
Erlangga menurunkan tubuh ramping sang istrinya setelah masuk ke dalam lift
Setelah pintu tertutup , Erlangga berkata " sayang kenapa kau tidak masuk . Aku sudah menunggu mu sedari tadi . Apa kau mencoba membuat ku sakit lagi " Kata Erlangga
Erlangga menatap manik mata Nerin dalam dalam menunggu jawab apa yang akan di lontarkan oleh istrinya
Nerin sungguh bingung harus menjawab pertanyaan suaminya , jika menjawab karena keberadaan wanita lain sungguh memalukan bukan .
Pada akhirnya ia pun berkata
" Aku rasa tidak ada gunanya aku datang , toh masih ada wanita lain di dalam sana. " kata Nerin jujur, setelah menjawab pertanyaan suaminya
" ternyata benar apa yang aku pikirkan . Apakah istri ku ini sedang cemburu " batin Erlangga tersenyum puas
Nerin mengalihkan pandangannya , ia tak bisa menatap manik mata suaminya itu terlalu lama . karena bisa aja ia menjadi tak berdaya , manik mata yang sangat membuatnya terhipnotis .
* aduh bodohnya aku mengatakan itu . pasti mas Ar besar kepala . setelah aku mengatakan itu . Akh , " geram Nerin dalam hati
" kau belum menemui ku , tetapi kau sudah berfikir yang tidak tidak . Apakah ucapan ku itu . Tidak bisa kau percayai . Apa ucapan ku selama ini hanya kebohongan . Kenapa kenapa kenapa " kata Erlangga , pura pura marah ia sedikit meninggalkan suara
Namun dalam hati ia tersenyum penuh kemenangan
__ADS_1
Nerin sedikit terkejut dengan ucapan suaminya sebab ia sedang melamun
" jawab aku sayang " kata Erlangga lagi , sekarang nada suaranya sudah normal kembali
" em , aku aku " ucapan Nerin terbata bata , rasanya begitu sulit untuk mengeluarkan suaranya
Melihat Nerin tertekan , Erlangga membawa tubuh Nerin masuk kedalam dada bidangnya
Ting
Bunyi Pintu lift terbuka
" ayo sayang" kata Erlangga lembut , sebisa mungkin ia harus mengontrol emosinya . merangkul tubuh istrinya menuju ruang Presdir ( ruang kerja miliknya)
Nerin terkejut Melihat sosok wanita , yang masuk ke kantor suaminya itu terlebih dahulu . Ia pikir , berada di dalam ruang kerja suami nya , tapi salah dia berada di luar ruangan suaminya .
Jika mengingat kejadian ia di hukum , karena masuk kedalam ruangan Presdir mungkin tak akan bisa berfikir macam macam .
Nerin merasa malu * duh bodoh " batin Nerin mengerutu, ia mencengkram jas suaminya sangat erat
Dalam hati Erlangga berkata " kamu terlalu polos sayang , aku memang sengaja tak ingin mengatakan se jujurnya . Percuma saja jika ucapan ku pasti kau anggap sebuah kebohongan . Setelah kau mengetahuinya , apa kah kau sudah mempercayai ku . " batin Erlangga menerawang , menyunggingkan senyum kecil melihat tingkah laku istrinya
__ADS_1
Ayu menyapa dengan sangat riang , ia melaju menuju Erlangga dan Nerin berdiri
Dan berkata dengan sopan " good afternoon Ner , eh Nona " kata Ayu , membuat Nerin tersenyum ramah
" just Nerin , I'm not your boss ( aku bukan bos kamu )" kata Nerin semakin mengembangkan senyum lebar .
" ok, just call me ayu (baik lah , panggil aku ayu )" kata Ayu , ia mengulurkan tangannya . Nerin menerima uluran tangan Ayu , keduanya saling melempar senyum .
" Come on, dear ( ayo sayang ) " kata Erlangga , acuh namun sebelum ia melangkahkan kakinya menuju ruangannya ia pun berpamitan dengan ayu , tak lepas tangan itu mengandeng tangan istrinya sangat erat
" goodbye ( selamat tinggal ) " kata Erlangga datar
Sedangkan dua sekertaris itu , hanya menyapa dari kejauhan .
Tiba tiba, tubuh Ayu menegang , mendengar ucapan Erlangga .
Walaupun ucapan itu terdengar biasa saja , tetapi itu mampu membuat ayu menegang .
Ayu sengaja mampir , ke kantor Erlangga . Wanita itu berniat mengajak makan siang bareng
Tetapi Erlangga menolak , karena dia sedang menunggu sang istri datang . Walaupun merasa kecewa . Tetapi ia juga tak ingin egois . lebih baik , ia memilih memendam rasa kecewanya itu .
__ADS_1
Dan tidak mungkin juga makan yang ia bawa harus di bawa pulang lagi , pada akhirnya ia pun memutuskan untuk mengajak Aldi dan Ani untuk makan bersama
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya