
Selamat membaca
Di perusahaan kedua Erlangga yang berada di Singapura .
pria itu sekarang sedang menyenderkan punggungnya di kursi kebesarannya . rasanya begitu lelah
dari dua hari yang lalu pria itu langsung saja di hadapan kan beberapa berkas yang menumpuk . alhasil dia pun tak sempat mengabari sang istri
cukup sulit untuk mendapatkan waktu senggang . akibat dia bolak balik . bertemu Klian juga miting untuk memecahkan masalah
seharusnya dia langsung saja meninjau pekerjaannya . tetapi dia menunda hinga dua hari alhasil seperti ini lah . pekerjaan bertambah banyak
" bagaimana Den kau sudah menemukan titik terang ?? tanya Erlangga
pria itu sekarang kembali fokus walau dalam hati ada rasa Rindu yang teramat untuk sang istri yang jauh disana
" belum tuan , orang kita masih mencari informasi siapa saja yang berkaitan dengan orang itu " Jawab Deni
kemudian Deni teringat kejadian kemarin sore saat ia keluar ingin menemui klien
* ah biar aku selidiki terlebih dahulu " batin Deni
.
.
.
__ADS_1
sementara Nerin yang sedang mencabut rumput liar di kebumen yang terletak tak jauh dari dapur terlihat sangat gembira dan bersemangat
walaupun keringat sudah banjir di seluruh tubuhnya namun wanita itu tak gentar menyerah
degan di temani dua orang pelayan yang nampak sudah mulai akrab dengan nya
" La ,,, udah berapa lama kerja di tempat ini ?? tanya Nerin
" baru satu tahun Nona " jawab Lala
" loh ko Nona lagi ,, pangil Nerin saja " tegur Nerin
" eehhh ,,, " Lala gelagapan mendengar teguran Nerin
" maklum aja ,, diakan datang dari kampung. lagian kan dia juga tidak terlalu akrab dengan teman teman yang berada di sini . dia selalu menyendiri " ujar pelayan yang satunya lagi yang bernama Ana
Nerin nampak penasaran setelah Ana mengucapkan kalimat menyendiri. Narin berfikir jika Lala telah melewati masa yang sangat sulit
Narin pun tak fokus lagi degan rumput liar yang seharusnya dia cabut dan harus selesai
" La . peristiwa seperti apa yang kamu alami sehingga kamu menutup diri "??? tanya Nerin setelah menghadap Lala ia bahkan sampai duduk di atas rumput itu tak beralas apa pun
" hemmm,,, bahkan aku tak ingin mengingat kejadian itu lagi ,, namun apa lah daya . sering kali aku ingin membuang kenangan itu ,, tapi entah mengapa terlalu sulit " Jawab Lala terdengar getir , walaupun dia tersenyum ,, tepi itu hanya senyum yang penuh luka
Nerin yang mendengar jawaban seperti itu pun . mengingat akan tentang dirinya * kenapa dari alur ceritanya seperti ku " batin Nerin
" tapi tidak juga menutup diri dong La ,, cerita ke seseorang yang terdekat ,, menurut kamu bisa untuk bertukar cerita . aku pun juga sama seperti mu . mempunyai kisah yang mungkin sangat sulit aku lupakan . bahkan aku juga sempat menyendiri sama seperti mu " ujar Nerin pajang lebar
__ADS_1
pembicaraan itu berhenti saat ada seseorang yang mendekat
" eh maaf kan kami tuan " mohon Nerin mewakili kedua teman barunya itu Lala Juga Ana
" ini HP mu sangat brisik . jawab lah " printah Bima kepala pelayan
" maaf tuan , lan kali saya akan menonaktifkan " ujar Nerin takut perkataan Bima yang nampak seperti gunung es yang dingin
" tidak juga kau matikan , tapi dering telepon itu jangan terlalu kencang . membuat semua orang tak nyaman . apa lagi di saat jam kerja " balas Bima
" iya tuan , kalo begitu saya permisi " ujar Nerin melangkahkan kakinya lalu menghubungi orang yang tertera pada pangilan tak terjawab
" siapa sih , ngangu aja " ujar Nerin menggerutu
tiba tiba mata nya melebar * apa kenapa bisa dia , kirain udah lupain aku * batin Nerin
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1