
Selamat membaca
Bahkan Nerin sendiri belum sadar penuh jika dirinya hanya seorang diri
dia masih mengatur nafas nya yang belum setabil
Erlangga Pria yang tidur disampingnya pun mulai terusik akibat triakan Nerin yang sangat melengking
Erlangga tiba tiba dia mersa marah , akibat triakan itu . tetapi saat dirinya membuka kedua bola matanya , terkejut . tetapi terkejutnya belum kembali penuh
Erlangga mengucek kedua matanya itu berulang ulang . untuk memastikan apa yang di lihat itu bukan lah mimpi
" yang " pangil Erlangga
tetapi yang di panggil pun tak merespon bahkan nampak jelas tak menghiraukannya , Erlangga masih saja mengamati Nerin . degan sangat teliti
" mimpi bukan sih " batin Erlangga bertanya
Erlangga yang gemes dengan tikah laku Nerin sang istri , yang seperti nya masih mengatur nafas itu bahkan tak menghiraukan jika ada dirinya
__ADS_1
dia pun menarik perempuan itu masuk kedalam Pelukannya . rasanya sangat bahagia , kini penantian nya pun terkabulkan perempuan yang selama ini ia jaga dan menunggu selama 1 bulan lebih itu tiba tiba sadar . tanpa sadar dia pun mengucap syukur di dalam hatinya
degan cepat Erlangga langsung saja memencet tombol yang berada sebelah ranjang menghubungkan keruagan dokter dan perawat yang selama ini menangani Nerin istrinya
" Terimakasih ya Allah kau telah membangun kan tidur panjang istri ku " gumamnya
perlukan Erlangga semakin erat ,dia bahkan mengecup puncak kepala Nerin berulang ulang dan membelai rambut panjang milik Nerin
Nerin yang mendapat kan pelukan , belaian serta ciuman pun refleks mendorong tubuh tegak itu serta meronta
hingga akhirnya Nerin terlepas dari pria itu . Nerin langsung turun dari brangkar tersebut dan melotot di hadapan pria tersebut
" apa yang kau lakukan . dan siapa kau , dasar pria , s***n M****m lagi " bentak Nerin
* aku masih ingat betul saat , perpisahan waktu malam itu . dia tak ingin aku tinggal kan . tapi kenapa ini " batin Erlangga bingung
kenapa pertanyaan kamu sangat aneh sayang dan lagi kau bilang aku apa . aku adalah suami mu . Jagan bilang kamu melupakan hal itu . " ujar Erlangga kesel dan mencoba untuk menahan amarahnya itu akibat lontarkan kasar istrinya
" kau bilang aku istrimu , omong kosong macam apa ini . aku bahkan baru putus dari pacar ku yang menghiati ku . bagaimana bisa aku meningkah dengan mu . dasar tidak w****s " bentak Nerin melipat kedua tangannya di depan dada
__ADS_1
" dan lagi aku dimana ini . kau menculiku ya . kau pasti orang jahat kan "
Erlangga turun dari ranjang , lalu ia melangkahkan kakinya menghampiri Nerin yang mengatakan jika dirinya buruk . Erlangga sendiri nampak biasa saja , tak ada rasa emosi atau pun kemarahan di dalam dirinya . dia masih saja mendengar kan semua ocehan itu
Nerin mundur saat Erlangga melangkahkan kakinya itu ke arah dirinya . dia merasa sedang membangun macan Asia yang sedang tidur
keberanian Nerin tiba tiba hilang entah kemana , degan tubuh bergetar hebat Nerin membuka suaranya " stop ,, Jagan dekat dekat . Ampuni saya tuan "ujar Nerin
* ya Allah selamatkan diriku ,dari orang kejam ini , aminn " batin Nerin berdoa
Erlangga menghentikan langkahnya itu saat melihat perubahan istrinya , terlihat jelas jika tubuh nya itu gemetar dan wajah nya pun terlihat pucat . seperti nya dia sangat takut saat melihat dirinya
* kenapa perubahan begitu cepat
saat Erlangga menenangkan Nerin . pintu ruang itu terbuka menampakan tiga orang yang di yakini dokter serta perawat
.
.
__ADS_1
.
bersambung