
Dengan cepat Erlangga menghabiskan sarapannya , ia beranjak setelah melihat Deni yang sedang menghampirinya
Sebelum ia keluar dari Mansion ia pun berkata " Bim , aku titip istriku . Jaga dia dengan baik . jangan lupa sarapannya kau siapkan setelah istriku keluar " kata Erlangga di sambut anggukan mengerti dengan berkata
" baik tuan " kata Bima dan berkata lagi " apakah tuan akan makan sing dirumah ? tanya Bima sebelum Erlangga melangkah kakinya masuk ke dalam mobil
" Tidak tau Bim , jika istri ku sempat kau suruh dia untuk mengirim makan siang untuk ku . Sepertinya jadwal pekerjaan ku hari ini cukup lumayan padat " kata Erlangga setelah menghadap ke Bima berkata lugas dengan menghembuskan nafas kasar di akhir katanya
Sepertinya pria itu sungguh tidak ingin bekerja namun bagimana lagi ia seorang pemimpin , tidak mungkin selalu melimpahkan pekerjaanya itu ke asisten dan sekertaris nya terus menerus
Erlangga sedikit merapikan rambutnya yang terlihat berantakan , sekilas melihat dari kaca spion
Setelah Erlangga masuk ke dalam mobil , mobil melaju dengan kecepatan sedang yang di Kendari oleh supir . Mobil melaju , Membelah jalan raya yang masih terbilang sepi
Tak ada ucapan dari mereka , begitu pun dengan Erlangga pria itu memandang jalan raya
Selang beberapa menit Mobil berhenti di depan lobby kantor
__ADS_1
Erlangga turun dari mobil setelah pintu terbuka , Deni mengkori Erlangga dan beberapa orang bodyguard
Suasana kantor Masih terbilang sangat sepi , hanya beberapa orang saja yang memang berjaga di kantor tersebut
Langkah kaki Erlangga berhenti tak kala mengingat kejadian kemarin saat siang hari mengingat dirinya yang pingsan di tempat itu dan mengingat peringatan yang di katakan Revan
Erlangga berbalik arah dan bertanya dengan tenang kepada Deni " Den apa kau tau siapa yang di maksud Revan "
" aku sangat yakin tuan jika orang itu adalah mata mata , kemungkinan besar . Ada sebuah bencana besar yang akan datang , tapi entah apa itu . Kita ikuti saja permainan apa yang dia rencanakan , ya seperti sebelum sebelumnya . " kaya Deni jelas
Deni telah memeriksa cctv kantor , tapi bukan ia sendiri yang mengeceknya Deni memerintah satpam untuk mengirim hasil rekaman cctv itu bertepatan hari itu juga
Terlebih istri dari bosnya itu karyawannya sendiri , tetapi jauh dari kata pantas dari kalangan wanita hebat,atau pun bermartabat . Hanya seorang OG ( cleaning servis )
Tapi apa itu salah , jodoh tidak ada yang tau
Erlangga mengangguk , mengerti saran dari Deni cukup lumayan bagus
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu begitu cepat , Erlangga menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya . Dia menghela nafas lega
Rasanya begitu lelah , setelah ia minting yang cukup lumayan lama
Di lobby kantor Dua wanita terlihat keluar dari mobil masing masing
Wanita yang satu terlihat sangat bersemangat memasuki wilayah kantor dengan sangat bebas
Ayu mengayunkan kedua kaki jenjangnya dengan sangat gemulai , dia memakai deres selutut dengan lengan panjang . Dres itu berwarna biru polos , serta hiasan bunga kecil di bagian dada . Sedangkan Rambutnya ia gerai
Manik mata Nerin tiba tiba mendung , sepertinya akan turun hujan .
Pak supir Hasan , dia mengerti dengan keadaan Nona Mudanya itu ia pun mengirim pesan singkat ke Deni
Nerin kembali maauk ke dalam mobil , menyuruh Hasan kembali ke Mansion
Trimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung