Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 97


__ADS_3

" yang , temani aku tidur . " rengek Erlangga maja seperti biasa.


" is kamu ini , " Nerin nampak kesal dan menepuk punggung suaminya pelan . Namun , Erlangga semakin mempererat pelukannya . Seakan takut jika istrinya akan kabur .


" aku sudah tidak ngantuk lagi mas , lagi pula aku banyak pekerjaan loh ."


" tidak usah mencari alasan sayang . "


" Ah sudahlah dari pada berdebat lebih baik menurut dan diam saja ," batin Nerin


Gadis itu pun mengelus kepala suaminya . Hingga suaminya benar benar terlelap . Setelahnya ia pun menyelimuti dengan benar . Dan meninggalkan jejak sayang di kedua pipi serta dahi . " ngemesin amat sih suamiku ."


Nerin turun dari ranjang menuju kamar mandi ia menguyur tubuhnya sebentar.


Tak butuh waktu lama Nerin pun keluar dari kamar mandi . Menuju walk in closet .


Setelah menemukan pakaian yang tepat , ia pun keluar menuju meja rias . Ia hanya menaburkan bedak tipis saja dan lip gloos .

__ADS_1


Nerin pun menyambar tas beserta sepatu sneaker . sebelum ia keluar Nerin mendekati Suaminya yang sedang mimpi indah ia pun berkata " aku pergi sebentar , tidur yang nyenyak sayang ," bisik Nerin di telinga suaminya . Entah di dengar atau tidak yang terpenting ia sudah berpamitan .


Mengelus pipi suaminya , sebelum akhirnya ia benar benar keluar dari kamar .


Masih pukul 6 pagi rupanya . Sampai di dapur Nerin mencari Ana dan Lala untuk menemaninya pergi ke luar . Dan menitip pesan ke pelayanan Bima jika dirinya akan keluar sebentar . Takut jika Sang suami akan mencari Dirinya .


" wah , bisa cuci mata lagi kita . " Kata lala , dua wanita itu langsung bergegas ke kamar dan Menganti pakean .


" benar sekali . sering sering aja Nona menyuruh kami untuk menemaninya," jawab Ana


Kedua wanita itu merasa bahagia , mendengar perintah Nona mudanya untuk menemaninya pergi keluar .


" wah ini sih , membuat perut keroncongan lagi Nona . " kata lala nampak semangat sekali ketika melihat berbagi jenis jajanan pasar tradisional yang cukup menggugah selera .


" benar sekali kata lala Nona . aku pun juga sangat. ingin mencicipinya," sahut Ana membenarkan ucapan Lala , tanpa merasa malu Ana langsung saja melahap satu biji onde onde.


" nikmat tiada Tara ," kata Ana langsung saja menilai rasa makanan yang masuk kedalam mulutnya . Terlihat sangat menikmati

__ADS_1


" Hay jaga sikap mu !! memalukan ," kata lala. Tetapi tak bisa di pungkiri Lala pun menelan salavinya dengan susah payah ketika mendapati Ana memakan onde onde itu terlihat sangat menikmatinya .


Nerin hanya geleng-geleng kepala melihat interaksi keduanya, dia pun melanjutkan . Apa pun yang di inginkan . banyak sekali gadis itu membelinya berbagi jenis jajanan hampir semuanya ia beli .


Ketiga wanita itu pun keluar dari pasar tradisional menuju rumah sakit , Ia menjenguk Rian sang Adik . Hanya sebentar takut Erlangga sang suami bangun tak ada dirinya . Dia pasti akan ngamuk seperti anak kecil .


Kaki jenjangnya mengayun dengan sangat ringan , menuju ruang rawat Rian .


" Dek cepat sembuh ya , kakak selalu ada di dekat mu . Kakak berharap kau cepat sadar dan pulih seperti sedia kala . hanya kamu Harapan satu satunya kakak. Tidak ada satu pun yang kakak percayai . Dek semangat sembuh ya ," bisik Nerin , seketika air mata terjatuh tepat di pipi Rian.


Nerin tersadar jika dirinya harus kuat , seberapa besar cobaan ia harus bisa menghadapinya . Termasuk bertahan untuk sementara waktu .


Nerin menyeka air matanya dengan punggung tangannya dan menyambar tisu . Agar tak terlihat .


" kakak pamit ya Dek , " Bisik Nerin lagi menghabus tetesan air matanya yang berada di pipi Rian . Setelahnya pun keluar dengan tenang.


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2