
Erlangga datang bersama dengan pak Hadi , Deni dan Hasan . Hasan walaupun pria itu adalah supir Namun saat ini berpenampilan seperti biasa , karena Erlangga yang menyuruhnya . Dan mengikuti dirinya .
Erlangga mengirim pesan wa ke istrinya , memberi tahukan jika dirinya sudah sampai di lokasi .
Erlangga tersenyum kecil mendapatti sang istri yang berjalan menghampirinya , Tetapi senyum Erlangga tertutup oleh masker .
Walaupun dirinya merasa sangat tidak nyaman . Sebisa mungkin ia tahan . tatapan para wanita tak luput dari Empat pria satu pria paruh baya ketiga pria muda . yang akan menginjak Angka 3 .
Nerin beserta kedua orang tua Dian menghampiri keempat pria itu . Menyambutnya dengan ramah .
Ketiga Pria itu mengikuti Kedua orang tua Dian , Nerin menatap suaminya dengan mimik wajahnya panik . Takut suaminya itu masih tak enak badan .
" mas apa tubuhmu masih sakit ?" Tanya Nerin di. sela sela langkahnya menuju Ke tiga pria yang sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan di sana .
" Aku sudah mendingan sayang , " ucapan lirih
" ya sudah , kamu duduk di sini aja dulu . aku kedalam bentar . Eh iya mas mau makan atau minum ? " tanya Nerin sebelumnya dirinya masuk kedalam rumah Dian
" aku tidak menginginkan apa pun , aku menunggu mu saja ," kata Erlangga singkat . " lagi pula Ku sudah kenyang ," Erlangga melanjutkan ucapannya
Nerin mengangguk , mana mungkin suaminya lapar lagi .
__ADS_1
Erlangga duduk di kursi pastik berbaur dengan Deni , Hasan beserta pak Hadi . Yang sudah duduk di sana
" ya sudah , bentar ya mas ,"
Nerin mengayunkan kakinya masuk kedalam Rumah Dian . setelah mendapatkan jawaban Anggukan dari suaminya . Dan membawa makanan ringan dan air minum juga . Seperti apa yang di minta Sahabatnya.
" Ini Din , aku menunggu di luar saja ya . soalnya suamiku sudah datang kasian dia ." kata Nerin membuat Dian menengok arah , menatap Nerin .
" gak usah alasan deh , bilang aja . Takut suamimu di gondol wanita lain ! " canda Dian
" ya itu salah satu alasan ku , tetapi dia juga gak enak badan ." jawab Nerin Jujur membenarkan ucapan Dian . Walaupun Nerin sendiri tau ucapan Dian hanya sebatas candaan saja. Tetapi pesona suaminya itu memang mengikat kaum hawa .
" aku tau , tapi ada benarnya juga Din . ya sudah aku keluar ya ," pamit Nerin
" iya ," jawab Dian
Nerin menutup kamar Dian , ia mengayunkan kakinya menuju dimana sang suami berada .
Terlihat beberapa rombongan sudah mulai berdatangan .
Rombongan calon suami Dian , Nerin dan Erlangga ikut menyambut rombongan itu keduanya melai melangkahkan kakinya.
__ADS_1
Erlangga juga ikut menyalimi semua orang yang berdatangan . Tetapi hanya berlaku kaum pria saja yang ia terima , jika perempuan pria itu . mengatupkan kedua tangannya . tak berjabat tangan . Takut bersentuhan dengan wanita lain .
" mas maaf ya , kamu tidak nyaman ya ," kata Nerin setelah melihat para rombongan itu sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan .
" no problem dear, " kata Erlangga mengelus belakang kepala istrinya yang terhalang Istrinya , yang sedang mendongkak kearahnya .
Nerin tersenyum , rupanya suaminya itu bisa mengendalikan dirinya .
Ucapan sah sudah terlontar dari sang pengulu dan semua orang .
" andai saja , pernikahan ku seperti Dian pasti aku sangat bahagia ,.." ucap Nerin tak meneruskan ucapannya , ia sengaja mengatakan itu . Ia ingin mengetahui bagaimana reaksi suaminya .
Dan ternyata berhasil Erlangga terlihat kesal . dan berkata
" coba katakan lagi yang ," bisik Erlangga , Nerin terkejut lalu ia menoleh ternyata suaminya sedang merendam emosinya. Tetapi ia tersenyum
" eh , maaf mas . Tapi itu faktakan . Tapi dari kejadian itu tak terlalu buruk juga aku sudah menerima mu dan Sungguh aku sangat menyangi mu . " Nerin mengulum senyum dan mengelus punggung tangan suaminya . Kemudian ia menyenderkan kepalanya di bahu suaminya .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
Bersambung
__ADS_1