Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 48


__ADS_3

.


.


Setelah mobil suaminya itu menghilang dari pandangannya , Nerin pun bergegas ke kamar untuk membersihkan tubuhnya .


Tak lupa juga memberi tahukan kepada Bima untuk menyuruh supir menyiapkan Mobil untuknya .


Kini Gadis itu pun mulai dengan ritual mandi setelah selesai , gadis itu pun menuju walk in closed mencari pakaian .


Beberapa saat kemudian Nerin nampak rapi ,dia membawa topi serta masker dan juga kaca mata .


Agar nantinya dirinya tak di kenal siapa pun . Nerin juga mengirim penampilan dirinya ke suaminya agar jika dirinya masuk tak di halangi siapa pun .


Cukup persiapan yang sangat rapi , ya Nerin tau jika keluar masuk ke perusahaan tak bisa sembarang orang .


Jam menujukan 06.45 menit itu berarti 15 menit lagi jam masuk kerja .


Nerin buru buru menyudahi sarapannya itu . bersamaan dengan Rian yang mau berangkat ke sekolah .


" eh dek , kirain dah berangkat . kakak nebeng kamu aja ya . biar kakak gak pakai seperti ini berasa ribed " ujar Nerin menujukan pakaian yang cukup rapi Namun ribed karena ada topi , masker belum lagi kaca mata .


" he he he , boleh deh " Rian menjawab degan cengiran ya memang benar di bilang kakaknya itu jika penampilan kakak itu cukup ribed


" Tapi Nona , Tuan bilang harus berangkat sama Supir " Bima menyela .

__ADS_1


" aku sama Rian aja paman lagian kan jika aku pakai supir , nanti aku bisa turun di tengah jalan . aku juga gak mau orang kantor mengetahui aku " sangkal Nerin .


" eh tapi Nona , saya tidak mau terjadi sesuatu dengan Nona " Bima lagi


" udah jangan khawatir Paman , aku akan baik baik saja . lagi pula kan ada banyak pengawal yang akan mengikuti ku dari belakang " Nerin menjelaskan


" baiklah " Bima pasrah


Bima pasrah tapi ia juga langsung mengirim chat ke Tuanya serta ke Sekertaris Deni juga Aldi ya siapa tau Tuan dan sekertaris Deni tak bisa cepat membaca chatnya itu


Tidak lama kemudian Aldi membalas chatnya itu


Bima pun menghela nafas nya lega . Bima takut akan hal sesuatu yang akan membahayakan Nona mudanya lagi . Jadi dia cepat bertindak


Namun Rian terlihat sangat ragu , ia menepikan motornya itu sedikit berjarak dari alur belok ke perusahaan tersebut


" Dek kenapa berhenti disini , nanti kakak telat loh " ucap Nerin di telinga Rian yang nampak bingung


" ah , kak . bisa budeg ni telinga ku " kesel Rian mengosok gosok telinganya yang berdegung


" aku gak berani , mending kakak kesana sendiri aja ya " Rian


" aih kau ini . ya sudah " Nerin pun turun dari motor yang di kendarai Adiknya itu degan persaan kesel


" nih " Nerin mengulurkan tangannya itu

__ADS_1


Rian pun menerima uluran tangan Kakaknya itu


Setelah Rian pergi Nerin pun , dengan perasaan ragu bercampur cemas Nerin pun melangkahkan kakinya itu ke kontor tersebut , bukan hanya dia saja . bersamaan dengan beberapa karyawan yang mulai berdatangan


Beberapa orang Nampak heran melihat Nerin karena penampilannya sekarang itu berbeda . bahkan banyak yang berbisik jika dirinya itu siapa . Tapi herannya tak ada satu orang pun yang mau bertanya . sedangkan Nerin sendiri gadis itu masih saja memakai masker


Dia nampak lebih cantik kulitnya itu lebih putih , Namun saat Kinan yang melihat Nerin yang bingung karena tatapan semua orang


Kinan mendekat dan menyapa dengan baik


" Hay Bu bos , kirain dah gak mau kesini lagi " Kinan berucap sedikit keras


Dan itu membuat Nerin kesel , dia pun menendang betis Kinan dengan kuat


Kinan meringis akibat tendangan Nerin " Ehh ,,, apa yang salah dengan ucapan ku ? . kamu selalu begitu . sama sekali tak berubah " tanya Kinan bingung serta kesel


" awas saja jika kamu , mengatakan seperti tadi " ancam Nerin


"aku juga karyawan disini . maka dari itu aku disini "lanjut Nerin nampak kesel


Nerin pun meninggalkan Kinan yang masih merintih


" dasar Nerin , beladiri dari mana sih . ko nendang betisku sakit banget " Kinan kesel melihat sahabatnya itu pergi tanpa membantu dirinya


Kinan berjalan dengan pincang , rasa ngilu masih terasa namun ia harus kuat

__ADS_1


__ADS_2