Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 78


__ADS_3

Dengan cepat Erlangga menghabiskan sarapannya , ia beranjak setelah melihat Deni yang sedang menghampirinya


Sebelum ia keluar dari Mansion ia pun berkata " Bim , aku titip istriku . Jaga dia dengan baik . jangan lupa sarapannya kau siapkan setelah istriku keluar " kata Erlangga di sambut anggukan mengerti dengan berkata


" baik tuan " kata Bima dan berkata lagi " apakah tuan akan makan sing dirumah ? tanya Bima sebelum Erlangga melangkah kakinya masuk ke dalam mobil


" Tidak tau Bim , jika istri ku sempat kau suruh dia untuk mengirim makan siang untuk ku . Sepertinya jadwal pekerjaan ku hari ini cukup lumayan padat " kata Erlangga setelah menghadap ke Bima berkata lugas dengan menghembuskan nafas kasar di akhir katanya


Sepertinya pria itu sungguh tidak ingin bekerja namun bagimana lagi ia seorang pemimpin , tidak mungkin selalu melimpahkan pekerjaanya itu ke asisten dan sekertaris nya terus menerus


Erlangga sedikit merapikan rambutnya yang terlihat berantakan , sekilas melihat dari kaca spion


Setelah Erlangga masuk ke dalam mobil , mobil melaju dengan kecepatan sedang yang di Kendari oleh supir . Mobil melaju , Membelah jalan raya yang masih terbilang sepi


Tak ada ucapan dari mereka , begitu pun dengan Erlangga pria itu memandang jalan raya


Selang beberapa menit Mobil berhenti di depan lobby kantor

__ADS_1


Erlangga turun dari mobil setelah pintu terbuka , Deni mengkori Erlangga dan beberapa orang bodyguard


Suasana kantor Masih terbilang sangat sepi , hanya beberapa orang saja yang memang berjaga di kantor tersebut


Langkah kaki Erlangga berhenti tak kala mengingat kejadian kemarin saat siang hari mengingat dirinya yang pingsan di tempat itu dan mengingat peringatan yang di katakan Revan


Erlangga berbalik arah dan bertanya dengan tenang kepada Deni " Den apa kau tau siapa yang di maksud Revan "


" aku sangat yakin tuan jika orang itu adalah mata mata , kemungkinan besar . Ada sebuah bencana besar yang akan datang , tapi entah apa itu . Kita ikuti saja permainan apa yang dia rencanakan , ya seperti sebelum sebelumnya . " kaya Deni jelas


Deni telah memeriksa cctv kantor , tapi bukan ia sendiri yang mengeceknya Deni memerintah satpam untuk mengirim hasil rekaman cctv itu bertepatan hari itu juga


Terlebih istri dari bosnya itu karyawannya sendiri , tetapi jauh dari kata pantas dari kalangan wanita hebat,atau pun bermartabat . Hanya seorang OG ( cleaning servis )


Tapi apa itu salah , jodoh tidak ada yang tau


Erlangga mengangguk , mengerti saran dari Deni cukup lumayan bagus

__ADS_1


Hingga tak terasa waktu begitu cepat , Erlangga menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya . Dia menghela nafas lega


Rasanya begitu lelah , setelah ia minting yang cukup lumayan lama


Di lobby kantor Dua wanita terlihat keluar dari mobil masing masing


Wanita yang satu terlihat sangat bersemangat memasuki wilayah kantor dengan sangat bebas


Ayu mengayunkan kedua kaki jenjangnya dengan sangat gemulai , dia memakai deres selutut dengan lengan panjang . Dres itu berwarna biru polos , serta hiasan bunga kecil di bagian dada . Sedangkan Rambutnya ia gerai


Manik mata Nerin tiba tiba mendung , sepertinya akan turun hujan .


Pak supir Hasan , dia mengerti dengan keadaan Nona Mudanya itu ia pun mengirim pesan singkat ke Deni


Nerin kembali maauk ke dalam mobil , menyuruh Hasan kembali ke Mansion


Trimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2