Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
Part 12


__ADS_3

selamat membaca


* baik lah akan ku lakukan semua printahmu nenek lampir " batin Nerin


Nerin degan penuh percaya diri mengambil peralatan bersih bersih lalu menuju ruang Presdir


" hay Ner gimana ??? " sapa Kinan saat melihat Nerin lewat


" aku disuruh membersihkan ruangan Presdir " jawab Nerin santai


" ih ko kamu mau " kinan binggung * apa maksud dari semua ini pikir kinan


" ya harus bagaimana lagi , itu perintahnya " jawab Nerin cuek


" gimana katanya mau bantuin ?? Nerin balik tanya


" hah gimana ya " kinan berfikir sejenak


Di kontrakan Nerin


setelah Nerin pergi Erlangga bangkit dari ranjang tersebut dan mengambil hp yang di selipkan bawah bantal langsung saja ia mencari kontak asistennya


" Den kau awasi kepala OB disana pastikan dia tak berbuat masalah degan istriku dan kau urus semua yang aku inginkan " ujar Erlangga


" baik tuan , saya mengerti . ah iya tuan ini ada beberapa berkas yang harus tuan tanda tanganni . dan sepertinya kita harus mengecek proyek yang berada di Singapur ada sedikit kendala" ujar Deni


" ahhh kenapa mendadak si " Desah Erlangga " kau tau aku sedang tak enak badan "


" apa .... tuan sedang sakit . y ampun tuan " Deni kalang kabut mendengan Erlangga sakit dan mematikan telfon begitu saja

__ADS_1


Sementara Aldi yang berada di sampingnya juga tak kalah terkejutnya


" al kau urus kantor sementara aku mengurus tuan dan jaga nona "


" ok . aku akn menjaga nona dengan baik "


Deni ngacir keluar dari ruangan kerjanya degan tergesa gesa saat ingin membuka pintu mobil teringat jika harus mengawasi kepala OB alhsil Deni lari lgi masuk ke dlam kantor


membuat semua karyawan bingung apa yang sedang terjadi


Seharusnya Deni telfon atau kirim pesan saja ke Aldi kan lebih praktis namun seakan ia lupa mungkin karena terlalu panik


pintu ruangan Aldi terbuka degan kasar membuat yang berada di dalam terperanjat


" hah sialan lu , ngagetin gue aja . ada apaan . apa tuan sakitnya parah ??? Aldi khawatir


" ah . tidak aku hanya menyampaikan sesuatu suruh orang mencari tau hukuman apa ya di berikan oleh kepala OB ke nona dan kau ikuti saja permainya . setelah itu kau juga


" hanya itu yang ku sampaikan "


" kenapa harus kemari . lewat telfon kan bisa " Aldi mengenyit heran


" ah iya lupa . ah sudah lh aku pergi dulu "


" dasar "


.


.

__ADS_1


.


sementara Nerin dan kinan sedang di ruangan Presdir


" kin bantuin napa " Ujar Nerin saat melihat Kinan diam saja Seperti patung


" eh ,, aku keluar aja ya , aku takut di marahin " jawab Kinan jujur gadis itu bener bener takut


walaupun itu ruang sangat luas dan terlihat sangat nyaman tapi bagi kinan tidak . mungkin karena pemiliknya yang terdengar sangat mengerikan


" hais kenapa kau tadi ikut " ujar Nerin ketus


" ah tadi aku biasa aja tapi....terputus


sebab sebuah langkah kaki yang terdengar sangat berwibawa


" kenapa kalian membersihkan ruang Presdir . bukan kah kalian tau . wanita tidak di per boleh kan masuk apa lagi membersihkan ruangan persedir " bentak Aldi suara begitu tinggi nan datar


" em itu tuan ... em inikan perintah dari buk kepala . lalu saya harus apa " jawab Nerin terbata bata tapi jujur dengan menundukan kepala


" sekarang kalian keluar dari ruangan ini dan bersiap lah merima kejutan dari tuan entah apa yang akan tuan lakukan kalian mengerti " bentak Aldi tapi ucapan itu seakan ada makna


" baik tuan saya permisi " jawab keduanya


saat kedua gadis pergi Aldi menghela nafas * semoga tuan tak memberikan hukuman berat untuk ku " batin Aldi menolong ada rasa resah di hatinya


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2