Suamiku Seorang Presdir

Suamiku Seorang Presdir
part 66


__ADS_3

"Eh iya .. " seketika Nerin melotot tak percaya apa yang baru saja ia lihat


" Dina kan "


Dina tersenyum saat Nerin masih mengenali dirinya


" iya " Dina mengangguk juga ada senyum manis di wajahnya bahagia rasanya bisa bertemu dengan Sahabat satu Desanya itu


Begitu pun Nerin , juga merasa bahagia bisa bertemu dengan Dina . Nerin langsung memeluk Dina sangat Erat


" sungguh aku tak menyangka , akan bertemu dengan mu dini Din " ujar Nerin jujur di sela sela pelukannya itu


Nerin melepaskan pelukannya itu , Dina menelisik dari perubahan yang amat amat berbeda dari Nerin dahulu


" aku juga Ner , ya ampun Ner kamu perawatan ya , kamu kamu sangat sangat terlihat berbeda , terlihat sangat waow " puji Dina di sertai dengan cengiran yang sangat imut


Dina sesaat terhipnotis dengan tampilan Nerin sekarang sangat berbeda dari sebelumnya


kedua gadis yang baru di pertemuan kembali pun sedikit berbincang , hingga akhirnya berpisah


Nerin kembali ke rumah sakit untuk menemani sang suami


Sore hari


" ayolah mas , makan sedikit saja " bujuk Nerin di sertai dengan rengekan manja


" sama sekali tidak enak yang , ayo lah jangan memaksa ku , pliss "

__ADS_1


" lalu apa yang kamu mau mas , jika perutmu tidak di isi nantin kamu kelaparan "


" aku mau sup ayam kacang merah , yang di buat oleh ... "


" baik lah aku akan meminta paman Bima untuk membuatnya untuk mu , tidak ada penolakan titik "


Nerin tau jika suaminya itu pasti akan menyuruh dirinya untuk masak sup itu


kali ini Nerin tidak menuruti suaminya itu , tapi mungkin tidak lain kali


Tau sendiri bagaimana , sikap Erlangga itu jika memaksa , tidak ada kata tidak


Nerin mengirim pesan ke Bima , kepala pelayan


" sudah "


Nerin mengambil Ponsel yang berada di atas nakas itu milik Erlangga suaminya , kemudian ia menyerahkan setelah mengetahui siapa yang menghubungi suaminya itu


" Deni mas , jawab lah . Aku ke kamu mandi bentar "


Setelah menyerahkan ponsel suaminya tadi , Nerin bergegas ke kamar mandi .


Gadis itu akan membersihkan seluruh tubuhnya yang serasa lengket


Tapi gadis itu lupa bahwa ia tak membawa handuk bahkan pakaian ganti


20 puluhan menit berlalu Nerin menyudahi Acra mandi

__ADS_1


" oh ya ampun " Nerin menepuk dahinya singkat " satu kata Lolos dari bibirnya " bodoh "


Setelah berfikir dengan tenang " tidak ada cara lain , aku harus meminta tolong ke mas Ar "


Dengan mimik wajah yang tegang , gadis itu pun sedikit membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya agar tubuhnya itu tak terlihat


" menyebalkan sekali " desah Nerin mengerutu tidak jelas , bercampur kesel . Entah mengapa dirinya menjadi pelupa


" emmm ,,,, masss Ar " panggil Nerin terbata bata nada bicara Nerin sedikit tinggi


Erlangga menengok arah suara tersebut , pria itu nampak kebingungan


" kenapa masih disitu yang , kemari lah "


Erlangga jelas tidak tau apa yang telah terjadi , kenapa bertingkah seperti itu


" em itu itu , Boleh aku meminta tolong kepada mu "


" apa yang " tanya Erlangga menaikan alisnya sedikit tak mengerti


" ambilkan aku handuk serta pakaianku . yang aku taroh di paper bag di atas sofa itu , tolong ya mas " pinta Nerin malu pipi gadis itu sedikit bersemu merah akibat menahan malu


" Baiklah , akan ku ambilkan " Erlangga mengganguk kemudian ia turun dari ranjang brangkar ,menuju sofa yang di tunjukkan oleh istrinya itu


Rasa nyeri di bagian Dadanya masih terasa. pria itu sedikit meringis akibat menahan sakit


Terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak , agar Author semangat update nya

__ADS_1


__ADS_2