Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 104


__ADS_3

Nerin sedikit terperanjat , saat bahunya ada yang memegang dan berbisik di telinga , dia berkata lembut


" sayang ." bisik Erlangga, sembari tersenyum , melihat raut wajah istrinya .


Ternyata sang suami yang telah memegang bahunya.


" eh , mas . ada masalah serius ? tanya Nerin setelah memastikan suaminya duduk di sebelahnya


" iya hanya , sedikit . Rian dia sudah siuman , dan mencarimu ."


Erlangga berkata sembari tersenyum


" Benarkah mas . " ada sedikit rasa lega di dalam diri Nerin , Namun dia merasa sedih lantaran dirinya tidak berada di sampingnya .


Pasti Rian akan berfikir jika dirinya tidak menyanginya , begitu lah isi dalam otak kecil Nerin saat ini .


Erlangga mengerti perasaan istrinya , jadi ia pun menghiburnya " sayang tidak usah bersedih , Rian akan di pindahkan kembali ke rumah sakit semula . Hingga benar-benar sembuh jadi , kamu bebas menjenguknya."


Setelah berkata seperti itu , barulah ada kecerahan dari wajah istrinya. Erlangga sedikit merasa tenang


Sementara itu Di perusahaan


Di gedung perusahaan Erlangga group.


Aldi yang baru saja kembali dari Rumah sakit Harapan dia langsung masuk ke dalam ruang miting.


Kali ini semua orang menarik nafas lega karena Tuan Presdir tidak terlihat .

__ADS_1


Bukan berarti mereka tidak takut dengan Aldi , tetapi Aldi dia masih mempunyai sisi baik . Jauh berbeda dengan Deni dan Erlangga yang memang tidak mengenal ampun .


Aldi menang kejam tetapi dia bisa mengimbangi .


" Tuan Rano , ini apa . " Aldi melempar sebuah map di depan , Si Rano .


" Apakah Tuan Rano sengaja melakukannya agar proyek pembangunan , tidak cepat selesai . " Aldi menghentikan ucapannya , dan menatap si tua Rano dengan tajam .


Tetapi pria tua itu menunduk, tidak berani menatap Mimik wajah Aldi yang mulai berubah seperti macan Asia .


Aldi yang tersulit emosi pun berkata ," Jika Tuan Rano , tidak segera membereskan dengan cepat . Jelas tentu tau bukan apa yang akan terjadi . Besok siang saya harus mendapatkan kabar baik . " Setelah berkata Aldi tersenyum sinis .


Dia pikir aksinya tidak akan ketahuan .


Hanya Kuli 100 orang lebih dan setelah bulan pekerjaan . Itu pun ples lebur jika di kalikan berapa uang yang telah di makan Rano .


Rano pemegang gajih kuli yang akan di berikan kepada Gilang selaku mandor pembangunan Rumah .


Rumah minimalis dua lantai yang di garap kurang lebih 2 bulan harus seleai .


Bukan hanya satu 5 rumah yang harus selesai secara bersamaan . Jika tertunda Presdir pasti akan marah .


Si Tua Rano terdiam dia tidak bisa berucap .


Aldi mengertakan gigi , rasanya begitu emosi . Tidak mendapatkan balasan satu kata pun dari si tua Rano .


Namun saat Aldi akan mengatakan sesuatu, sutu Rano berkata .

__ADS_1


" Tapi Sekertaris , apakah tidak ada keringanan . Saya tidak mau di penjara . Dan saya tidak memungkin mengembalikan uang yang begitu banyak dengan cepat . " Kata Rano bernegosiasi.


Bagaimana nasib keluarganya jika dirinya di penjara .


Aldi mendengarnya tersenyum sinis , dan berkata " enteng sekali Tuan Rano berkata seperti itu . Apakah anda tidak pernah berfikir sebelum melakukannya . " Aldi menjawab dengan perasaan jengkel . " miting lanjutkan nanti . "


Aldi bergegas keluar dan di ikuti para karyawan lainnya . Dia akan merendam emosinya . Jika dia tidak keluar sekarang juga dari ruang miting itu sudah di pastikan orang tersebut akan tigal nama .


...****************...


Usai pulang dari kediaman Dian , mobil Yang di tumpangi Empat orang tersebut .


Berhenti di pinggir makam umum , Nerin dan Erlangga segera keluar dari mobil . Nerin berjalan lebih dulu


" Assalamualaikum ayah , Nerin datang. " Ucap Nerin " Setelah berkata , dia berdoa di dalam hati .


Erlangga pun hanya Mengikuti apa yang istrinya lakukan


" Ayah , aku datang dengan seseorang . Tidak bersama Rian . Dia seseorang yang telah menemaniku selama ini . Perkenalkan ini mas Erlangga , yang setiap saat aku panggil mas Ar " kata Nerin melanjutkan perkataannya panjang lebar .


Dan bergantian dengan Erlangga yang minta restu .


kini keduanya beranjak menuju pusara sang ibu . Nerin seperti apa yang tadi ia katakan kepada sang ayah memperkenalkan nama suaminya . Dan minta restu .


Setelahnya keduanya pun pergi . kembali ke rumah .


**jika tulisan author tidak sesuai apa yang di inginkan pembaca . Tolong jangan tinggalkan jejak negatif.

__ADS_1


Trima kasih untuk pembaca setia 😊😊♥️♥️♥️**


__ADS_2