
Stop mas , jangan sekarang . Nanti kita telat. " Nerin menahan suaminya itu untuk tidak bertindak berlebihan .
" Nanggung sayang yang di sana sudah bangun ," Kata Erlangga yang masih betah mencumbu istrinya , sangat agresif .
" baiklah , " Nerin hanya pasrah , menuruti kemauan suaminya
Keduanya pun menghabiskan waktu bercintanya hampir satu jam lebih . Setelah nya pun langsung menuju kamar mandi kembali mengguyur tubuh masing masing .
Perlakuan Suaminya sangat manis saat ini . Hingga Nerin sendiri seketika lupa akan tujuananya .
Hari berlalu begitu cepat , tak terasa hari ini hari dimana Nerin bersama suaminya akan kembali ke kampung halamannya .
Bukan hanya menghadiri acara pernikahan Sahabatnya . Tetapi Erlangga akan meminta restu kepada keluarga Nerin . Walaupun kedua orang tua Nerin sudah tidak ada Namun masih ada paman dan bibinya .
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
gubrak
Pintu kamar mandi terbuka dengan sangat kasar Hinga menimbulkan bunyi yang nyaring .
Sehingga membuat seseorang gadis yang tertidur lelap langsung terjaga .
Namun , ia terlihat malas sekali untuk beranjak . Tapi rasa penasaran muncul tiba-tiba , tak kala sang Suami tak berada di sampingnya .
__ADS_1
" pergi kemana dia , " batin Nerin turun dari ranjang menuju bilik kamar mandi yang terbilang , sempit . tak seluas kamar mandi yang di mansion
Dengan tubuh yang begitu malas , Nerin pun bergegas masuk kedalam kamar mandi .
Manik Matanya melotot takala mendapati sang suami tak sadarkan diri .
" Mas ," pekik Nerin menjerit , " Kamu kenapa mas , " Sungguh Perasaannya saat ini sangat panik .
Jeritan Nerin membangunkan seisi rumah . Beberapa orang langsung bergegas menghampirinya.
" astaghfirullah alazim , kenapa suami mu Ner ? " tanya Paman Hadi ketika mendapati , suami keponakannya itu tak sadarkan diri .
Erlangga di angkat oleh Hadi beserta Deni dan Hasan .
Rumah sederhana namun terbilang luas .
Di dalam rumah itu ada 5 kamar .
" Paman Apa Bu Bidan Laras masing bertugas di puskesmas ? "tanya Nerin dengan nada khawatir bercampur cemas .
Nerin duduk di lantai , sembari membalurkan minyak kayu putih agar Erlangga cepat siuman . Dan Tubuhnya Hangat
" iya masih , biar paman yang akan kesana ," kata Hadi
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu , Hasan tak tinggal diam dia mengikuti paman Nonanya .
" Pak biar saya , Yang mengantar anda ," pita Hasan menawarkan diri.
" loh , apa kamu tidak capek Nak . Biar aku sendiri saja ? " tanya Hadi pria berusia Hampir 60 itu
" Tidak pak , lagi pula keselamatan Tuan muda adalah tanggung jawab saya ," kata Hasan memberitahukan
" beruntung sekali , mempunyai orang kepercayaan seperti pria ini , " dalam hati Hadi
Cukup beruntung , keponakannya menikah dengan orang yang sangat tepat . Dirinya sempat berpikir yang tidak tidak . Ketika mendengar kabar jika keponakannya gagal menikah . Padahal hari itu hari di mana dirinya pulang bersama keluarga , akan tinggal bersama dengan kakaknya .
Jika mengingat kenangan buruk , dua tahun kurang membuatnya sedih .
Hadi berulang kali menarik nafasnya dan menghembuskan dengan perlahan .
" pak ada apa ?" tanya Hasan sedari tadi paman Nonanya hanya diam saja dan menatap kosong membuatnya bingung bertanya , arah mana yang a akan di tuju
" ah tidak pa pa nak , eh iya lupa . Belok kiri ," titah Hadi ketika mobilnya berhenti di pinggir jalan urung saja , Hasan langsung saja membuyarkan lamunannya
" Kanan , terus di situ lah nanti berhenti . " kata Hadi lagi memberi tahukan tempat dimana tinggal Bu bidan tersebut
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
...Bersambung ...