
" kau yakin Gavin di sini " ucap Erlangga kepada Aldi setelah turun dari mobilnya itu dengan Nada yang terdengar penuh penekanan
Pria itu takut akan terjadi sesuatu hal buruk pada sahabatnya
" iya tuan , Johan yang sudah masuk kedalam "
" baik lah ,, Ayo "
Erlangga mengikuti arahan Aldi yang berada di depannya Deni juga para bodyguard pun mengikuti
Sebagian yang sudah mengambil tempat masing masing
dor
Tembakan lolos dari tangan
Erlangga
Rupanya Pria itu sungguh tidak bisa mengontrol dirinya
Tembakan pertama terdengar sangat nyaring
Gavin yang didalam tersenyum penuh kemenangan , ternyata inilah rencana selanjutnya yang dinginkan Gavin
" kau dengar sayang , pangeran mu sudah datang " sinis Gavin juga ada gelak tawa yang terdengar sangat puas
" Zo kau bawa wanita ini " Gavin menyuruh Kenzo untuk membawa Ayu ketempat lain di ikuti dua orang bodyguard yang
" Baik Tuan , berhati-hati lah " Kenzo memperingati Gavin untuk lebih berhati hati , namun peria itu hanya menyunggingkan senyum kecil . pertanda mengerti
Dor
" Di mana , kau Gavin.... " Triak Erlangga menggelegar bersamaan dengan Pintu yang terbuka akibat tendangan ganas dari Erlangga yang terlihat seperti macan Asia
Brakkkkkkk
Gavin yang sedang duduk anteng , terlihat sangat santai itu dengan kaki yang di silang kan sementara tangan kanannya Memegang belati yang sedikit terkena darah , senyum terukir di wajah Gavin
__ADS_1
Erlangga nampak emosi , ketika melihat darah di pisau belati yang di pegang Gavin
" mungkinkah " pikir Erlangga pikiran pikiran buruk mulai menari nari di dalam otak milik Erlangga
" wah selamat datang teman ku " sapa Gavin pira itu berdiri tegak setelah melihat Erlangga berada di tepannya
Dor
Dada bidang sebelah kanan Erlangga tertembak akibat pria itu sedang lengah
bodyguard yang mendampingi Gavin menembak dada bidang milik Erlangga
Gavin tersenyum puas
Tapi kepuasannya pun langsung sirna , karena serangan dari anak buah Erlangga lebih brutal dari perkiraan
Deni mlongo melihat Erlangga hampir tumbang
" Tuan " tiriak Deni bersama dengan Aldi yang menengok arah Deni Triak
Degan Gavin yang sudah tertawa lepas meninggalkan tempat itu
Namun Brak
.
.
Rumah sakit Harapan yang didirikan oleh ayah Erlangga tuan Lawrence
Para dokter dan perawat pun sudah mulai menunggu di pelataran rumah sakit , tepat di lobby
Nerin yang mendengar kabar jika Erlangga tertembak pun langsung panik
Gadis itu lari tanpa memakai sepatu , tas ia bawa tadi pun ia tinggal hanya ponsel saja yang dia pegang , pikirannya kau
Bersamaan degan Lala juga Ana terlihat kebingungan
__ADS_1
kedua wanita itu pun mengikuti arah , sang nona muda lari
Kinan yang baru kembali dari toilet pun bingung bangku yang tadi ada Nerin dan kedua pelayanan sudah kosong
Sementara sepatu serta tasnya tergeletak
Kinan semakin bingung gadis itu pun , bertanya dengan orang yang berada di sana
sebelum itu Kinan membawa barang milik Nerin yang tertinggal
Sesampainya di rumah sakit , Nerin pun menarik nafas berulang kali , gadis itu pun terengah engah .
namun sebelum gadis itu masuk , beberapa mobil datang salah satunya mobil Erlangga
Nerin menghentikan langkahnya , gadis itu melangkahkan kakinya menatap Mobil yang nampak tak asing
Detik berikutnya kedua bola mata Nerin terbuka lebar
Nerin menjerit serta teriak menyebut nama sang suami
" Arr...... " triak Nerin gadis itu menabrak semua orang yang disana
Gadis itu ambruk menubruk tubuh besar Erlangga nampak tak berdaya namun kedua bola matanya masih sedikit terbuka
Setelah pintu mobil terbuka Erlangga pria itu turun dengan bantuan Deni yang di sampingnya
Namun belum sempat piria itu berdiri ,Nerin menubruk nya degan begitu cepat
Semua orang mlongo , dengan tingkah laku gadis yang tak di kenal
**Terima kasih yang sempat mampir di karya author Abal Abal ini
jangan lupa dukungnya
agar author lebih semangat lagi
salam sehat untuk semua**
__ADS_1