
selamat membaca
Deni yang bingung pun langsung saja bertanya apa yang telah terjadi
" tuan apa yang telah terjadi ,,, dan siapa yang di tarik paksa oleh bodyguard ?? tanya Deni
Erlangga yang sudah mulai tersulut emosi pun melampiaskan ke Deni
pertanyaan Deni pun tak di jawab melainkan bentakan
" kenapa kau sangat bodoh Deni ,,, aku sudah peringatkan bukan ,, aku tidak ingin melihat j****Ng itu lagi " bentak Erlangga yang sedang meluapkan Emosinya itu
perkataan Erlangga membuat Deni sadar apa yang telah terjadi
Deni bukan takut akan bentakkan dari tuanya itu melainkan kebingungan
* jadi tadi Nona Andin. pantas saja Tuan sangat marah " batin Deni
setelah dia mengetahui apa penyebabnya pun dia meminta maaf akan kelalaiannya
Deni tak pernah terfikir kan jika pacar Tuannya itu akan datang ke perusahaan di Singapura lagi pula dia juga tidak akan tau jika di Singapura akan lebih lama
biasanya hanya 1 atau 2 hari saja
" Maaf tuan ,,, saya tidak tau jika nona Andin akan kesini . tapi sungguh saya mengerjakan apa yang tuan suruh " jawab Deni membela diri
" apa yang kau kerjakan saja Deni , buktinya Dia kemari " bentak Erlangga yang sudah tak bisa menahan Emosinya i
" maaf tuan " Deni menunduk
" sekarang kau pergi urus dia " usir Erlangga
Deni segera mengiyakan perintah sang tuan dan bergegas menuju lobby
__ADS_1
Erlangga yang saat ini tersulit emosi pun melampiaskan kekesalannya meninju dinding ruangan nya itu
.
.
.
.
sementara Nerin yang baru sampai di kontrakan nya pun duduk sejenak untuk menghilangkan rasa lelahnya
" huff ,,,, " helaian nafas Nerin begitu panjang , seakan dia baru saja naik tebing yang cukup tinggi
" jika boleh memilih mending aku bekerja satu tempat saja "
gadis itu berbicara sendiri rasanya , begitu letih hari ini . mondar mandir bekerja dua tempat sekali gus
" dek " pangil Nerin
perlahan dia pun membuka pintu kamar tersebut dengan sangat pelan takut , takut orang yang berada di dalam kaget
" dek ,,, kamu lagi tidur atau belajar " pangil Nerin lagi
namun sama sekali tak ada sahutan dari orang yang dia panggil
" hufff rupanya dia pergi , pantas saja aku panggil panggil tak ada sahut" gerutu Nerin
gadis itu pun keluar dari kamar sang adik kemudian dia masuk ke kamarnya sendiri
beberapa saat kemudian dia pun keluar dengan membawa handuk dan juga pakean ganti .
gadis itu membersihkan tubuhnya yang terasa lengket degan cepat juga mengambil air wudhu
__ADS_1
setelah selesai menunaikan ibadahnya gadis itu pun keluar dari kamar menuju Dapur
saat dia akan keluar dering telfon berbunyi dari HP nya itu membuat gadis itu mengurungkan niatnya ke dapur
kemudian ia mengambil hpnya itu dari atas nakas
" eh ko ,,, kenpa Mas Arya gak sabaran amat sih , tunggu bentar lagi napa . aku kan laper mau makan dulu " grutu Nerin tiba tiba dia jadi kesel sendiri
semenjak Erlangga masuk ke hidupnya Nerin tak bisa menahan sabar , ada aja yang membuat Nerin kesel
" assalamu'alaikum Mas " sapa Nerin dari layar HP nya itu dia mencoba tersenyum padahal dari dalam hatinya itu sedang mencaci maki
" waaikumsalam sayang " balas Erlangga yang sedang meredam emosi itu
" kamu kenapa Mas , kamu sakit ??" tanya Nerin lembut
" gak koh sayang , ini sedang ada sedikit masalah . boleh aku meminta mu menemani ku hinga usai bekerja . agar aku bisa semangat " pinta Erlangga jujur
mungkin degan di temani istri nya pria itu mulai fokus bekerja dan sedikit melupakan kejadian beberapa menit yang lalu
" emmmm ,,,, " Nerin mencoba berfikir
* kasian juga dia . apa gak ada orang yang bisa menghiburnya " batin Nerin
lamunan buyar tak kala sang adik berteriak
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung