
Bima yang mendapati pesan singkat dari Tuan mudanya mengenyit .
Ia membas dengan singkat juga , setelah ia pun beranjak dari ranjangnya . Menuju dapur membutkan satu cangkir teh .
Bima menolak permintaan Tuan mudanya .
Selesai membuat satu cangkir teh , Bima langsung saja mengantarkan ke kamar Tuanya itu .
Bima langsung saja masuk , tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .
" permisi Tuan . " kata Bima dengan suara pelan , takut mengusik tidur Nerin Nona mudanya .
" iya Bim , taruh di sini . " sahut Erlangga , menunjuk meja yang berada di sampingnya.
Bima mengayunkan langkahnya dengan sangat pelan , namun langkah Bima panjang jadi sangat cepat sampai . Dia juga mempunyai tinggi 187 . Tak kalah tinggi dari Tuan mudanya , ya walaupun usia dia sudah mulai menginjak kepala 6 .
Bima tak langsung keluar Pria itu masuk kedalam kamar mandi , mengambil pakean kotor dan membersihkan kamar mandi . Walaupun kamar mandi itu bersih , karena Nerin sendiri lah yang membersihkannya . Tetapi tetap saja ia bersihkan . karena itu pekerjaan dia . Selalu mengecek keberhasilan Tuan mudanya .
" saya keluar Tuan , jaga kesehatan jagan selalu bergadang . " kata Bima menasehati sebelum Ia keluar dari kamar Tuan mudanya dan di sahuti anggukan serta senyum .
__ADS_1
" aku harus kesana , sekarang juga . " batin Erlangga , tapi ia bingung jika meninggalkan istrinya dini hari . Apa lagi takut ia mendapatkan pertanyaan yang mungkin , tidak ada jawaban . Setelah kembali nanti .
Erlangga mencium singkat kedua pipi dan kening Istrinya . Ia menyunggingkan bibirnya sedikit terangkat . " sangat manis . " Erlangga semakin mengembangkan senyumnya
" ah sudahlah , akan ku pikirkan Nanti !!."batin Erlangga ia pun menggeleng dia harus pergi saat itu juga . Ia bangkit dari ranjang setelah mematikan leptopnya . Menaruhnya di atas Nakas . Ia meminum Teh itu sebelum ia keluar satu tangannya menggenggam ponsel .
Di ruang utama sudah ada Deni dan Aldi yang sedang menunggu dirinya , Bima juga bergabung disana .
" Bim , tolong jaga istri ku ! aku keluar sebentar ." Printah Erlangga dan di jawab dengan Anggukan serta berkata " siap Tuan ."
Erlangga langsung saja pergi , Tanpa Menganti pakean . Ia juga memakai sendal rumahan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ke esokkan harinya
" kamu benar gak ikut aku berkunjung ke rumah Deni ? Tanya Erlangga lagi untuk memastikan jawaban istrinya
" bagaimana ya ." Nerin berfikir sejenak " baiklah . " Akhirnya Nerin menyutujui ajakan Suaminya
__ADS_1
" Tapi ,,, " Nerin mengantung ucapannya menghadap suaminya , dan menatap manik mata suaminya lebih dalam , lalu ia menyunggingkan senyum imut
Tatapan Nerin sukses membuat Erlangga menahan dirinya untuk tidak terpancing gairah . Sungguh tatapan itu membuat ia susah payah menelan salavinya .
" Jangan terlalu lama ." Nerin melepas tatapan dari suaminya . Dia berdiri memunggungi suaminya dan berkata " Soalnya aku harus menemani Rian . " kata Nerin , menstabilkan detik jantung yang yang seakan lepas .
Ia Berung kali menarik nafasnya lalu membuangnya dengan perlahan .
Erlangga juga melakukan hal sama dengan istrinya , ia harus bisa mengontrolnya . Karena baru saja mandi , masa ia harus mandi untuk kedua kalinya . Itu akan membuang waktunya saja
" oke sayang , sudah lama sekali tidak mengunjunginya . Maka dari itu akan aku luangkan khusus hari ini . " Kata Erlangga yange dapatkan anggukan mengerti dari Nerin
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selepas perdebatan kecil di pagi hari itu , Erlangga dan Nerin sudah berada di Mobil . yang akan menuju ke tempat orang Tua Deni . Bersama beberapa orang , termasuk sekertaris Ani juga Aldi . dan adik Aldi juga ia ajak . sementara Neneknya ia tinggal dengan Suster yang merawatnya .
Setengah jam perjalanan Nerin menatap luar dari balik kaca mobil , manik matanya memancarkan keceriaan . Tetapi tidak di dalam hatinya . Hatinya merasa tidak tenang , memikirkan Rian Adiknya yang belum sempat ia , jenguk .
Timakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
__ADS_1
Bersambung