang ku rasakan saat ini , adalah aku sangat mencintaimu . " Nerin berkata apa adanya mengulum senyum , menatap lekat wajah suaminya . Lalu tangan kecilnya mengelus punggung tangan Suaminya yang besar . kepalanya dia senderkan di bahu suaminya .


Mendengar ucapan sang istri rasanya begitu senang . Sesaat keduanya diam , menatap pengantin baru .


Tak luput dari pandang semua orang .


Getaran pada ponsel pintarnya di dalam saku celana , membuat Erlangga merogoh saku celana mengambil ponselnya .


Nerin pun mengurai sandaran pada suaminya . Dia kembali duduk anteng .


" Aldi , ada apa dia menelepon ku . " Batin Erlangga mengenyit heran .


Tetapi dia juga mengeser ikon berwarna hijau


" Hello Al , apa ada masalah? "Tanya Erlangga tanpa basa-basi


" Tidak masalah apa pun Tuan , semuanya baik baik saja . Nona Andin sudah di temukan . Namun , dia tidak baik baik saja. " Kata Aldi dia terdengar mengehela nafas panjang


" sebentar ." kata Erlangga , sebelum dia melanjutkan kepada Aldi , ia berkata kepada Nerin sang istri .


" sayang sebentar ya , Aldi menghubungi ku . seperti ada informasi serius . Aku keluar dulu ." kata Erlangga dan memperlihatkan layar ponselnya ke Nerin .


Nerin mengelum senyum dan menggunakan kepalanya .


Erlangga mengelus puncuk kepala Nerin dengan sayang sebelum dia pergi .


Dan menatap Deni , dengan hanya anggukan saja Deni sudah mengeri .

__ADS_1


Deni beranjak dari kursinya, dan berkata ke pada Hasan dan pak Hadi .


" San , pak . saya keluar sebentar. " pamit Deni dan di anggugi oleh keduanya


Deni mengayunkan kakinya , mengikuti langkah Tuan mudanya . Terlihat pria itu menuju mobil .


Tetapi dia juga tidak membawa kontak mobil , Deni pun mengirim persan singkat kepada Hasan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Erlangga masuk kedalam mobil sebelum dia melanjutkan obrolan kepada Aldi .


" apa yang telah terjadi kepadanya Al? " Erlangga semakin mengangkat alisnya , dia sedikit heran apa yang telah terjadi dengan perempuan itu .


" aku tidak bisa menjelaskan semuanya Tuan . Tetapi dia sedang membutuhkan banyak uang . " ujar Aldi , apa adanya .


" ah iya tuan hanya itu . Semoga urusan tuan cepat selesai ." kata Aldi mengeri apa yang akan tuan mudanya perintahkan.


" emm , Aku tutup ."


Erlangga memutuskan sambungan telefon , setelahnya pun memasukkan kembali kesaku celananya .


Namun ponselnya berdering kembali. Membuatnya mengurungkan niatnya.


" Siapa lagi sih! " gerutu Erlangga kesel . Tetapi tetap saja dia melihat siapa yang menghubunginya .


" ada informasi apa? Erlangga bertanya tanpa basa-basi.

__ADS_1


" eh maaf tuan , apa sesuatu yang telah terjadi? Vian tak menjawab pertanyaan Erlangga melainkan bertanya .


" aku sedang sibuk sekarang . Jika tidak ada informasi penting aku tutup . "


" Huh , dasar si bos ." Gerutu Vian Kesal . Tetapi ia melanjutkan ucapannya dan berkata " Rian dia sudah siuman . Dan bertanya dimana nona , dia ingin sekali bertemu ." Revan berkata apa adanya


" benarkah , baik lah Besok aku akan kesana bersama istri ku . " Erlangga merasa senang mendengar kabar jika adik Istrinya sudah siuman .


Alhamdulillah sudah ada kemajuan , semoga lekas sembuh batin Erlangga senang.


" baik Tuan . Kami tunggu."


Erlangga tak lagi berkata dia langsung saja mematikan sambungan telefon, lalu menyimpan kembali ke saku clana .


" ada informasi apa Tuan . Tumben sekali Al langsung menghubungi anda ." Kata Deni dia menyenderkan tubuhnya di samping mobil .


Sedangkan Erlangga dia duduk di dalam mobil .


" Andin dia sudah di temukan . Aldi dia mengatakan jika saat ini dia sedang membutuhkan uang. " kata Erlangga sedikit merasa bingung.


" Tuan membantunya ?" tebak Deni , sangat mengerti dengan sifat Tuan mudanya .


" emm." jawab Erlangga sembari mengangguk.


" aku mengerti sekarang . lalu Vian dia berkata apa? " tanya Deni lagi.


" Rian sudah siuman . " kata Erlangga apa adanya dan berkata kembali " ayo masuk . Sebentar lagi selesai."

__ADS_1


Deni dan Hasan pun mengikuti Erlangga yang memasuki pekarangan Rumah Dian kembali dan duduk di tempat masing masing.


__ADS_2