
Kinan mengikuti langkah Nerin , walau dalam hati kecil kinan sendiri masih ada rasa kesel , sebel bercampur menjadi satu dengan sikap Nerin
Namun dia tak menolak , lagi pula dia juga ingin tau apa yang telah terjadi pada diri sahabatnya itu
kini keduanya pun duduk di bangku panjang , yang berada di tempat tersebut
" mbak , coba kamu ceritakan tentang diriku . semoga saja aku bisa mengingat sedikit tentang diriku , saat kejadian 6 bulan yang lalu . jujur saja , aku bingung dengan ini semua " Nerin langsung saja mengatakan apa yang telah ia pikirkan , gadis itu mengunjang lengan tangan Kinan
Kinan yang bingung dengan tingkah laku Nerin pun hanya menyipitkan matanya , dengan otak yang berputar putar .
" kamu benar benar tak mengenaliku ?? Kinan mulai mengamati wajah polos yang menggelengkan kepalanya
* seperti nya ingatan Nerin ilang sebagaian deh " batin Kinan
mau tak mau Kinan pun mulai menceritakan dari A sampai Z . sampai dirinya tak boleh menjenguknya .
.
.
di sisi lain
__ADS_1
Setelah tadi ia berpamitan dengan sang istri , pria itu tak langsung pergi melainkan Menganti pakai nya dengan pakaian formal .
pria itu sepertinya mempunyai rencana baru atau bahkan membuat kejutan untuk istrinya itu
Di perusahaan milik Erlangga lebih tepatnya
The kingdom internasional perusahaan terbesar di Indonesia
saat dirinya turun dari mobil mewahnya itu , dia turun dengan sangat elegan dan di sambut beberapa karyawan yang akan pulang
" selamat sore Presdir ,, Tuan " beberapa orang mengucapkan kata kata berbeda namun terdengar berbarengan , juga sedikit menundukkan tubuhnya
" Sore " Erlangga menjawab dengan nada yang tenang namun sangat tinggi
Deni menekan tombol lift , Erlangga lebih dulu masuk di susul sekertaris Deni dan 7 orang bodyguard
" Deni , kau sudah siapkan apa yang telah aku inginkan ?" Erlangga membuka suaranya
" sudah semuanya tuan , bagaimana tuan . ulang tahun Anda akan di acara kan seperti apa ??
pembicaraan keduanya itu terhenti saat pintu Lift terbuka Erlangga keluar dan di ikuti semua orang
__ADS_1
kemudian dia masuk ke dalam ruangan miliknya
Erlangga melempar kan tubuhnya itu di kursi ke besarnya
sementara Deni mengambil beberapa berkas yang berada di ruang Aldi , Aldi belum juga pulang dia masih banyak pekerjaan yang sangat menumpuk
walaupun dia dan Deni berbagi tugas tetapi pekerjaan yang hilir mudik tetep saja pekerjaan itu tak kunjung rampung . malah semakin banyak
Dia berharap sang presdir akan kembali bekerja seperti sedia kala .
Alih alih Aldi dan Deni bisa bernafas lega mendengar kesadaran dari sang Nona . tapi dia di kejutkan akan kabar sang Nona yang kehilangan sebagian ingat nya .
Membuat kedua pria lajang itu hanya pasrah . mungkin nasibnya akan seperti itu terus menerus . bahkan Deni dan Aldi itu tak pernah tau apa yang namanya jatuh cinta . hidup bahagia dengan wanita yang ia cintai
" Al , berkas yang kemarin mana " Deni yang mulai membuka berkas berkas yang berada di meja Aldi
" bentar " Aldi membuka laci kiri dia pun mengambil berkas yang 2 jam yang lalu sempat ia cek untuk memastikan akan ketidak kesalahan
"ini " Deni menerima berkas yang Aldi sodorkan
" kau bawa berkas lainnya yang perlu tanda tangan Tuan " Deni memberi tahukan apa yang ia pikirkan
__ADS_1
" mungkin juga , Tuan akan mengatakan sesuatu " Deni lagi sabelum dia keluar dari ruangan Aldi
Aldi hanya mengangguk mendengar ucapan Deni