Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 51


__ADS_3

part 51


Erlangga bergegas keluar dari ruangannya dan di ikuti oleh sekretaris Deni


Nerin hanya tersenyum melihat suaminya itu pergi


kemudian ia masuk kedalam ruangan pribadi suaminya , setelah ia memencet tombol


Bau parfum pria itu melekat di seluruh ruangan , membuat Nerin senyum senyum sendiri .


" ah " Nerin mengetuk kepalanya sendiri agar dirinya bisa kembali sadar


Nerin pun menuju kamar mandi , beberapa saat kemudian ia keluar menuju lemari dekat dengan ranjang


Namun kedua bola matanya tak sengaja menangkap pemandangan di sana Nerin berdiri sejenak untuk menikmati pemandangan itu


tok tok tok


ketukan pintu membuat Nerin tersadar kembali dia pun menuju pintu dan membukanya dengan perlahan


ceklek


" eh sekretaris Al , ada apa ? tanya Nerin


" Ini Nona , tadi Tuan pesan membelikan Mukena untuk Nona . ah ya juga uang kes yang anda minta " ujar Aldi menyerahkan paper bag


" oh itu , cepat sekali . terimakasih Al " Nerin tersenyum ramah dan menerima paper bag yang Aldi serahkan


" iya Nona , sama sama . kalo begitu saya permisi Nona " pamit Aldi

__ADS_1


" iya " Nerin menjawab ucapan Aldi dan menutup pintu kembali


.


.


sementara itu Kinan menunggu Nerin ya mungkin saja mau makan siang bareng


" Hay kin , Yu kantin " ajak salsa


" bentar aku nunggu Nerin . kita bareng aja . kasian kan dia " ujar Kinan


" Hem baik lah " salsa pun ikut dudu di bangku panjang yang sedang Kinan duduki


" eh Kin . aku kira Nerin di pecat loh . gak taunya dia masih bekerja disini "


* mana mungkin Nerin di pecat, dia kan istri bos " batin Kinan melirik salsa sekilas


" emang kamu gak ingat Wak.....ucapan salsa terpotong Kinan berdiri saat Nerin hampir sampai di hadapannya


" eh kalian masih ada disini , kirain dah kantin duluan ?? Nerin langsung saja bertanya


Kinan memukul bahu salsa pelan untuk mengikuti dirinya berdiri " sengaja Ner . ko lama " ujar Kinan


" tadi aku sholat dulu "


" oh "


ketiga gadis itu pun menuju kantin kantor , tadinya salsa tidak mau ikut tetapi Nerin yang memaksa jadi salsa pun pasrah mengikuti kedua temannya itu

__ADS_1


" pesan apa pun yang kalian mau , biar aku yang bayar " perintah Nerin


" yang bener ni ? aku si gak bakal nolak " salsa berbinar saat Nerin mengatakan membuatnya senang .


" benar lah , ya kali aku becanda " ujar Nerin


Kinan hanya menyunggingkan senyum kecil , dan itu terlihat jelas oleh Nerin


Begitu ramai suasana kantin saat ini , bangku di sana pun terlihat penuh . untung saja ketiga gadis itu kebagian bangku .


ketiga pun langsung saja memesan makanan dan tak lupa Nerin memesan makan untuk suaminya dan membuat Salsa bingung . tapi ia tak ingin bertanya


.


.


" apa kau bilang hamil " ucapan Gavin mengelegar membuat wanita itu ketakutan


Selama ini dia tak mengatakan semengerikan itu , ucapannya sangat lembut . dan membuat wanita itu merasa bahagia . tapi apa ini , sekarang . Hingga wanita itu hampir saja berjingkrak kaget


" iya dan ini anak kamu " jawabnya dengan tubuh bergetar Akib menahan rasa takut


" Hem , kau sengaja .ingin bersanding dengan ku ya " ucap Gavin sinis . dia mengangkat ujung bibirnya


" aku tau apa yang ada dalam otak kecil mu itu . karena kau telah di tinggalkan dia " Ucap Gavin lagi


" aku , aku. .. " ucapan wanita itu terputus saat Gavin berteriak memanggil asisten pribadinya itu untuk mengusirnya


" Dio kemari , sered wanita ja****Ng ini pergi " suara Gavin naik 1 off membuat siapa pun akan merasa takut

__ADS_1


__ADS_2