
selamat membaca
setelah sampai di Mansion pria itu langsung turun dari Mobilnya menuju pintu utama yang biasa ia lewati , Erlangga langsung di sambut oleh para pelayan , termasuk Bima sebagai kepala pelayan
" Bim ,, keadaan aman kan selama aku keluar " tanya Erlangga pria itu langsung saja melempar kan tubuhnya di kursi sofa di ruang utama sembari memejamkan matanya
" aman tuan " jawab Bima
Bima pun langsung saja menghampiri Erlangga sang tuan muda yang sedang duduk itu , dia langsung mulai membuka sepatu dan menganti dengan sendal yang biasa Erlangga pakai jika di rumah
Bima kepala pelayan yang sangat setia , Bima juga lah yang slalu menjaga Erlangga sedari kecil jadi tentu tau apa yang harus ia lakukan dan tidak boleh lakukan
" kau yakin , tidak ada yang mencurigakan " tanya Erlangga lagi
" yakin tuan , saya pantau terus dari ruang cctv " jawab Bima jujur
" baik lah , kau lanjutkan pekerjaan mu , aku mau ke atas dulu " ujar Erlangga pria itu langsung saja berlalu dari arah pandang Bima
Bima pun juga berlalu menuju tempat dia tadi bertugas setelah sang Tuan muda tak terlihat
setelah sampai di lantai dimana hanya terdapat dua kamar yang cukup luas dan Hanya terdapat barang barang mewah di sekeliling nya
__ADS_1
satu kamar utama dan satunya kamar rawat Nerin yang nantinya akan di sulap menjadi kamar si kecil
Erlangga mengurungkan niatnya untuk menemui sang istri dia memilih masuk kamar nya untuk menganti pakean , terlebih dahulu
setelah dirasa cukup Erlangga langsung saja menuju kamar , sebelah dia merasa sangat rindu dengan sang istri
dengan perlahan Erlangga membuka pintu kamar sebelah dengan sangat hati hati lalu ia menutup kembali . terlihat jelas dari pandangannya itu jika Nerin sang istri masih saja anteng tidur dengan damainya entah sampai kapan dia akan bangun .
" huff " lagi lagi Erlangga hanya menghembuskan nafas pelan
ia harus bisa sabar dan menunggu sampai kapan istri kecilnya itu akan sadar
dia langsung menjatuhkan bokongnya dengan perlahan di bibir ranjang tersebut , tangan kanan itu terulur meraih tangan kanan Nerin sang istri dengan lembut dan mengusapnya berulang ulang
tak lupa juga Erlangga mencium kening Nerin
" kamu jahat yang , kenapa sampai sekarang kamu belum juga sadar " rajuk Erlangga pria itu merengek seperti anak kecil kemudian dia merubah posisinya itu memeluk sang istri dengan arah menyamping
rasanya begitu nyaman ketika tumbuh nya itu memeluk tubuh sang istri
perlahan kedua bola mata pria itu meredup , seketika dia terlelap begitu saja tanpa di minta mungin rasa nyaman masuk ke dalam benaknya menjadikan pria itu mudah terlelap
__ADS_1
Nerin di alam bawah sadarnya
" wah indah sekali tempat ini " Nerin tersenyum kala banyak bunga serta kupu kupu
" apa kah aku sedang bermimpi " Nerin berbicara sendiri namun kedua bola mata indahnya itu tak sengaja menangkap dua sosok berbeda jenis kelamin itu , yang sedang menuju ke arahnya
Nerin jelas bingung , tetapi saat kedua sosok mendekati nya , Nerin mulai mengenalnya .
Nerin jelas saja sangat bahagia , bagaimana tidak sosok yang dia rindukan selama ini . muncul secar tiba tiba , di depan mata nya
" aku tidak bermimpi kan " ujar Nerin berbicara sendiri
terpancar jelas mimik wajah gadis itu sangat bahagia dan ceria
tanpa menunggu sosok itu mendekat , Nerin langsung saja berlari
.
.
bersambung
__ADS_1