Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 22


__ADS_3

selamat membaca


perjalan dari mall ke mansion memakan waktu cukup lama biasanya hanya 30 menit . tetapi ini 60 menit baru nyampe di mansion milik Erlangga


setelah mesin mobil di matikan supir tersebut keluar dan membukakan pintu untuk Tuanya


degan perlahan Erlangga mengangkat tubuh Nerin dalam gendongan nya dan di sambut hangat oleh semua pelayan yang berada di sana


Nerin nampak tak terusik sedikit pun hanya mengeratkan pelukan itu dari tubuh kekar suaminya yang dia kiria guling


Erlangga yang mendapat kan pelukan erat nan hangat itu pun mengangkat sebelah sudut bibirnya menjadi lekukan


Erlangga menghintikan langkahnya agar Nerin bisa mencari kenyamanan dan kembali terlelap


setelah di dirasa Nerin kembali terlelap pria itu pun melanjutkan langkah kakinya menuju kamar utama melalu lift pribadi


Erlangga yang melihat Nerin tidur pulas pun mengulum senyum


* kenapa kamu manis,,,, banget sih ,,,, sayang * batin Erlangga gemess lalu ia mencuri ciuman itu di pipi sang istri


kemudian ia beranjak dari ranjang besar tersebut memutuskan berendam di dalam bathub 30 menit berlalu pria itu pun keluar dari kamar mandi degan memakai handuk yang di lilit kan di pinggangnya


Melihat sang istri masih terlelap dalam damai pun . dia hanya tersenyum


lalu ia mengambil HP nya itu yang berada di atas nakas

__ADS_1


mengetik beberapa kata disana dan mengirimkan ke seseorang


ketukan pintu menyadarkan Erlangga dari HP nya itu


tok tok tok


Erlangga memilih membuka pintu tersebut dari pada menyuruhnya masuk takut istrinya itu akan terusik


setelah pintu itu terbuka Bima kepala pelayan pun masuk menaruh barang yang di dalam mobil tadi


" kau sudah menyiapkan beberapa hidangan ?? Erlangga pria itu sedang duduk bersender di salah satu sofa yang berada di dalam kamar tersebut


" belum tuan ,,, tuan mau siapin makan apa ??? Bima


" terserah mu saja . tapi aku tidak makan di sini . kau siapkan beberapa menu dan simpan di kotak makan akan ku bawa ke rumah istri ku nanti . oh ya Bim ,,,, aku ke Singapur nanti malam . jika istriku di tugaskan di sini Jagan biarkan dia ke ruangan khusus . aku takut jika dia akan curiga kau tunjukan hanya wilayah dapur . kau mengerti maksudku bukan dan biarkan dia bermain di area luar saja seperti taman atau pun kolam Bakan jika dia mau berkebum . itu lebih bagus . biarkan dia betah di tempat ini " ujarnya panjang lebar


" satu lagi Bim ,,,, jangan sampai satu pelayan pun yang menyinggung tentang istri ku apa lagi merendahkan nya . jika ada kau sekap dan biarkan dia menderita kau mengerti " ujar Erlangga lugas tanpa perasaan ada senyum licik disana


" baik tuan ,,,, saya mengerti . berapa lama tuan akan berada di sana ?? tanya Bima


" Tidak tau Bim "


" hemm,,, saya hanya bisa mendoakan , agar tuan bisa cepat menyelesaikan pekerjaan disana . dan bisa cepat kembali . kalo begitu saya permisi tuan jika tidak ada lagi yang tuan sampaikan " ujar Bima


Erlangga mengganguk semua ucapan Bima serta mengiyakan Bima keluar

__ADS_1


.


.


.


2 hari berlalu begitu cepat pekerjaan Nerin dan juga Kinan nampak aman aman saja


Dia bahkan seperti biasa saja nampak jelas dari raut wajahnya yang sangat ceria dan tak patah semangat


tapi anehnya semua orang bingung kenapa bisa Nerin tak di pecat oleh Atasan yang tak lain Presdir mereka


.


.


.


.


bersambung


terimakasih para reader


telah mampir di karya pertama author

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komen serta vote


terimakasih


__ADS_2