Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 83


__ADS_3

Dering telfon di saku celana Nerin memperhentikan aktivitas mengelap kaca .


Dia merogoh saku celananya, melihat siapa yang telah menghubungi dirinya .


Rian


Kenapa bocah ini menghubunginya ? pasti ada hal penting . tebaknya


" Hello , assalamualaikum"


" hello waaikumsalam , apakah ini benar kak dari pria remaja bernama Rian " kata di sebrang


Walaupun bingung Nerin menjawab dengan tenang , " ia saya kakaknya . Ini siapa kenapa ponsel adik saya berada di anda ?


" saya suster yang menunggu Pasian bernama Rian . insiden tabrak lari "


" apa ..." Nerin sungguh terkejut " dimana adik saya di rawat ?


" di rumah sakit Medika "


" tolong jaga adik saya sus , saya segera kesana ! " perintahnya


Setelah sambungan telefon terputus , Nerin menghubungi suaminya .


Dua , tiga kali Ia menghubungi suaminya namun tak di jawab dari sang pemilik nomor


Kinan heran atas perubahan Nerin yang terlihat gelisah , serta terlihat Manik mata sudah berembun.

__ADS_1


Kinan bertanya " ada pa Ner ??


" Rian kin , Rian kecelakaan . Sekarang dia di rumah sakit . aku aku harus kesana . "


" astaghfirullah , Ner . aku tidak bisa membantumu Ner . Ya Allah bagaimana ini " Kinan juga merasa khawatir dengan keadaan Rian


Nerin tak menjawab ucapan Kinan , ia menghubungi sekretars Aldi . perasaannya sungguh gelisah memikirkan kondisi Rian .


Hingga sambungan telefonnya pun terjawab dari sang pemilik nomor


" hallo , Assalamualaikum sekertaris . boleh ponsel mu berikan pada suami ku . kau bersamanya kan . "


" iya , baik lah Nona "


" hallo sayang ada apa ??


" apa .. tunggu . aku akan mengantarmu ."


" Tapi ..."


Sambungan telefon itu terputus Erlangga memutuskan tanpa mendengarkan sang istri mengatakan lagi . Sudah di pastikan pasti akan menolak .


Nerin menghembuskan nafasnya. Ia pun mengalihkan pandangannya menghadap Kinan


" Kin aku pergi dulu . " kata Nerin di jawab Anggukan Kinan , ia ingin sekali ikut menemani Nerin . Namun ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya .


Nerin mengayunkan kakinya , dia berjalan sangat pelan menuju Lobby .

__ADS_1


Rasa ngilu di bagian intimnya masih berasa .


Sebenarnya Kinan meras aneh melihat keadaan Nerin tapi ia juga tidak berani bertanya


Erlangga pria itu sudah di lobby , mengedarkan pandangannya mencari sosok Istrinya yang belum kelihatan .


" Kemana si kamu yang . " dumel Erlangga


Saat manik matanya melihat wanita yang sedang berjalan seperti siput , Erlangga pun tepuk jidat . Serta geleg kepala .


" apa sesakit itu " batin Erlangga , ia mengayunkan kakinya mengambil langkah panjang.


" ayo biar aku bantu . " kata Erlangga berdiri tepat di hadapan Nerin . Nerin sempat terkejut , kenapa Suaminya berjalan secepat itu .


" apaan sih mas , gak ah . aku bi.. " Ucapan Nerin terpotong sebab Suaminya itu mengangkat tubuhnya .


Nerin mengalungkan tangannya di leher Erlangga takut , takut jika ia jatuh .


Erlangga melelang pergi membawa tubuh sang istri dengan sangat tenang , tanpa rasa malu sedikit pun.


Walaupun banyak pasangan mata yang biasa menatapnya iri . tatapan kebencian untuk Istrinya . Erlangga bukannya tidak tau jika karyawan wanita banyak yang tidak suka kepada istrinya . Namun ia akan menguji seberapa besar kebencian itu , terhadap istrinya ! Saat nanti setelah menemukan waktu yang tepat ia akan membalas dengan tangannya sendiri !!!


Erlangga sendiri ingin membuat istrinya itu menjadi sosok yang lebih kuat . Menjadi sosok yang tak bisa di tindas .


Ingin menjadikan istrinya seperti dirinya , di takuti oleh semua orang .


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2