
selamat membaca
setelah keluar dari toko perhiasan Erlangga dan juga Nerin pun mulai berjalan menuju wahana permainan
puas Nerin bermain kini ia menghampiri Erlangga yang sedang duduk anteng di pojokan .
Erlangga memang tak ingin bermain ia memilih untuk menunggu saja . bukan apa ia sedang fokus dengan beberapa email yang masuk
" Mas main HP mulu " tegur Nerin manyun setelah ia duduk di sebelah suaminya itu
Erlangga yang mendengar teguran istrinya pun menoleh ia pun segera mematikan HP-nya dan memasukan di saku celana
" eh,,, itu ,,, tadi ada teman ,,, dia ngabarin aku ,,, bilang katanya ,,, aku harus pergi ke luar Negri . ada pekerjaan yang harus aku tangani " ujar Erlangga dengan suara lembut
* benar dia mau ninggalin aku " batin Nerin sedih
" emmm " Nerin mengganguk lemah setelah mendengar kata pergi namun ia tetap tersenyum walau dalam hati sedih
" ya sudah , kita pulang aja yuk " ujar Nerin
jelas saja jika Nerin tak semangat lagi setelah ucapan Erlangga suaminya namun sebisa mungkin ia tersenyum
" ya sudah ayo , mau beli baju tidak " tawar Erlangga
* untuk apa aku membeli barang barang dari mu mas . apa kau sengaja ingin meninggalkan banyak kenangan . lebih baik tidak usah mas " batin Nerin
sebelum menjawab pertanyaan suaminya Nerin mengulum senyum
" tidak usah ,,, lagi pula aku sudah sangat bahagia hari ini ,,, bisa bermain puas,,, terimakasih mas karena kamu sudah mau menghibur ku dan membawa ku tempat ya mungkin jarang aku singgahi " ujarnya jujur ia bahkan menahan rasa sedih dihati dan mencoba untuk tegar
Nerin pun tersenyum ceria
__ADS_1
* biarkan rasa ini ku pendam sendiri mas , semoga kau bahagia dengan pilihan mu " batin Nerin
Erlangga yang melihat Nerin tersenyum ceria pun tak tahan jika tak memeluknya dan ia pun berkata
" is ,,,, kau ini ,,, untuk apa bertima kasih sayang ,,, karena kamu itu kebahagiaan ku " ujar Erlangga lembut
ia pun mengelus punggung Nerin dengan sayang
* semoga aku bisa melupakan mu mas " batin Nerin
Nerin menikmati pelukan hangat Erlangga
* mungkin ini hari terakhir ku memelukmu mas " batin Nerin
" ya sudah kita pulang yuk " ajak Erlangga
dengan perlahan Pria itu mengendurkan pelukannya Menganti degan merangkul pinggang Nerin dengan posesif tanpa rasa malu walaupun itu di keramaian
setelah beberapa saat keduanya pun keluar dari mall tersebut .
mendekati mobil yang cukup mewah di sana dan masuk kedalam mobil tersebut
Namun Nerin gadis itu di buat bingung
" mas ini mobil siapa ?? bisik Nerin di telinga Erlangga
bisikan Nerin membuat Erlangga tersenyum penuh arti " Sayang ini mobil kita " Erlangga tersenyum usil
Nerin mendengar ucapan Suaminya pun jadi sebel sendiri " is ,,,,, mas ,,, jangan bercanda deh "
" he he ,,,,, kalo iya emang kenapa" cengir Erlangga garing
__ADS_1
" tapi apa mungkin ,,,, ah sudahlah lah aku capek " ujar Nerin
mengakhiri obrolan yang membuat dirinya akan naik darah ia pun memilih menyender di jok kursi mobil tersebut mencari kenyamanan di sana dan mulai memejamkan matanya
Erlangga melihat tingkah laku istrinya pun mengangkat sebelah alisnya serta bibirnya * sangat lucu dia " batin
" yang sini " tunjuk Erlangga menepuk pahanya sendiri
Nerin tak menggubris ucapan suaminya ia bahkan sudah mulai mengarungi alam bawah sadarnya
Erlangga yang tak mendapatkan respon dari sang istrinya pun . dengan perlahan memindaahkan kepala Nerin di pahanya . Nerin yang sudah terlelap pun tak merasakan gerakan tersebut
" ke mansion san " printah Erlangga supir pribadi untuk istri nya nanti
" baik tuan " jawab Hasan
" haisss kenapa aku bisa lupa jika Rian tak mempunyai ponsel ya " Erlangga berbicara sendiri ia pun menghubungi Aldi
" hello , Al kau krim ponsel Android keluaran terbaru untuk adik istri ku .. kau mengerti ,,,, ah ya kau juga . awasi istri ku saat di kantor perketat Keamanan disana Jagan sampai terjadi sesuatu yang tak aku ingin kan .apa lagi mendengar jika istriku terluka " ujarnya lugas
" baik ,,, saya mengarti ,, tapi apa hukum untuk Nona akan di lanjutkan ???
" lihat saja nanti , apa yang akan terjadi selanjutnya " ujar Erlangga
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung