Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 61


__ADS_3

" katakan apa yang anda inginkan " ucapan Ayu terdengar sangat ketakutan


" aku ingin bermain main dengan mu , bolehkan Sayang " Gavin tersenyum miring pria itu sedang memainkan belati di jari jarinya


menatap manik mata yang mulai berkaca-kaca


" boleh kah aku sedikit memberikan karya terbaikku di wajah mu yang cantik ini sayang"


jari jari Gavin menari nanri di wajah putih bersih milik Ayu


Ayu sendiri gemetaran, gadis itu sungguh ketakutan


Gadis yang bernama lengkap Ayu Diah , Putri kedua Tuan Baskoro gadis itu teman baik Erlangga sewaktu sekolah


Ayu sengaja pulang ke Indonesia , karena ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya


Namun apa yang terjadi dirinya diculik saat , sungguh sial bukan


Ayu sendiri belum sempat mengungkapkan selamat untuk Erlangga sahabatnya


Ayu tak bisa lagi menahan tangis , gadis itu pun mulai berderai air mata


" Mungkinkah ini takdir ku " batin Ayu pasrah


" oh ayo lah sayang , jangan buang buang air mata cantik mu ini " Gavin tersenyum devil pria itu menatap tajam kedua mata ayu


" mau ,, mau apa anda se.. sebanarnya , sa.. saya tidak mengenali anda . ta.tapi mengapa anda begitu kejam terhadap saya" ucapan Ayu terbata bata diringi degan air mata yang mengalir deras" hkis hkis hkis" Ayu menangis seseguan Gadis itu nampak tak berdaya


Apa lagi gadis itu belum sempat mencicipi hidangan apa pun belum lagi sedari apartemen miliknya gadis itu sengaja tak mengisi perutnya , saking tak sabar ingin bertemu sahabatnya


.

__ADS_1


.


.


" bagaimana mungkin " Erlangga nampak terlihat emosi mendengar kabar , yang tertangkap bukan lah wanita suruhan .


Tetapi Ayu sahabat semasa sekolah nya dulu


" tenangkan diri mu Ar " Nerin mencoba menenangkan Erlangga yang terlihat emosi


Ada rasa aneh di dalam dirinya , setelah mendengar ucapan yang begitu tegas dan terdengar sangat khawatir


Namun Nerin sendiri mengabaikan perasaannya


Ini kali pertama Erlangga menunjukkan ekspresi wajah yang menyeramkan kepada Nerin sang istri


awalnya gadis itu terkejut , namun keterkejutannya berangsur memudar dan detik berikutnya , Nerin berfikir dengan tenang.


" apa kau tau dimana Gavin membawa Ayu ??


" saya belum tau persis Tuan "


Deni bingung sendiri lantaran rencana yang sudah di susun rapi , ternyata gagal sebelum di mulai .


Dering telepon membuyarkan obrolan keduanya


" Sebentar Tuan " Deni langsung menggeser ikon berwarna hijau setelah mengeluarkan ponselnya itu di balik jasnya


Erlangga hanya menggangguk tanda mengerti


" Hello , iya AL "

__ADS_1


" aku sudah menemukan jejak Tuan Gavin , akan aku serlok "


Panggilan berakhir


" Tuan ayo "


Erlangga langsung berdiri


" aku pergi dulu sayang " Erlangga mencium kening Nerin singkat


Tak hanya itu Erlangga juga membisikkan sesuatu sebelum pergi benar benar pergi


Nerin mengangguk paham dan tersenyum kecil saat Erlangga pergi


Setelah mobil meninggalkan Pekarangan mansion


Nerin langsung mengirim pesan wa ke Kinan


Kin aku ingin bertemu dengan mu , kita bertemu di taman biasa


" Nona mau kemana ? tanya Bima saat melihat sang nona muda membawa tas kecil dan memakai sepatu


" saya , mau keluar sebentar paman "


" tapi apa nona ..."


" tolong beritahu lala dan ana untuk menemaniku paman "


perintah Nerin , Nerin sendiri sudah tau apa yang sedang di pikiran kepala pelayan


" baik Nona "

__ADS_1


Bima langsung melaksanakan apa yang Nona muda perintahkan


__ADS_2