
Dering telfon di saku celana Nerin memperhentikan aktivitas mengelap kaca .
Dia merogoh saku celananya, melihat siapa yang telah menghubungi dirinya .
Rian
Kenapa bocah ini menghubunginya ? pasti ada hal penting . tebaknya
" Hello , assalamualaikum"
" hello waaikumsalam , apakah ini benar kak dari pria remaja bernama Rian " kata di sebrang
Walaupun bingung Nerin menjawab dengan tenang , " ia saya kakaknya . Ini siapa kenapa ponsel adik saya berada di anda ?
" saya suster yang menunggu Pasian bernama Rian . insiden tabrak lari "
" apa ..." Nerin sungguh terkejut " dimana adik saya di rawat ?
" di rumah sakit Medika "
" tolong jaga adik saya sus , saya segera kesana ! " perintahnya
Setelah sambungan telefon terputus , Nerin menghubungi suaminya .
Dua , tiga kali Ia menghubungi suaminya namun tak di jawab dari sang pemilik nomor
Kinan heran atas perubahan Nerin yang terlihat gelisah , serta terlihat Manik mata sudah berembun.
__ADS_1
Kinan bertanya " ada pa Ner ??
" Rian kin , Rian kecelakaan . Sekarang dia di rumah sakit . aku aku harus kesana . "
" astaghfirullah , Ner . aku tidak bisa membantumu Ner . Ya Allah bagaimana ini " Kinan juga merasa khawatir dengan keadaan Rian
Nerin tak menjawab ucapan Kinan , ia menghubungi sekretars Aldi . perasaannya sungguh gelisah memikirkan kondisi Rian .
Hingga sambungan telefonnya pun terjawab dari sang pemilik nomor
" hallo , Assalamualaikum sekertaris . boleh ponsel mu berikan pada suami ku . kau bersamanya kan . "
" iya , baik lah Nona "
" hallo sayang ada apa ??
" apa .. tunggu . aku akan mengantarmu ."
" Tapi ..."
Sambungan telefon itu terputus Erlangga memutuskan tanpa mendengarkan sang istri mengatakan lagi . Sudah di pastikan pasti akan menolak .
Nerin menghembuskan nafasnya. Ia pun mengalihkan pandangannya menghadap Kinan
" Kin aku pergi dulu . " kata Nerin di jawab Anggukan Kinan , ia ingin sekali ikut menemani Nerin . Namun ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya .
Nerin mengayunkan kakinya , dia berjalan sangat pelan menuju Lobby .
__ADS_1
Rasa ngilu di bagian intimnya masih berasa .
Sebenarnya Kinan meras aneh melihat keadaan Nerin tapi ia juga tidak berani bertanya
Erlangga pria itu sudah di lobby , mengedarkan pandangannya mencari sosok Istrinya yang belum kelihatan .
" Kemana si kamu yang . " dumel Erlangga
Saat manik matanya melihat wanita yang sedang berjalan seperti siput , Erlangga pun tepuk jidat . Serta geleg kepala .
" apa sesakit itu " batin Erlangga , ia mengayunkan kakinya mengambil langkah panjang.
" ayo biar aku bantu . " kata Erlangga berdiri tepat di hadapan Nerin . Nerin sempat terkejut , kenapa Suaminya berjalan secepat itu .
" apaan sih mas , gak ah . aku bi.. " Ucapan Nerin terpotong sebab Suaminya itu mengangkat tubuhnya .
Nerin mengalungkan tangannya di leher Erlangga takut , takut jika ia jatuh .
Erlangga melelang pergi membawa tubuh sang istri dengan sangat tenang , tanpa rasa malu sedikit pun.
Walaupun banyak pasangan mata yang biasa menatapnya iri . tatapan kebencian untuk Istrinya . Erlangga bukannya tidak tau jika karyawan wanita banyak yang tidak suka kepada istrinya . Namun ia akan menguji seberapa besar kebencian itu , terhadap istrinya ! Saat nanti setelah menemukan waktu yang tepat ia akan membalas dengan tangannya sendiri !!!
Erlangga sendiri ingin membuat istrinya itu menjadi sosok yang lebih kuat . Menjadi sosok yang tak bisa di tindas .
Ingin menjadikan istrinya seperti dirinya , di takuti oleh semua orang .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung