
" katakan apa yang anda inginkan " ucapan Ayu terdengar sangat ketakutan
" aku ingin bermain main dengan mu , bolehkan Sayang " Gavin tersenyum miring pria itu sedang memainkan belati di jari jarinya
menatap manik mata yang mulai berkaca-kaca
" boleh kah aku sedikit memberikan karya terbaikku di wajah mu yang cantik ini sayang"
jari jari Gavin menari nanri di wajah putih bersih milik Ayu
Ayu sendiri gemetaran, gadis itu sungguh ketakutan
Gadis yang bernama lengkap Ayu Diah , Putri kedua Tuan Baskoro gadis itu teman baik Erlangga sewaktu sekolah
Ayu sengaja pulang ke Indonesia , karena ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya
Namun apa yang terjadi dirinya diculik saat , sungguh sial bukan
Ayu sendiri belum sempat mengungkapkan selamat untuk Erlangga sahabatnya
Ayu tak bisa lagi menahan tangis , gadis itu pun mulai berderai air mata
" Mungkinkah ini takdir ku " batin Ayu pasrah
" oh ayo lah sayang , jangan buang buang air mata cantik mu ini " Gavin tersenyum devil pria itu menatap tajam kedua mata ayu
" mau ,, mau apa anda se.. sebanarnya , sa.. saya tidak mengenali anda . ta.tapi mengapa anda begitu kejam terhadap saya" ucapan Ayu terbata bata diringi degan air mata yang mengalir deras" hkis hkis hkis" Ayu menangis seseguan Gadis itu nampak tak berdaya
Apa lagi gadis itu belum sempat mencicipi hidangan apa pun belum lagi sedari apartemen miliknya gadis itu sengaja tak mengisi perutnya , saking tak sabar ingin bertemu sahabatnya
.
__ADS_1
.
.
" bagaimana mungkin " Erlangga nampak terlihat emosi mendengar kabar , yang tertangkap bukan lah wanita suruhan .
Tetapi Ayu sahabat semasa sekolah nya dulu
" tenangkan diri mu Ar " Nerin mencoba menenangkan Erlangga yang terlihat emosi
Ada rasa aneh di dalam dirinya , setelah mendengar ucapan yang begitu tegas dan terdengar sangat khawatir
Namun Nerin sendiri mengabaikan perasaannya
Ini kali pertama Erlangga menunjukkan ekspresi wajah yang menyeramkan kepada Nerin sang istri
awalnya gadis itu terkejut , namun keterkejutannya berangsur memudar dan detik berikutnya , Nerin berfikir dengan tenang.
" apa kau tau dimana Gavin membawa Ayu ??
" saya belum tau persis Tuan "
Deni bingung sendiri lantaran rencana yang sudah di susun rapi , ternyata gagal sebelum di mulai .
Dering telepon membuyarkan obrolan keduanya
" Sebentar Tuan " Deni langsung menggeser ikon berwarna hijau setelah mengeluarkan ponselnya itu di balik jasnya
Erlangga hanya menggangguk tanda mengerti
" Hello , iya AL "
__ADS_1
" aku sudah menemukan jejak Tuan Gavin , akan aku serlok "
Panggilan berakhir
" Tuan ayo "
Erlangga langsung berdiri
" aku pergi dulu sayang " Erlangga mencium kening Nerin singkat
Tak hanya itu Erlangga juga membisikkan sesuatu sebelum pergi benar benar pergi
Nerin mengangguk paham dan tersenyum kecil saat Erlangga pergi
Setelah mobil meninggalkan Pekarangan mansion
Nerin langsung mengirim pesan wa ke Kinan
Kin aku ingin bertemu dengan mu , kita bertemu di taman biasa
" Nona mau kemana ? tanya Bima saat melihat sang nona muda membawa tas kecil dan memakai sepatu
" saya , mau keluar sebentar paman "
" tapi apa nona ..."
" tolong beritahu lala dan ana untuk menemaniku paman "
perintah Nerin , Nerin sendiri sudah tau apa yang sedang di pikiran kepala pelayan
" baik Nona "
__ADS_1
Bima langsung melaksanakan apa yang Nona muda perintahkan