Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 100


__ADS_3

Stop mas , jangan sekarang . Nanti kita telat. " Nerin menahan suaminya itu untuk tidak bertindak berlebihan .


" Nanggung sayang yang di sana sudah bangun ," Kata Erlangga yang masih betah mencumbu istrinya , sangat agresif .


" baiklah , " Nerin hanya pasrah , menuruti kemauan suaminya


Keduanya pun menghabiskan waktu bercintanya hampir satu jam lebih . Setelah nya pun langsung menuju kamar mandi kembali mengguyur tubuh masing masing .


Perlakuan Suaminya sangat manis saat ini . Hingga Nerin sendiri seketika lupa akan tujuananya .


Hari berlalu begitu cepat , tak terasa hari ini hari dimana Nerin bersama suaminya akan kembali ke kampung halamannya .


Bukan hanya menghadiri acara pernikahan Sahabatnya . Tetapi Erlangga akan meminta restu kepada keluarga Nerin . Walaupun kedua orang tua Nerin sudah tidak ada Namun masih ada paman dan bibinya .


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


gubrak


Pintu kamar mandi terbuka dengan sangat kasar Hinga menimbulkan bunyi yang nyaring .


Sehingga membuat seseorang gadis yang tertidur lelap langsung terjaga .


Namun , ia terlihat malas sekali untuk beranjak . Tapi rasa penasaran muncul tiba-tiba , tak kala sang Suami tak berada di sampingnya .

__ADS_1


" pergi kemana dia , " batin Nerin turun dari ranjang menuju bilik kamar mandi yang terbilang , sempit . tak seluas kamar mandi yang di mansion


Dengan tubuh yang begitu malas , Nerin pun bergegas masuk kedalam kamar mandi .


Manik Matanya melotot takala mendapati sang suami tak sadarkan diri .


" Mas ," pekik Nerin menjerit , " Kamu kenapa mas , " Sungguh Perasaannya saat ini sangat panik .


Jeritan Nerin membangunkan seisi rumah . Beberapa orang langsung bergegas menghampirinya.


" astaghfirullah alazim , kenapa suami mu Ner ? " tanya Paman Hadi ketika mendapati , suami keponakannya itu tak sadarkan diri .


Erlangga di angkat oleh Hadi beserta Deni dan Hasan .


Rumah sederhana namun terbilang luas .


Di dalam rumah itu ada 5 kamar .


" Paman Apa Bu Bidan Laras masing bertugas di puskesmas ? "tanya Nerin dengan nada khawatir bercampur cemas .


Nerin duduk di lantai , sembari membalurkan minyak kayu putih agar Erlangga cepat siuman . Dan Tubuhnya Hangat


" iya masih , biar paman yang akan kesana ," kata Hadi

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu , Hasan tak tinggal diam dia mengikuti paman Nonanya .


" Pak biar saya , Yang mengantar anda ," pita Hasan menawarkan diri.


" loh , apa kamu tidak capek Nak . Biar aku sendiri saja ? " tanya Hadi pria berusia Hampir 60 itu


" Tidak pak , lagi pula keselamatan Tuan muda adalah tanggung jawab saya ," kata Hasan memberitahukan


" beruntung sekali , mempunyai orang kepercayaan seperti pria ini , " dalam hati Hadi


Cukup beruntung , keponakannya menikah dengan orang yang sangat tepat . Dirinya sempat berpikir yang tidak tidak . Ketika mendengar kabar jika keponakannya gagal menikah . Padahal hari itu hari di mana dirinya pulang bersama keluarga , akan tinggal bersama dengan kakaknya .


Jika mengingat kenangan buruk , dua tahun kurang membuatnya sedih .


Hadi berulang kali menarik nafasnya dan menghembuskan dengan perlahan .


" pak ada apa ?" tanya Hasan sedari tadi paman Nonanya hanya diam saja dan menatap kosong membuatnya bingung bertanya , arah mana yang a akan di tuju


" ah tidak pa pa nak , eh iya lupa . Belok kiri ," titah Hadi ketika mobilnya berhenti di pinggir jalan urung saja , Hasan langsung saja membuyarkan lamunannya


" Kanan , terus di situ lah nanti berhenti . " kata Hadi lagi memberi tahukan tempat dimana tinggal Bu bidan tersebut


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2