
Tidur lelap seorang gadis yang berada di pelukan suaminya pun terusik tak kala wajahnya , mendapatkan ciuman bertubi tubi .
" Apan sih mas , aku tuh masih ngantuk tau ." kata Nerin kesel , suaranya masih serak .
" sudah magrib sayang ," bisik Erlangga ia mengendus leher istrinya yang terhalang hijab , hijab itu sudah tak berbentuk lagi . Karena saking usil suaminya itu .
Erlangga sengaja bertingkah seperti itu agar , istrinya cepat bangun .
" ih mas , awas ah . geli tau ," omel Nerin mencoba melepaskan diri dari jeratan suami mesumnya
Setelah terlepas gadis itu pun bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu , dan di susul Erlangga suaminya.
keduanya pun siap menjalankan tiga rakangat itu , di ruang rawat Rian .
Setelah selesai Nerin pun melipat mukenanya dan melipat sarung serta peci suaminya dan menyimpan kembali di tempatnya.
" mas aku laper , keluar yuk . Aku pengin makan bakso ," kata Nerin menghampiri suaminya yang sedang melihat layar ponselnya . Yang sedari tadi mendapatkan notifikasi pesan Wa.
" yuk ." Erlangga menyutujui ajakan istrinya , meski dirinya sudah pasti ikut makan . Namun Ia senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan istri tercintanya . Sungguh rasanya begitu bahagia setelah menemukan wanita yang tepat . Dulu ia berfikir tak akan pernah bisa bahagia seperti kedua orang tuanya yang menemukan dambatan hatinya . Tapi semua salah kini ia benar benar menemukannya.
" Trimakasih sayang kau telah masuk kedalam hidup ku , aku bahagia memilikimu ." bisik Erlangga di telinga istrinya ia semakin erat merangkul tubuh ramping istrinya posesif.
__ADS_1
Nerin hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya , itu sudah tidak terdengar asing lagi bagi Nerin . Sudah berapa kali suaminya berkata seperti itu . Tetapi ia merasa bersyukur memenukan pria penganti .
Keduanya pun memasuki pangkallan Bakso yang terlihat sangat ramai Pengunjung
" kamu mau mas ? tanya Nerin ya mungkin saja Suaminya mau , jika tidak bisa memasan satu saja untuk dirinya .
" emm , tidak usah ," Erlangga sungguh ragu rasanya aneh saja . Apakah makan seperti itu rasanya enak .
" ya sudah , biar nanti kamu coba punya ku saja ." Nerin tersenyum , ia memaklumi suaminya . Mana bisa makan seperti itu masuk kedalam perut seorang pengusa .
" bang satu porsi sedang ya , " kata Nerin
Setelah memesan satu porsi mangkuk bakso sedang Nerin pun ikut gabung dengan para pengunjung , Nerin tersenyum ramah . Sedangkan Erlangga menautkan alisnya bingung . Ia berdiri kaku di sana . sungguh ini bukan dirinya .
" mas sini , kenapa masih berdiri saja ." kata Nerin membuat pria itu terpaksa menghampiri istrinya
" duduk disini , " Nerin menunjukan bangku kayu panjang yang sedang di duduki dirinya dan beberapa orang
" bawa pulang aja ya , aku risih ." bisik Erlangga sungguh dirinya tidak bisa berbaur dengan orang lain.
" tidak mas , aku ingin makan disini . " tolak Nerin memaksa suaminya untuk menemaninya makan di tempat itu , Erlangga pun pasrah . Dia duduk kaku mengamati istrinya mulai melahap makanannya .
__ADS_1
" kamu mau , coba a...." titah Nerin agar suaminya itu mau membuka mulutnya .
" emm , baunya cukup menggugah selera " guman Erlangga , ia pun mulai membuka mulutnya.
Erlangga melebarkan manik matanya ketika , bakso itu mendarat di lidahnya . Ia mulai mengunyah , menikmati rasanya . " Tidak terlalu buruk " pikirnya . Ia sedikit menyingkirkan senyum kecilnya
Tatapan semua orang tak lepas dari seorang Erlangga sang penguasa yang mau berbaur dengan orang lain.
" bagaimana mas ?tanya Nerin ketika melihat ekspresi suaminya yang terlihat menikmati rasa bakso itu .
" tidak terlalu buruk ." sungguh ucapan itu sangat menjengkelkan . Tetapi banyak yang memakluminya .
" saya tegaskan untuk semua Karana saya sedang berbaik hati . jika ada yang mau menambah atau bawa pulang bilang saja . Saya yang akan membayarnya . "
Perkataan itu sukse membuat semua orang berseru dan mengucap terima kasih .
Sungguh rejeki nomplok menurutnya .
Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya
...Bersambung...
__ADS_1