Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 35


__ADS_3

selamat membaca


Nerin menikmati pelukan hangat yang di berikan oleh kedua orang tuanya rasanya begitu nyaman


hening hinga akhirnya Nerin membuka suaranya " Ayah , ibu . aku sangat merindukan kalian " ujar Nerin lirih serta terdengar sangat pilu luluh sudah air mata kebahagiaan yang di rasakan Nerin saat ini . walaupun itu tak masuk akal menurutnya bagimana bisa dirinya bisa bertemu dengan kedua orang tua yang sangat di rindukan kini di depan mata . apa lagi sekarang dia bisa memeluknya


" kami juga sayang " jawab bersamaan dengan membelai punggung Nerin


Dengan perlahan Nerin mulai melepaskan pelukannya itu " aku sangat bahagia kini aku bisa melihat kalian berdua " Nerin tersenyum cerah ada rasa bahagia menyelimuti dirinya walau kedua bola matanya itu masih sembab


" apakah ibu dan ayah tidak akan meninggalkan ku lagi ?? tanya Nerin sembari mengusap sisa sisa air mata degan kedua tangannya


" siapa bilang kita meninggalkan mu sayang . kita merasa tak pernah meninggalkan mu hanya saja kita sudah berbeda tempat sayang dan kamu belum pantas berada di sini " ujar Ibu berhenti sejenak mengamati perubahan sang putri


" aku sema sekali tidak mengerti apa yang barusan ibu katakan" ujar Nerin bingung apa maksud nya berbeda tempat pikirnya


gadis itu di buat bingung kenapa sang ibu bisa mengatakan yang tak masuk akal menurutnya


" kamu pasti akan mengerti , kembalilah ini bukan tempat mu sayang , gapai lah mimpi mu . dan pesan ibu untuk mu jga adikmu dengan baik . berbahagialah dengan orang yang sekarang sedang menunggu mu . ibu dan ayah ingin melihat kalian berdua bahagia " ujar ibu Nerin


" iya sayang , ibumu benar . ada seseorang yang akan menjaga mu dan adikmu . percaya lah kepadanya " ujar Ayah Nerin menimpali ucapan sang ibu


" aku tidak mengerti . apa maksud Ayah dan ibu , aku tentu ingin bersama kalian " ujar Nerin

__ADS_1


" tidak sayang , hidup mu masih panjang . kembalilah " ujar keduanya menolak


gadis itu tak bisa menahan rasa sakit , rasanya begitu sesak . perkataan kedua orang tua yang selai ini ia rindukan dengan terang menolak kehadiran dirinya


" apa ibu dan ayah tidak menyayangi ku lagi ?? tanya Nerin sendu


" tentu saja , ibu dan ayah sangat menyayangi kamu sayang . tetapi jika kamu ikut dengan kami . bagaimana dengan nasib Rian . dia menaruh harapan ke kamu . maka dari itu , kami tak bisa membawamu bersama kami ,,, sayang " ibu


" tapi "


" benar sayang , bagaimana nasib Rian . dia belum bisa mandiri . Ayah sangat ,, memohon kepada mu sayang " pinta sang ayah


" baik lah jika itu ke ingin kalian , tapi mana bisa aku kembali "


" tapi "


" ibu mohon sayang "


" ayah mohon sayang "


lambaian tangan kedua orang tuanya membuat Nerin kembali bersedih , tapi setelah itu keduanya pun menghilang dari pandangan bersama an degan dirinya berteriak memanggil keduanya


" ibu,,,, ayah ,,,, tunggu ,,,, Triak Nerin

__ADS_1


begitu pun dengan dirinya di silaukan oleh cahaya yang sangat terang . hingga tak terasa tubuh dirinya pun seakan terbang melayang


Kesadaran Nerin


" aaaa,,,,," triak Nerin


gadis itu langsung saja membuka kedua bola matanya itu . nafas pun tersengal sengal seakan dia baru saja berlari sangat jauh


" Huh " Nerin menghembuskan nafasnya pelan dan sedikit menyeka bulir keringat yang berada di dahinya


bahkan Nerin sendiri belum sadar penuh jika dirinya hanya seorang diri


dia masih mengatur nafas nya yang belum setabil


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2