
Nerin tak menyahuti ucapan pria itu lagi . yang terpenting sekarang ia harus keluar .
setengah jam berdiam , Nerin pun beranjak , dan berkata pamit
" em tuan , saya permisi ." Kata Nerin ia mulai mengayunkan kaki mungilnya itu dan siap membuka pintu tersebut.
" eh mau kemana ? Tanya David bingung , cepat sekali perubahannya .
Nerin menghembuskan nafasnya pelan , " aku harus pergi , maaf ." Nerin membuka pintu itu hingga ia hilang dari pandangan David .
" aneh sekali , mau pergi kemana dia ? " gumam David dia pun bergegas menghubungi Eric .
" siapkan mobil . " kata David setelah sambungan telefonnya terhubung dan mengakhiri sambungan telefon itu begitu saja . Tanpa menunggu dari pemilik nomor itu menjawab ucapannya .
Nerin menghembuskan nafasnya , kasar setelah keluar dari lift . Kakinya mungilnya terayun menyusuri lobby Hotel tersebut dengan persamaan yang entah .
Utung saja ia masing menenteng tasnya jadi. masih tersisa banyak uang di sana .
Namun bukan itu yang ia pikirkan sekarang .
Lagi lagi ia meneteskan air matanya , sungguh hatinya begitu sakit . Melihat suaminya pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa yang telah terjadi .
__ADS_1
" mas , tolong percaya kepada ku ." Lirih Nerin di sepanjang langkahnya . hingga berhenti di pinggir jalan raya untuk mencari taksi mengantarkan ke rumah sakit.
lagi lagi Nerin menitiskan air matanya .
Pergerakan Nerin tak luput dari arah pandang tiga pria sekali Gus .
Erlangga dia balik lagi ke hotel tersebut saat emosinya sudah mulai reda .
Dengan perlahan Erlangga mendekat , dan mulai menepuk pundak Istrinya .
Ekspresi Erlangga datar , hingga Nerin melihat itu pun bulu kuduk seakan berdiri .
Erlangga mengamati dengan sangat teliti penampilan istrinya . Tak ada yang berubah sedikit pun .
Nerin mundur tidak berani menatap manik mata suaminya . " Mas jika kau berfikir , aku berbuat seperti itu . tidak masalah bagi ku . Jika kau ingin membuang ku saat ini pun aku terima . aku akan mengembalikan semuanya . yang telah kau berikan . termasuk biaya rumah sakit Rian . bilang saja . mungkin saja aku bisa mencicilnya nanti . setelah aku mendapatkan pekerjaan lagi . tapi tolong berikut aku waktu untuk mengambil pakaian ku yang berada di rumah mu . Nerin berkata dengan air mata yang mengalir deras . Rasanya sungguh tidak mampu harus berpisah dengan orang yang sudah masuk kedalam hatinya . Apa lagi sudah terlalu dalam .
Erlangga masih saja diam tanpa menjawab perkataan suaminya.
" baik lah diammu sudah menjawab semuanya . permisi mas . " Nerin mengangkat wajahnya menatap sekilas wajah suaminya . Dan tersenyum .
Ayunan kaki mungilnya terhenti takkala tubuhnya di peluk dari belakang .
__ADS_1
" kau tega meninggalkan aku sayang , "Kata Erlangga dia tidak tahan jika harus melepaskan orang yang sangat sangat di cintai .
" mas kamu ," Nerin memutar tubuhnya menghadap suaminya , dan mengangkat wajahnya .
" aku sudah mengetahuinya dari informasi Deni , maaf sayang mas salah paham . " Erlangga memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat .
" iya mas " Nerin menganguk
" ayo kita kembali lagi . acaranya sudah mulai usai . sekalian kita pamitan . Tidak enak jika pergi begitu saja . " Kata Erlangga mengurai pelukannya .
Sedangkan David pria itu , melihat keduanya berpelukan . Mendadak hatinya panas
" kau tau siapa pria itu ? tanya David ke Asistennya
" Dia tuan muda dari keluarga Lawrence, Tuan muda Erlangga Arya Lawrence ," Kata Eric . Pria itu menang mengetahui semua pengusaha termuda .
" oh ," David hanya ber oh ria saja .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
...Bersambung...
__ADS_1