Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 27


__ADS_3

selamat membaca


sebelum Deni menjawab pertanyaan Tuannya dia menstabilkan nafasnya yang sedang naik turun


butuh waktu beberapa detik sebelum akhirnya Deni membuka suaranya


" Nona Andin lolos Tuan ,,, licin sekali dia " jawab nya lugas


Erlangga yang mendengar jawaban itu pun hanya menghela nafas kasar


" haisss,,,, kau ini . membereskan satu wanita saja kau tak bisa Deni !!! pantau dia jangan sampai lengah ,,, apa lagi sampai membuat masalah . sudah lah ,, selesaikan pekerjaan mu sana " printah Erlangga


untung saja mood dia sedang baik . jadi ia bisa mengendalikan emosinya


" apa tuan baik baik saja ??? tanya Deni pertanyaan konyol lolos begitu saja menurut nya aneh . kenapa tuannya itu tak memarahinya


" apa kau ingin aku tendang Deni !!! bentak Erlangga jekel melihat asisten nya itu


" eehhh,,, tidak tuan " jawab Deni dia pun keluar dengan buru buru sebab takut tuanya akan benar benar menendang nya


sementara Erlangga yang melihat Deni pun menahan tawa


" prutttt ,, hahaha ,,, dasar bodoh "


pria itu tertawa renyah saat asisten itu kabur


sedangkan yang di ujung telepon itu tak mendengar ucapan serta bentakkan Erlangga yang memarahi Asistennya itu


Nerin yang menemani Erlangga suaminya itu pun terlelap begitu saja


" gemesnya istri ku ,,, jadi gak sabar ingin cepat pulang

__ADS_1


.


.


.


.


ke esokan harinya


sinar mentari pagi dengan perlahan menampilkan cahayanya


Nerin gadis itu sudah bangun , pas waktu subuh tadi . dia sekarang sedang membuat sarapan dua porsi untuk nya dan untuk sang adik


" kak ,,, ini " Rian memberikan amplop berwarna putih


Nerin tau betul , amplop tersebut isinya tentang apa


" bentar ya dek " ujar Nerin


Demi sang adik agar bisa mengikuti tes tengah semester pun ia berikan dan menyisakan hanya 1 lembar saja .


" Hem gak pa pa lah , nanti aku pinjam ke Kinan aja " Nerin berbicara sendiri


Dia pun keluar dan mengambil amplop tersebut dan membacanya untuk memastikan


berapa biaya yang harus ia keluar kan


" dek kakak hanya punya segini , nanti kekurangan nya . dua hari sebelum ujian " ujar Nerin


" baik lah kak , maaf ya kak . aku nyusahin kakak terus . mending aku berhenti aja ya kak . biar aku bisa membantu kakak memenuhi kebutuhan kita " ujar Rian

__ADS_1


" kamu bilang apa dek ,,, itung itung itu hutang yang akan kamu bayar nanti . saat kamu sukses . kakak akan menagih nya nanti . jadi kamu harus giat belajar oke . tidak perlu merasa terbebani " ujar Nerin


ucapan yang keluar dari mulut Nerin terdengar oleh Rian seperti perintah yang harus dia lakukan dan laksanakan


" baik lah kak ,,,, jika itu ke ingin mu " jawab Rian menyetujui ucapan kakak nya itu


* kakak hanya ingin kamu bisa menjadi orang sukses nanti " batin Nerin


keduanya pun menyelesaikan sarapan pagi itu dengan cepat


setelah beberapa menit berlalu, kedua nya pun berpisah dari kendaraan yang keduanya tumpangi


" pagi mbak Nerin " canda Kinan di belakang Nerin mengikuti nya


" pagi juga mbak Kinan " jawab Nerin dengan memutar matanya malas dengan tingkah laku teman nya itu


" is ,,, kamu ini . gak bisa di ajak bercanda Ner " ketus Kinan


Nerin tak menyawab lagi , gadis itu pun langsung saja menuju tempat ganti dan menyimpan barang nya di lemari


" Ner kamu , masih di tugaskan ke rumah pak CEO " ?? tanya Kinan di sela sela berjalan menuju ruangan yang akan keduanya bersihkan


" masih kin , jika boleh memilih mending aku pilih di sana aja " ujar Nerin jujur


sepintas obrolan itu pun terdengar oleh seorang pria


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2